ChanelMuslim.com – Tanya Ustaz, apakah guru ngaji atau pengajar TPQ/TPA dan pengisi pengajian rutin jamaah dan khotib Jumat berhak menerima zakat fitrah, dengan dasar mereka sebagaiย salah satu 8 asnaf yaitu fiisabilllah?
Oleh: Ustaz Farid Nu’man Hasan
Bismillahirrahmanirrahim. Ya, itu memang salah satu pendapat di antara dua pendapat ulama. Menurut mereka, semua bentuk kebaikan dan syiar Islam adalah makna fisabilillah.
Baca Juga:ย Sembako untuk Guru Ngaji di Sumbawa
Guru Ngaji termasuk Fii Sabilillah
Makna fisabilillah tidak hanya terbatas pada mujahidin.
Imam ar Razi Rahimahullah menjelaskan:
ูุงุนูู ุฃู ุธุงูุฑ ุงูููุธ ูู ูููู: ููู ุณุจูู ุงููู ูุง ููุฌุจ ุงููุตุฑ ุนูู ูู ุงูุบุฒุงุฉุ ูููุฐุง ุงูู ุนูู ููู ุงูููุงู ูู ยซุชูุณูุฑูยป ุนู ุจุนุถ ุงููููุงุก ุฃููู ุฃุฌุงุฒูุง ุตุฑู ุงูุตุฏูุงุช ุฅูู ุฌู ูุน ูุฌูู ุงูุฎูุฑ ู ู ุชูููู ุงูู ูุชู ูุจูุงุก ุงูุญุตูู ูุนู ุงุฑุฉ ุงูู ุณุงุฌุฏุ ูุฃู ูููู: ููู ุณุจูู ุงููู ุนุงู ูู ุงููู.
Ketahuilah bahwa secara zahir, lafaz firman-Nya: โdan fi sabilillahโ tidaklah mesti dibatasi hanya pada semua bentuk perang,
karena makna inilah Al Qaffal meriwayatkan dalam Tafsir-nya dari sebagian ahli fiqih bahwa mereka membolehkan menyerahkan zakat untuk semua bentuk kebaikan seperti mengkafankan mayat,
membangun bangunan yang kokoh, memakmurkan masjid, karena makna firman-Nya: โdan fi sabilillahโ adalah umum pada segala hal.
(Imam Ar Razi, Mafatihul Ghaib, 16/87. Cet. 3, 1420H. Ihyaโut Turats Al โArabi, Beirut)
Syaikh Yusuf al Qaradhawi Hafizhahullah berkata dalam salah satu fatwa di website resminya:
ููุฏ ูุตูุช ุงูุญุฏูุซ ูู ูุชุงุจู ุนู ู ุตุฑู “ูู ุณุจูู ุงููู” ูุขุฑุงุก ุงูู ุฐุงูุจ ูุงูุนูู ุงุก ูู ุชูุณูุฑู ูุชุญุฏูุฏ ู ุฏููููุ ู ู ุงูู ุชูุฏู ูู ูุงูู ุชุฃุฎุฑููุ ููุง ุฑูุจ ุฃู ู ููู ู ู ุญู ู “ุณุจูู ุงููู” ุนูู ู ุนูุงู ุงููุบูู ุงูุนุงู ุ ุงูุฐู ูุดู ู ูู ุทุฑูู ู ูุตู ุฅูู ู ุฑุถุงุฉ ุงูููุ ูุนูู ูุฐุง ูุฏุฎู ูู ู ุถู ููู ูู ุนู ู ู ู ุฃุนู ุงู ุงููุฑุจ ุฃู ุงูุฎูุฑุงุช
Saya telah jelaskan secara rinci hadits itu dalam buku saya tentang fisabilillah, serta bagaimana berbagai pendapat mazhab dan ulama dalam tafsirnya
tentang batasan dan maknanya baik ulama terdahulu dan belakangan.
Tidak ragu lagi, bahwa di antara mereka ada yang memaknai “sabilillah” itu dengan makna bahasanya yang lebih umum melingkupi semua jalan untuk mencapai ridha Allah.
Oleh karena itu, kata ini mencakup di dalamnya seluruh aktivitas pendekatan diri kepada Allah dan berbagai kebaikan. (selesai)
Baca Juga:ย Rendy Saputra, Cerita Mantan CEO Keke Busana yang Minta Dipanggil Guru Ngaji
Kegiatan Memperjuangkan Agama Allah
Oleh karenanya, semua bentuk upaya memperjuangkan agama Allah Taโala, meninggikan kedudukannya, dan memperluas syiarnya,
seperti membangun masjid, mencetak kitab-kitab para ulama, membendung Kristenisasi, membangun pesantren,
membuat Islamic Center, membangun media Islam, menggaji para ulama, ustadz dan daโi, dan yang lainnya semisalnya, itu termasuk makna โfi sabilillahโ.
Hal ini juga dikuatkan oleh Imam Shiddiq Hasan Khan Rahimahullah berikut ini:
ูู ู ุฌู ูุฉ ุณุจูู ุงููู ุงูุตุฑู ูู ุงูุนูู ุงุก ุงูุฐูู ูููู ูู ุจู ุตุงูุญ ุงูู ุณูู ูู ุงูุฏูููุฉ ูุฅู ููู ูู ู ุงู ุงููู ูุตูุจุง ุณูุงุก ูุงููุง ุฃุบููุงุก ุฃู ููุฑุงุก ุจู ุงูุตุฑู ูู ูุฐู ุงูุฌูุฉ ู ู ุฃูู ุงูุฃู ูุฑ ูุฃู ุงูุนูู ุงุก ูุฑุซุฉ ุงูุฃูุจูุงุก ูุญู ูุฉ ุงูุฏูู ูุจูู ุชุญูุธ ุจูุถุฉ ุงูุฅุณูุงู ูุดุฑูุนุฉ ุณูุฏ
ุงูุฃูุงู ููุฏ ูุงู ุนูู ุงุก ุงูุตุญุงุจุฉ ูุฃุฎุฐูู ู ู ุงูุนุทุงุก ู ุง ูููู ุจู ุง ูุญุชุงุฌูู ุฅููู
Dan di antara keumuman makna โfi sabilillahโ adalah menyerahkan zakat kepada para ulama yang memperjuangkan kemaslahatan agama kaum muslimin,
karena sesungguhnya mereka punya hak terhadap harta dari Allah, sama saja apakah mereka kaya atau faqir, bahkan memberikan zakat kepada bagian ini
termasuk perkara yang paling penting karena para ulama adalah pewaris para nabi, pengusung agama,
merekalah yang menjaga kemurnian agama Islam dan syariat sayyidul anam (Nabi Muhammad Shallallahu โAlaihi wa Sallam).
Dahulu para sahabat nabi mengambil dari pemberian zakat untuk memenuhi apa-apa yang menjadi kebutuhan mereka. (Ar Raudhah An Nadiyah, 1/207)
Demikian. Wallahu aโlam.[ind]





