• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 8 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras

13/07/2025
in Khazanah, Unggulan
Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras

Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras (foto: Shibuya Street/Pixabay)

103
SHARES
789
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Belajar dari bangsa yang bekerja keras, yaitu Jepang. Bagi orang Jepang, bekerja adalah segalanya. Mereka juga sering disebut workaholic karena gila bekerja.

Jika ada orang Jepang yang datang pagi pukul 09.00 (jam resmi masuk kantor/bekerja) dan pukul 18.00 sudah pulang ke rumah, maka bisa disebut hal itu seperti tidak niat bekerja.

Umumnya, mereka baru beranjak dari kantor pada pukul 20.00. Itu pun tidak langsung ke rumah. Biasanya – khususnya kaum pria – bersosialisasi dulu dengan rekan-rekannya entah di restoran, karaoke, atau bahkan golf dan olahraga lainnya.

Namun demikian, mereka tetap disiplin, bahkan disiplin sangat tinggi karena meski pulang larut malam, keesokan harinya, datang tepat waktu ke kantornya.

Baca Juga: Relawan Muslim Bekerja Keras Membantu Orang Texas di Musim Dingin Ekstrim

Bangsa yang Bekerja Keras dan Loyal

Karena itu, jika bertandang ke Tokyo, deru kereta api pukul 06.00 pagi sudah berseliweran di jantung kota dan baru senyap setelah pukul 24.00. Jika pagi hari sekitar pukul 07.00 kereta bawah tanah sudah penuh sesak dengan orang yang menuju kantor.

Memang, pekerjaan bagi orang Jepang sangat penting karena pekerjaanlah memberikan jaminan sosial bagi mereka. Begitu pentingnya kerja, mereka menjadikan tempatnya bekerja sebagai bagian dari keluarganya.

Tidak heran jika pekerja Jepang ada yang berpuluh-puluh tahun mengabdi di tempat kerja (perusahaan) yang sama. Ini berbeda dengan di Barat yang orang-orangnya dengan cepat berpindah-pindah tempat kerja.

Namun demikian, saat ini, pemerintah Jepang juga mulai kebingungan karena makin banyak kaum muda Jepang yang lebih suka berpindah kerja bahkan memilih menjadi pekerja sampingan saja (arubaito) atau part time.

Memang, semua orang Jepang pernah melakukan arubaito ini, misalnya semasa SMA ataupun saat kuliah di perguruan tinggi.

Artinya, orang Jepang sejak muda sudah dilatih untuk mencari uang sendiri dengan bekerja part time di supermarket, toko, restoran, kantor pos, loper koran, dan sebagainya.

Lansia juga Mengisi Waktu Pensiun dengan Bekerja

Mereka yang sudah sepuh pun ada yang bekerja arubaito untuk mengisi waktu pensiunnya dengan bersih-bersih di hotel atau restoran misalnya.

Pekerjaan ini memang tidak terlalu terikat dan sedikit longgar dibandingkan pekerja biasa. Jam kerja pun biasanya masih bisa tawar-menawar.

Namun, jika makin banyak orang memilih pekerjaan paruh waktu, makin sulit pemerintah mendapatkan pajak penghasilan.

Fenomena arubaito ini sudah dikeluhkan pemerintah Negeri Matahari Terbit itu.

Namun demikian, di Jepang pun ada perusahaan jasa yang dapat menyalurkan tenaga kerja, bahkan memfasilitasinya dengan aneka pelatihan bagi mereka yang ingin ganti profesi.

Kembali ke etos kerja Jepang. Semangat kerja yang tinggi membuat jam kerja di Jepang paling tinggi dibandingkan pekerja di AS dan Eropa walaupun urusan hari kerjanya sama dengan AS dan Eropa, yaitu lima hari kerja.

Loyalitas terhadap perusahaan begitu besar sehingga mereka sanggup lembur tanpa dibayar.

Dari sejumlah situs dan blog, disebutkan bahwa rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2.450 jam per tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1.957 jam/tahun), Inggris (1.911 jam/tahun), Jerman (1.870 jam/tahun), dan Perancis (1.680 jam/tahun).

Sekadar catatan, seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama.

Berkat kerja keras ini, pertumbuhan industri di dalam negeri Jepang berkembang pesat, akibatnya kebutuhan tenaga kerja pun tinggi.

Itulah sekelumit tentang etos kerja orang Jepang, bangsa yang suka bekerja keras.[ind]

Sumber: Ganbatte! Meneladani Karakter Tangguh Bangsa Jepang. A.A. Azhari. Penerbit Grafindo: 2011.

Tags: Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pernikahan Bukan Soal Kecantikan atau Ketampanan

Next Post

Bisikan Setan agar Manusia Malu Bertobat

Next Post
Bisikan Setan agar Manusia Malu Bertobat

Bisikan Setan agar Manusia Malu Bertobat

Keagungan Kalimat Thoyyibah

Keagungan Kalimat Thoyyibah

Salimah Tulungagung Gelar Sosialisasi Bantuan Hidup Jantung Dasar bagi Peserta Sekolah Lansia

Salimah Tulungagung Gelar Sosialisasi Bantuan Hidup Jantung Dasar bagi Peserta Sekolah Lansia

  • Ayat Al-Qurán tentang Traveling

    Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    710 shares
    Share 284 Tweet 178
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8164 shares
    Share 3266 Tweet 2041
  • Pastikan Sabun yang Kamu Gunakan Halal

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2015 shares
    Share 806 Tweet 504
  • Perempuan Selalu Diingatkan Jaga Diri, Sementara Laki-laki Tidak Diajari Menjaga

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3638 shares
    Share 1455 Tweet 910
  • ParagonCorp Bersama DLH Pemprov DKI Jakarta dan Transjakarta Resmikan Paragon Empties Station di Halte CSW Jakarta

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    867 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4188 shares
    Share 1675 Tweet 1047
  • Paragon Empties Station Hadir Menjadi Langkah Nyata dalam Mengelola Sampah Kemasan Produk Kecantikan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga