• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Tanya Jawab tentang I’tikaf

01/03/2026
in Syariah, Unggulan
Kenapa Mesti Mengeluh

(foto: pixabay)

358
SHARES
2.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TANYA jawab ringkas tentang I’tikaf. I’tikaf itu apa? Secara bahasa, artinya luzumusy syai’, artinya menetap pada sesuatu.

Tanya Jawab Ringkas tentang I’tikaf

Oleh: Ustaz Farid Nu’man Hasan

Ada pun secara syariat, artinya:

والمقصود به هنا لزوم المسجد والاقامة فيه بنية التقرب إلى الله عزوجل.

Yang dimaksud I’tikaf di sini adalah menetapi masjid dan tinggal di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla. (Fiqhus Sunnah, 1/475)

Baca Juga: Ini 7 Kegiatan Itikaf agar Tetap Semangat Raih Keberkahan Malam Lailatul Qadar

Hukum I’tikaf

Hukum i’tikaf adalah sunnah, tidak wajib, dan tidak ada beda pendapat tentang hal itu.

وقد وقع الإجماع على أنه ليس بواجب ، وعلى أنه لا يكون إلا في مسجد

Telah terjadi ijma’ bahwa I’tikaf bukan kewajiban, dan dia tidak bisa dilaksanakan kecuali di masjid. (Fathul Qadir, 1/245)

Kecuali jika i’tikafnya didasari oleh nazar oleh seseorang, maka itu menjadi wajib baginya. (Fiqhus Sunnah, 1/475)

Keutamaan I’tikaf

Tidak ada hadits shahih dan hasan yang menceritakannya. Namun, apa yang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam lalukan yaitu selalu i’tikaf di setiap Ramadan,

bahkan di akhir hayatnya i’tikaf 20 hari, itu sudah cukup menunjukkan keutamaannya.

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menulis sebagai berikut:

قال أبوداود: قلت لاحمد رحمه الله: تعرف في فضل الاعتكاف شيئا؟ قال: لا، إلا شيئا ضعيفا.

Berkata Abu Daud: Saya berkata kepada Ahmad Rahimahullah: “Apakah engkau mengetahui tentang keutamaan I’tikaf?”

Beliau berkata: “Tidak, kecuali suatu riwayat yang dhaif.” (Fiqhus Sunnah, 1/475)

Syarat I’tikaf

Syarat i’tikaf yaitu muslim, mumayyiz, dan suci dari hadats besar. Mumayyiz, menurut jumhur ulama adalah usia 7 tahun ke atas.

Untuk mendidik, boleh saja bocah ikut i’tikaf asalkan tidak membuat kegaduhan.

ويشترط في المعتكف أن يكون مسلما، مميزا طاهرا من الجنابة والحيض والنفاس، فلا يصح من كافر ولا صبي غير مميز ولاجنب ولاحائض ولا نفساء.

Syarat bagi orang yang beri’tikaf adalah: muslim, mumayyiz (sudah mampu membedakan salah benar, baik buruk), suci dari junub, haid, dan nifas, tidak sah jika kafir,

anak-anak yang belum mumayyiz, junub, haid, dan nifas. (Fiqhus Sunnah, 1/477)

Baca Juga: Ini 6 Persiapan Penting Itikaf Bersama Anak-Anak

Rukun I’tikaf

Rukun i’tikaf ada dua: menetap di masjid, dan berniat untuk pendekatan diri kepada Allah.

أركانه: حقيقة الاعتكاف المكث في المسجد بنية التقرب إلى الله تعالى، فلو لم يقع المكث في المسجد أو لم تحدث نية الطاعة لا ينعقد الاعتكاف.

Rukun-rukun i’tikaf: hakikat dari I’tikaf adalah tinggal di masjid dengan niat taqarrub ilallah Ta’ala. Seandainya tidak menetap di masjid atau tidak ada niat melaksanakan ketaatan, maka tidak sah disebut i’tikaf. (Ibid)

Apakah Wanita boleh I’tikaf?

