• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 31 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras

13/07/2025
in Khazanah, Unggulan
Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras

Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras (foto: Shibuya Street/Pixabay)

102
SHARES
785
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Belajar dari bangsa yang bekerja keras, yaitu Jepang. Bagi orang Jepang, bekerja adalah segalanya. Mereka juga sering disebut workaholic karena gila bekerja.

Jika ada orang Jepang yang datang pagi pukul 09.00 (jam resmi masuk kantor/bekerja) dan pukul 18.00 sudah pulang ke rumah, maka bisa disebut hal itu seperti tidak niat bekerja.

Umumnya, mereka baru beranjak dari kantor pada pukul 20.00. Itu pun tidak langsung ke rumah. Biasanya – khususnya kaum pria – bersosialisasi dulu dengan rekan-rekannya entah di restoran, karaoke, atau bahkan golf dan olahraga lainnya.

Namun demikian, mereka tetap disiplin, bahkan disiplin sangat tinggi karena meski pulang larut malam, keesokan harinya, datang tepat waktu ke kantornya.

Baca Juga: Relawan Muslim Bekerja Keras Membantu Orang Texas di Musim Dingin Ekstrim

Bangsa yang Bekerja Keras dan Loyal

Karena itu, jika bertandang ke Tokyo, deru kereta api pukul 06.00 pagi sudah berseliweran di jantung kota dan baru senyap setelah pukul 24.00. Jika pagi hari sekitar pukul 07.00 kereta bawah tanah sudah penuh sesak dengan orang yang menuju kantor.

Memang, pekerjaan bagi orang Jepang sangat penting karena pekerjaanlah memberikan jaminan sosial bagi mereka. Begitu pentingnya kerja, mereka menjadikan tempatnya bekerja sebagai bagian dari keluarganya.

Tidak heran jika pekerja Jepang ada yang berpuluh-puluh tahun mengabdi di tempat kerja (perusahaan) yang sama. Ini berbeda dengan di Barat yang orang-orangnya dengan cepat berpindah-pindah tempat kerja.

Namun demikian, saat ini, pemerintah Jepang juga mulai kebingungan karena makin banyak kaum muda Jepang yang lebih suka berpindah kerja bahkan memilih menjadi pekerja sampingan saja (arubaito) atau part time.

Memang, semua orang Jepang pernah melakukan arubaito ini, misalnya semasa SMA ataupun saat kuliah di perguruan tinggi.

Artinya, orang Jepang sejak muda sudah dilatih untuk mencari uang sendiri dengan bekerja part time di supermarket, toko, restoran, kantor pos, loper koran, dan sebagainya.

Lansia juga Mengisi Waktu Pensiun dengan Bekerja

Mereka yang sudah sepuh pun ada yang bekerja arubaito untuk mengisi waktu pensiunnya dengan bersih-bersih di hotel atau restoran misalnya.

Pekerjaan ini memang tidak terlalu terikat dan sedikit longgar dibandingkan pekerja biasa. Jam kerja pun biasanya masih bisa tawar-menawar.

Namun, jika makin banyak orang memilih pekerjaan paruh waktu, makin sulit pemerintah mendapatkan pajak penghasilan.

Fenomena arubaito ini sudah dikeluhkan pemerintah Negeri Matahari Terbit itu.

Namun demikian, di Jepang pun ada perusahaan jasa yang dapat menyalurkan tenaga kerja, bahkan memfasilitasinya dengan aneka pelatihan bagi mereka yang ingin ganti profesi.

Kembali ke etos kerja Jepang. Semangat kerja yang tinggi membuat jam kerja di Jepang paling tinggi dibandingkan pekerja di AS dan Eropa walaupun urusan hari kerjanya sama dengan AS dan Eropa, yaitu lima hari kerja.

Loyalitas terhadap perusahaan begitu besar sehingga mereka sanggup lembur tanpa dibayar.

Dari sejumlah situs dan blog, disebutkan bahwa rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2.450 jam per tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1.957 jam/tahun), Inggris (1.911 jam/tahun), Jerman (1.870 jam/tahun), dan Perancis (1.680 jam/tahun).

Sekadar catatan, seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama.

Berkat kerja keras ini, pertumbuhan industri di dalam negeri Jepang berkembang pesat, akibatnya kebutuhan tenaga kerja pun tinggi.

Itulah sekelumit tentang etos kerja orang Jepang, bangsa yang suka bekerja keras.[ind]

Sumber: Ganbatte! Meneladani Karakter Tangguh Bangsa Jepang. A.A. Azhari. Penerbit Grafindo: 2011.

Tags: Belajar dari Bangsa yang Bekerja Keras
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pernikahan Bukan Soal Kecantikan atau Ketampanan

Next Post

Menyembunyikan Sesuatu dalam Rahim (Tafsir Al-Baqarah: 228)

Next Post
Menyembunyikan Sesuatu dalam Rahim

Menyembunyikan Sesuatu dalam Rahim (Tafsir Al-Baqarah: 228)

Bisikan Setan agar Manusia Malu Bertobat

Bisikan Setan agar Manusia Malu Bertobat

Keagungan Kalimat Thoyyibah

Keagungan Kalimat Thoyyibah

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    513 shares
    Share 205 Tweet 128
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7908 shares
    Share 3163 Tweet 1977
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5273 shares
    Share 2109 Tweet 1318
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3441 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2875 shares
    Share 1150 Tweet 719
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    445 shares
    Share 178 Tweet 111
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Si.Se.Sa. Annual Show 2026 “The Kaleidoscope” Tampilkan Evolusi Modest Fashion dari Kasual hingga Glamor

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga