• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 4 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras

14/06/2026
in Khazanah, Unggulan
Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras

Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras (foto: Shibuya Street/Pixabay)

104
SHARES
803
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Belajar dari bangsa yang bekerja keras, yaitu Jepang. Bagi orang Jepang, bekerja adalah segalanya. Mereka juga sering disebut workaholic karena gila bekerja.

Jika ada orang Jepang yang datang pagi pukul 09.00 (jam resmi masuk kantor/bekerja) dan pukul 18.00 sudah pulang ke rumah, maka bisa disebut hal itu seperti tidak niat bekerja.

Umumnya, mereka baru beranjak dari kantor pada pukul 20.00. Itu pun tidak langsung ke rumah. Biasanya – khususnya kaum pria – bersosialisasi dulu dengan rekan-rekannya entah di restoran, karaoke, atau bahkan golf dan olahraga lainnya.

Namun demikian, mereka tetap disiplin, bahkan disiplin sangat tinggi karena meski pulang larut malam, keesokan harinya, datang tepat waktu ke kantornya.

Baca Juga: Relawan Muslim Bekerja Keras Membantu Orang Texas di Musim Dingin Ekstrim

Bangsa yang Bekerja Keras dan Loyal

Karena itu, jika bertandang ke Tokyo, deru kereta api pukul 06.00 pagi sudah berseliweran di jantung kota dan baru senyap setelah pukul 24.00. Jika pagi hari sekitar pukul 07.00 kereta bawah tanah sudah penuh sesak dengan orang yang menuju kantor.

Memang, pekerjaan bagi orang Jepang sangat penting karena pekerjaanlah memberikan jaminan sosial bagi mereka. Begitu pentingnya kerja, mereka menjadikan tempatnya bekerja sebagai bagian dari keluarganya.

Tidak heran jika pekerja Jepang ada yang berpuluh-puluh tahun mengabdi di tempat kerja (perusahaan) yang sama. Ini berbeda dengan di Barat yang orang-orangnya dengan cepat berpindah-pindah tempat kerja.

Namun demikian, saat ini, pemerintah Jepang juga mulai kebingungan karena makin banyak kaum muda Jepang yang lebih suka berpindah kerja bahkan memilih menjadi pekerja sampingan saja (arubaito) atau part time.

Memang, semua orang Jepang pernah melakukan arubaito ini, misalnya semasa SMA ataupun saat kuliah di perguruan tinggi.

Artinya, orang Jepang sejak muda sudah dilatih untuk mencari uang sendiri dengan bekerja part time di supermarket, toko, restoran, kantor pos, loper koran, dan sebagainya.

Lansia juga Mengisi Waktu Pensiun dengan Bekerja

Mereka yang sudah sepuh pun ada yang bekerja arubaito untuk mengisi waktu pensiunnya dengan bersih-bersih di hotel atau restoran misalnya.

Pekerjaan ini memang tidak terlalu terikat dan sedikit longgar dibandingkan pekerja biasa. Jam kerja pun biasanya masih bisa tawar-menawar.

Namun, jika makin banyak orang memilih pekerjaan paruh waktu, makin sulit pemerintah mendapatkan pajak penghasilan.

Fenomena arubaito ini sudah dikeluhkan pemerintah Negeri Matahari Terbit itu.

Namun demikian, di Jepang pun ada perusahaan jasa yang dapat menyalurkan tenaga kerja, bahkan memfasilitasinya dengan aneka pelatihan bagi mereka yang ingin ganti profesi.

Kembali ke etos kerja Jepang. Semangat kerja yang tinggi membuat jam kerja di Jepang paling tinggi dibandingkan pekerja di AS dan Eropa walaupun urusan hari kerjanya sama dengan AS dan Eropa, yaitu lima hari kerja.

Loyalitas terhadap perusahaan begitu besar sehingga mereka sanggup lembur tanpa dibayar.

Dari sejumlah situs dan blog, disebutkan bahwa rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2.450 jam per tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1.957 jam/tahun), Inggris (1.911 jam/tahun), Jerman (1.870 jam/tahun), dan Perancis (1.680 jam/tahun).

Sekadar catatan, seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama.

Berkat kerja keras ini, pertumbuhan industri di dalam negeri Jepang berkembang pesat, akibatnya kebutuhan tenaga kerja pun tinggi.

Itulah sekelumit tentang etos kerja orang Jepang, bangsa yang suka bekerja keras.[ind]

Sumber: Ganbatte! Meneladani Karakter Tangguh Bangsa Jepang. A.A. Azhari. Penerbit Grafindo: 2011.

Tags: Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Simak Tips Diet yang Aman untuk Ibu Menyusui

Next Post

Cara Memakai Hijab dengan Menyesuaikan Bentuk Wajah

Next Post
Cara Memakai Hijab dengan Menyesuaikan Bentuk Wajah

Cara Memakai Hijab dengan Menyesuaikan Bentuk Wajah

Memulai Hari dengan Al-Qur'an: Sebuah Sumber Keberkahan

Tiga Cara Orang Berinteraksi dengan Al-Qur'an, Hindari yang Nomor Satu

Beberapa Jenis Bahan Pakaian Anti Air, Selain Bahan Parasut

Beberapa Jenis Bahan Pakaian Anti Air, Selain Bahan Parasut

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8795 shares
    Share 3518 Tweet 2199
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3962 shares
    Share 1585 Tweet 991
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kapan Sebaiknya Waktu yang Ideal untuk Olahraga Renang? Ini Penjelasannya

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11538 shares
    Share 4615 Tweet 2885
  • Ayo Less Waste Kelola 36 Kilogram Sampah pada Aksi Bela Palestina di Depan Kedutaan Besar Amerika Serikat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Nikita Willy Bagikan Potret Liburan Musim Panas di Belanda

    143 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Hari Lingkungan Hidup: Edukasi Lingkungan, Kegiatan Clean Up dan Penanaman Mangrove di TWA Angke, Ayo Less Waste Berhasil Tangani 26 Kilogram Sampah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Jangan Sampai Lupa Hal-Hal Penting Ini Sebelum ke Jakarta Fair

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Makna Talak dalam Kata “Udahan” yang Diucapkan Suami

    1107 shares
    Share 443 Tweet 277
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga