• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 20 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Unggulan

Tidur Pada Awal Malam dan Bangun di Sepertiga Akhir

29/03/2026
in Unggulan, Ustazah
Tidur Pada Awal Malam Dan Bangun di Sepertiga Akhir

Foto: Pixabay

182
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RASULULLAH shallallahu ‘alaihi was sallam biasa mulai tidur di awal malam agar dapat bangun di sepertiga malam akhir untuk melaksanakan ibadah shalat tahajud. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Aisyah, istri Rasulullah:

“Dan dari Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, ‘Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir, lalu beliau shalat’.” (Muttafaq Alaih)

“Tidur pada awal malam,” maksudnya adalah tidur pada sepertiga malam yang pertama. Atau bisa juga dimaksudkan sebagai tidur setelah shalat isya’ berjamaah bersama para sahabat di masjid pada awal waktu.

Hadis ini erat kaitannya dengan hadis tentang keengganan Nabi tidur sebelum isya’ dan bercengkerama sesudahnya.

Baca Juga: Perbedaan Qiyamul Lail dan Tahajud

Tidur Pada Awal Malam Dan Bangun di Sepertiga Akhir

Alasan kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senang tidur di awal malam dijelaskan sendiri oleh hadis ini, yakni dikarenakan beliau ingin bangun pada tengah malam atau sepertiga malam, untuk kemudian beliau mengambil air wudhu dan mengerjakan shalat tahajjud.

Ibnu Annas berkata, “Suatu malam aku menginap di rumah Maimunah karena saat itu Nabi berada di sana. Aku ingin melihat bagaimana shalat beliau pada malam hari. Waktu itu beliau sempat berbincang sebentar (selepas isya’) dengan keluarga, kemudian beliau tidur.”

Namun demikian, bukan berarti kita tidak boleh tidur tengah malam. Sebab beliau sendiri terkadang juga tidur pada larut malam sekiranya sedang ada keperluan yang harus dikerjakan, atau karena satu dan lain hal.

Selain itu, Nabi juga mendiamkan sebagian sahabatnya yang biasa tidur larut malam. Karena beliau  mengetahui bahwa ada pekerjaan bermanfaat yang biasa dilakukan oleh sahabat tersebut sebelum tidur.

Seperti sikap Nabi yang mendiamkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, misalnya. Karena Abu Hurairah biasa mencatat di malam apa saja yang telah dia dengar pada hari itu dari lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang dia lihat dari perbuatan beliau.

Itulah makanya, Nabi berpesan kepada Abu Hurairah agar jangan tidur sebelum mengerjakan shalat witir.

Padahal shalat witir adalah penutup shalat malam, dan shalat malam afdhal jika dikerjakan di sepertiga malam akhir setelah bangun dari tidur.

Abu Hurairah berkata, “Kekasihku shallallahu a’lihi wa sallam berpesan tiga hal kepadaku; puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaq Alaih)

Nabi juga berpesan seperti ini kepada Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu dalam hadis shahih yang diriwayatkan Imam Muslim.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Ini adalah kebiasaan Nabi dan ini adalah sunnah. Artinya, apa yang biasa dilakukan beliau dalam hal ini tidak mutlak harus diikuti, dan orang yang tidak mengikutinya tidak berdosa, karena ini bukanlah sesuatu yang hukumnya wajib.

Tentu Saja dengan catatan, bahwa orang yang tidak mengikuti beliau dalam hal ini bukan dengan maksud hendak menyalahi sunnahnya, melainkan dikarenakan satu sebab penting yang mengharuskannya tidak tidur di awal malam.

Bahkan bisa jadi tidak sedikit, orang yang tidak tidur semalaman dan mengganti waktu tidurnya di siang hari.

Ambilah contoh misalnya, mereka yang bekerja pada malam hari, seperti satpam, penjaga malam, sopir bus malam, dan sebaginya.

Selama apa yang mereka lakukan dalam koridor perbuatan yang halal dan tidak ada unsur maksiat di sana, serta senantiasa melaksanakan kewajibannya insya Allah tidak ada masalah.

Bahkan jika itu adalah suatu pekerjaan yang seseorang menggantungkan hidupnya dari sana, maka dia justru mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala.[Ln/Sdz]

Sumber: 165 Kebiasaan Nabi, Abduh Zulfidar Akaha, Pustaka Al-Kautsar

Tags: Tidur Pada Awal Malam Dan Bangun di Sepertiga Akhir
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kemungkaran Merajalela Saat Syariat Disingkirkan

Next Post

Tafsir Surat Al Mulk Ayat 1 Memaknai Kehidupan

Next Post
Tafsir Surat Al Mulk Ayat 1 Memaknai Kehidupan

Tafsir Surat Al Mulk Ayat 1 Memaknai Kehidupan

Muzdalifah Jadi Tempat Terbuka Bagi Jemaah Haji yang Singgah dan Bermalam

Muzdalifah Jadi Tempat Terbuka Bagi Jemaah Haji yang Singgah dan Bermalam

Umat Pejuang di Antara Tipu Daya Musuh dan Pertolongan Allah

Umat Pejuang di Antara Tipu Daya Musuh dan Pertolongan Allah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8228 shares
    Share 3291 Tweet 2057
  • Wisuda Perdana Sekolah Lansia Salimah Bogor, 52 Lansia Tampil Aktif, Sehat, dan Menginspirasi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11259 shares
    Share 4504 Tweet 2815
  • Aisyiyah Denasri Batang Gelar Pelatihan Keamanan Digital untuk Pelaku Usaha, Gandeng PPSW Jakarta

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    751 shares
    Share 300 Tweet 188
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3684 shares
    Share 1474 Tweet 921
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2054 shares
    Share 822 Tweet 514
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4217 shares
    Share 1687 Tweet 1054
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2195 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3295 shares
    Share 1318 Tweet 824
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga