• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 5 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Bulan Menasihati Kita

24/11/2021
in Nasihat, Unggulan
mencari keajaiban

mencari keajaiban (Ilustrasi, foto: wallpapersafari.com)

74
SHARES
567
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Keindahan bulan sudah dimaklumi banyak orang. Tapi, kadang orang lupa bahwa keindahan bulan itu tidak setiap malam.

Fenomena benda-benda angkasa yang terlihat dari bumi tidak sekadar hal biasa. Banyak hal yang bisa dicermati dari fenomena itu.

Begitu pun tentang bulan. Salah satu benda angkasa yang sudah akrab dengan manusia itu juga memberikan pelajaran tersendiri.

Yaitu, tentang kemunculannya. Mulai dari awalnya, seperempatnya, pertengahannya, fullnya, dan begitu seterusnya hingga sang bulan tak lagi tampak.

Tentang awal kemunculannya, ada momen di mana bulan begitu dicermati. Begitu banyak teropong, mata dari para ahli, yang menilai apakah bulan sudah datang atau belum. Itulah momen di awal bulan Ramadan dan Syawal.

Pada wujud seperempatnya, bulan tampak seperti sabit. Fenomena ini dijadikan simbol umat Islam sebagai kebangkitan Islam.

Bulan pun menuju ke wujud setengahnya. Dan beberapa hari kemudian, ia tampil begitu percaya diri: full. Itulah bulan purnama. Begitu indah, begitu menyejukkan. Wajahnya begitu kontras dengan gelapnya malam.

Itulah putaran puncak bulan. Untuk selanjutnya, ia pun berangsur tampil seperti awalnya: setengah lingkaran, kembali sabit, dan akhirnya hilang dari gelapnya malam.

Seperti itu pula tentang diri kita. Kelahiran kita begitu dinanti banyak orang, setidaknya ayah dan ibu. Mereka begitu mencermati momen bersejarah itu.

Kita pun beranjak menjadi balita, remaja, dan kemudian pemuda dan pemudi. Di usia terakhir itulah, penampakan kita begitu full, tak ubahnya seperti bulan purnama. Semuanya serba perfect: wajah, rambut, badan, kaki, dan tangan. Begitu dengan akal dan pikiran.

Waktu pun terus bergulir. Dan setelah yang sempurna itu, tak ada lagi bentuk yang lebih sempurna. Hari-hari berikutnya adalah cerita tentang tua dan uzur. Semua tentang sempurna itu pun berangsur susut.

Seperti apa lagi kita setelah itu? Persis seperti bulan. Setelah itu, kita hilang dalam momen kematian. Satu hingga dua tahun mungkin orang masih mengingat kita. Tapi setelah itu, semua tentang kita mulai dilupakan orang.

Bulan hilang setelah menampakkan keindahannya yang begitu berkesan. Seperti itukah kita? Jangan-jangan tak ada kesan yang orang tangkap dari kita meskipun saat kita pada posisi full: purnama.

Kalau bulan tampak jelita di saat sabit, dan cantik di kala purnama; bagaimana dengan kita? Kesan apa yang telah kita ciptakan di saat momen purnama kita? Jangan-jangan, gelap sama sekali.

Mumpung momen purnama masih ada. Mumpung kesempatan untuk memberikan kesan masih tersedia; buatlah sebagus-bagusnya.

Suatu saat, orang masih tetap mengenang kita, meskipun kita sudah tidak ada. Yang mereka kenang bukan tentang fisik kita. Tapi tentang jasa kita yang masih tetap hidup bersama mereka. [Mh]

 

 

Tags: Bulan Menasihati Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Logika Picik tentang MUI

Next Post

Kegigihan Abu Dzar Melawan Kebathilan

Next Post
Kegigihan Abu Dzar Melawan Kebathilan

Kegigihan Abu Dzar Melawan Kebathilan

Pentingnya Vitamin E untuk Anak

Vitamin E untuk Anak Penting Banget, Lho Bund!

Mempertimbangkan Ketertarikan Manusiawi Saat Memilih Pasangan

Mempertimbangkan Ketertarikan Manusiawi Saat Memilih Pasangan

  • Persiapan Menghadapi Akhir Zaman, Kenali Keutamaan Surat Al-Kahfi

    Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4120 shares
    Share 1648 Tweet 1030
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7930 shares
    Share 3172 Tweet 1983
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3210 shares
    Share 1284 Tweet 803
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2888 shares
    Share 1155 Tweet 722
  • Epstein Files dan Pukulan Israel ke Trump

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3462 shares
    Share 1385 Tweet 866
  • Pilates Setelah Salat, Kelas Khusus Pria di Masjid-Masjid Bradford

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ketahui Cara Penularan Virus Nipah ke Manusia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pemimpin Itu Mengayomi Rakyatnya

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2071 shares
    Share 828 Tweet 518
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga