• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 25 Mei, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

11 Dampak Negatif Jika Anak Terlalu Dikekang

Mei 13, 2025
in Parenting, Unggulan
Pertolongan Allah Sungguh Dekat

(foto: pixabay)

236
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Jika anak terlalu dikekang, anak akan merasakan kebebasannya dibatasi. Selain itu, ada pula dampak negatif lainnya yang akan mempengaruhi perkembangan anak.

Dikutip dari Kulwap Tumbuh Yuk oleh Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini, Ahad (8/8), inilah dampak negatif jika orangtua melakukan pengekangan terhadap kebebasan anak.

11 Dampak Negatif Jika Anak Terlalu Dikekang

Baca Juga: Toxic Positivity dalam Pengasuhan Anak

Kebebasannya Dibatasi

Jika anak terlalu dikekang dan diatur maka anak akan merasakan kebebasannya dibatasi. Padahal karakteristik dasar anak itu ingin kebebasan.

Jiwa anak itu adalah jiwa bermain, bereksplorasi, berekspresi, berkreasi, menyukai tantangan dan kebebasan. Jika kebebasannya direnggut maka anak akan cenderung diam dan menyendiri.

Anak akan merasa jenuh dan bosan tinggal di rumah dan tentu saja, hal itu akan berdampak negatif bagi anak.

Membatasi Eksplorasi Potensi Anak

Di dalam kebebasannya, sebenarnya anak itu sedang mengeksplorasi potensinya. Bagaimana kita bisa mengetahui potensi anak jika anak tidak diberi kebebasan berekspresi.

Bagaimana kita mengetahui bahwa anak memiliki bakat dan kelebihan jika kita tidak membebaskan mereka beraktivitas. Bagaimana mereka mengembangkan potensinya jika kebebasannya dikekang.

Jadi sebagai orang tua hendaknya berusaha menemukan potensi anak dengan memberi kebebasan anak untuk berekspresi.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Game Online

Dibayangi Perasaan Ketakutan

Anak akan dibayangi perasaan tertekan dan ketakutan. Anak akan merasakan ketakutan dan tertekan, jika orang tuanya terlalu overprotektif.

Saat anak akan melakukan sesuatu, mereka akan dipenuhi bayangan rasa takut. Perasaan was-was dan ketakutan itu terjadi tatkala orang tuanya melihat apa yang sedang anak lakukan lalu orang tua akan mengatakan “jangan” apalagi disertai kemarahan.

Bagaimana anak tidak merasa tertekan jika di dalam hatinya selalu was-was. Ia merasa apa yang ia lakukan itu akan membuat orang tuanya marah. Tentu kita sebagai orang tua tidak ingin anak kita menjadi seorang penakut, bukan.

Hubungan Anak dan Orangtua Tidak Harmonis

Hubungan antara anak dan orang tua menjadi tidak harmonis. Hal ini tentu saja terjadi, akibat dari anak yang sering kali dikecewakan oleh orang tuanya.

Bagaimana anak tidak kecewa jika semua aktivitasnya dihalangi, ditolak, dibatasi bahkan dimarahi. Anak akan kecewa dan semakin kecewa kepada orang tuanya.

Saat mereka dewasa, anak bisa melakukan perbuatan yang kurang baik kepada orang tuanya sebagai ekspresi kekecewaannya yang terus menumpuk pada masa kecilnya.

Baca Juga: Anak Diejek Bodoh oleh Mertua

Menjadikan Anak Individualis

Pengekangan juga dapat menjadikan anak individualis. Anak bermain dengan dirinya sendiri dan sibuk dengan dirinya sendiri. Jiwa sosialnya rapuh dan tidak peka.

Hal tersebut disebabkan begitu sedikitnya interaksi anak dengan dunia luar termasuk juga interaksinya dengan anak-anak seusianya.

Anak Tidak Mampu Bersosialisasi

Pengekangan akan berdampak pada kurangnya kemampuan anak bersosialisasi. Anak akan cenderung menyendiri, mengasingkan diri, merasa tidak nyaman saat berada dalam sebuah pertemuan, pendiam, minder dan merasa takut jika harus bertemu dengan orang lain.

Baca Juga: Jangan Memuji Anak dengan Kritikan Masa Lalu

Anak Menjadi Pembangkang

Anak yang sering dikekang maka lama-kelamaan ia akan menjadi pembangkang dan pemberontak. Apa yang dikatakan orang tuanya tidak lagi ia dengar bahkan ia akan berani menjawab, beradu argumen dengan orang tuanya.

Ia akan terus melawan dan membantah apa saja yang orang tua katakan. Anak sudah tidak lagi menuruti kata orang tuanya. Kepercayaan anak kepada orang tuanya, pupus sudah.

Mengakibatkan Depresi

Anak bisa depresi. Ia akan merasa tidak nyaman dengan dirinya, dengan orang tuanya dan dengan lingkungannya. Ia akan merasa terasing. Ia membandingkan dirinya dengan orang lain.

Ia akan merasa menjadi orang yang paling sengsara. Dampaknya ia bisa melakukan hal-hal yang diluar nalar manusia, lebih ekstrem lagi ia bisa melakukan bunuh diri.

Baca Juga: Mari Kita Cek Pola Pengasuhan Anak-Anak Kita

Memendam Kekesalan

Saat anak sudah dewasa, ia akan mengekspresikan semua kekesalan yang selama ini ia tahan dan pendam. Sosmed menjadi sarana ideal untuk mengungkapkan segala kekesalannya termasuk juga kekesalannya kepada orang tuanya.

Mencari Kebebasan di Tempat yang Salah

Anak akan mencari kebebasan di tempat yang salah. Saat anak menginjak remaja ia akan cenderung berkawan dengan teman-temannya yang menawarkan kebebasan.

Anak akan terjerumus pada lubang kenistaan seperti ikut geng motor, berperilaku bebas, bahkan kebebasannya bisa kelewatan dengan melakukan seks bebas, tawuran ataupun penggunaan narkoba.

Baca Juga: 2 Kegiatan untuk Meningkatkan Kreativitas Anak

Tidak Pernah Menjadi Diri Sendiri

Anak tidak akan pernah menjadi dirinya sendiri. Dikarenakan di waktu kecil, anak tidak memiliki kebebasan untuk berekpresi, bereksplorasi sehingga jati diri dan potensinya tidak pernah muncul maka ia akan mudah melakukan imitasi.

Ia tidak memiliki pendirian, mudah terombang-ambing dan suka meniru perilaku orang lain yang sedang nge-tren.

Ayah Bunda, itulah 11 dampak negatif jika anak terlalu dikekang. Semoga keluarga Sahabat Muslim semua tidak ada yang melakukan pengekangan terhadap anak-anak ya.[ind]

Tags: dampak negatif jika anak terlalu dikekang
Previous Post

Agar Masalah jadi Ringan

Next Post

Abaikan Masa Lalu, Kuasai Hari Ini, Tepis Masa Depan

Next Post
Abaikan Masa Lalu, Kuasai Hari Ini, Tepis Masa Depan

Abaikan Masa Lalu, Kuasai Hari Ini, Tepis Masa Depan

Percantik Rumah dengan Kerajinan Bambu

Percantik Rumah dengan Kerajinan Bambu

Mengenal Rh-null, Golongan Darah Terlangka di Dunia

Mengenal Rh-null, Golongan Darah Terlangka di Dunia

.:: TERPOPULER

Chanelmuslim.com

© 1997 - 2022 ChanelMuslim - Media Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2022 ChanelMuslim - Media Pendidikan dan Keluarga