Ya, sama seperti kaum laki-laki. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan Allah, kemudian istri-istrinya pun I’tikaf setelah itu. (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Apakah ada ketentuan khusus bagi kaum wanita?

Ya, hendaknya mereka izin kepada wali atau suaminya, serta kondisi masjidnya kondusif buat i’tikaf kaum wanita. Syaikh al Albani mengatakan:

وفيه دليل على جواز اعتكاف النساء أيضا ولا شك أن ذلك مقيد بإذن أوليائهن بذلك وأمن الفتنة والخلوة مع الرجال للأدلة الكثيرة في ذلك والقاعدة الفقهية : درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Dalam hadits ini, terdapat dalil bolehnya I’tikaf bagi wanita juga, dan tidak ragu bahwa kebolehan itu terikat dengan izin para walinya,

atau aman dari fitnah, dan aman dari berduaan dengan laki-laki lantaran banyak dalil yang menunjukkan hal itu, juga kaidah fiqih:

menolak kerusakan lebih diutamakan dibanding mengambil maslahat.

(Qiyam Ramadhan, Halaman 35)

Bolehkah i’tikaf selain di masjid?

Salah satu rukun i’tikaf adalah berdiam di masjid. Ini sesuai dengan Al Baqarah: 187, dan perilaku Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ini disepakati oleh empat mazhab, bagi kaum laki-laki. Ada pun bagi kaum wanita, mayoritas ulama mengatakan juga di masjid,

kecuali hanafiyah yang mengatakan i’tikafnya wanita adalah di tempat ibadahnya di rumah. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 37/213)

Baca Juga: Rencanakan Itikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan, Ini Tips agar Tetap Bugar

Kriteria Masjid

Al Hafizh Ibnu Hajar menyebut ada lima pendapat:

1. Hanya sah di masjid jami’ (masjid yang dipakai untuk shalat Jumat dan shalat 5 waktu). Ini pendapat Abu Hanifah, Ahmad, Abu Tsaur, Malik, dll.

2. Sah di semua masjid, baik masjid jami’ atau masjid ghairu jami’ (mushalla, surau). Ini pendapat MAYORITAS. Juga diikuti Asy Syafi’i, Daud azh Zhahiri, Al Bukhari, dll.

3. Hanya sah di tiga masjid: masjid al haram, masjid nabawi, dan masjid al aqsha. Pendapat Huzaifah bin Yaman.

4. Hanya sah di masjid al haram dan masjid nabawi. Pendapat Atha’.

5. Hanya sah di masjid nabawi saja. Pendapat Said bin al Musayyab.

(Fathul Bari, 4/272)

Bolehkah i’tikaf di luar bulan Ramadan?

Para ulama berbeda pendapat. Sebagian mengatakan bahwa berpuasa di bulan Ramadan bukan syarat sahnya i’tikaf.

Seperti pendapat Ali, Ibnu Mas’ud, Hasan al Bashri, Asy Syafi’i, dan lainnya. Dahulu Umar bin Khaththab nazar i’tikaf di malam hari di masjid al haram.

Tentunya malam hari tidak ada puasa.

Sementara Aisyah, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Said bin al Musayyab, Urwah bin Zubeir, Az Zuhri, Malik, Abu Hanifah, mengatakan i’tikaf tidak sah jika tanpa puasa.

(Fiqhus Sunnah, 1/478-479)

Baca Juga: Itikaf di Negeri Orang, Seru!

Pembatal-Pembatal I’tikaf

Pembatal-pembatal tersebut antara lain:

1. Secara sengaja keluar dari masjid tanpa ada keperluan walau sebentar
2. Murtad
3. Hilang akal
4. Gila
5. Mabuk
6. Jima’ (hubungan badan). (Lihat semua dalam Fiqhus Sunnah, 1/481-483)

Aktivitas yang dibolehkan

Berikut ini aktivitas yang diperbolehkan selama I’tikaf (diringkas dari Fiqhus Sunnah):

1. Tawdi’ (melepas keluarga yang mengantar), sebagaimana yang nabi lakukan terhadap Shafiyyah

2. Menyisir dan mencukur rambut, sebagaimana yang ‘Aisyah lakukan terhadap nabi

3. Keluar untuk memenuhi hajat manusiawi, seperti buang hajat

4. Makan, minum, dan tidur ketika I’tikaf di masjid, atau mencuci pakaian, membersihkan najis, dan perbuatan lain yang tidak mungkin dilakukan di masjid.

Para ulama berselisih pendapat tentang kebolehan menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, dan shalat jumat bagi yang I’tikafnya di masjid ghairu jami’,

antara yang membolehkan dan yang mengatakan batal I’tikafnya. Wallahu a’lam.

Baca Juga: Rumah Aman Saat Itikaf, Terapkan 4 Tips Ini

Penyelenggaraan Kajian

Sebagian ulama memakruhkan hal itu sebab bisa menganggu i’tikaf. Sebagian lain mengatakan hal itu boleh, sebab majelis ilmu itu bagian dari dzikir.

Hanya saja, jangan sering-sering.

Dalam Syarhul Mumti’:

لا شك أن طلب العلم من طاعة الله، لكن الاعتكاف يكون للطاعات الخاصة، كالصلاة، والذكر، وقراءة القرآن، وما أشبه ذلك، ولا بأس أن يَحضر المعتكف درساً أو درسين في يوم أو ليلة؛ لأن هذا لا يؤثر على الاعتكاف، لكن مجالس العلم إن دامت، وصار يطالع دروسه، ويحضر الجلسات الكثيرة التي تشغله عن العبادة الخاصة، فهذا لا شك أن في اعتكافه نقصاً، ولا أقول إن هذا ينافي الاعتكاف.

“Tidak ragu bahwa menuntut ilmu termasuk ketaatan kepada Allah, tetapi i’tikaf terdapat ketaatan khusus, seperti shalat, zikir, membaca Al Quran, dan yang serupa itu.

Tidak apa-apa mu’takif menghadiri satu pelajaran atau dua dalam sehari atau malam, sebab itu tidak mempengaruhi I’tikaf-nya,

tetapi jika majelis ilmu diadakan terus menerus, akan membuatnya mengkaji materinya, menghadiri berbagai majelis yang memalingkannya dari ibadah khusus,

ini tidak ragu lagi membuat I’tikafnya berkurang, di sini saya tidak katakan menganulir I’tikafnya.”

(Lihat semua dalam Syarhul Mumti’, 6/163)

Baca Juga: 10 Manfaat Kesehatan Konsumsi Infused Water selama Itikaf

Hikmah dan Pelajaran

Menegaskan kembali posisi Masjid sebagai sentral pembinaan umat

Sesibuk apa pun seorang muslim harus menyediakan waktunya untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala secara fokus dan totalitas.

Hidup di dunia hanya persinggahan untuk menuju keabadian akhirat.

Selesai. Wallahu a’lam.[ind]

 

Tags: itikaftanya jawab tentang i'tikaf
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mendampingi Anak Pasca Baligh untuk Belajar tentang Dunia

Next Post

Ketahui Jus Mangga dan Wortel Dapat Menyehatkan Kulit

Next Post
Ketahui Jus Mangga dan Wortel Dapat Menyehatkan Kulit

Ketahui Jus Mangga dan Wortel Dapat Menyehatkan Kulit

Sentuhan Fisik dalam Pengasuhan Anak

Sentuhan Fisik dalam Pengasuhan Anak

Laksamana Cheng Ho, Sang Kapten Kapal yang Menyebarkan Kedamaian

Laksamana Cheng Ho, Sang Kapten Kapal yang Menyebarkan Kedamaian

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1906 shares
    Share 762 Tweet 477
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    257 shares
    Share 103 Tweet 64
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1710 shares
    Share 684 Tweet 428
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1182 shares
    Share 473 Tweet 296
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga