• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Jangan Memuji Anak dengan Kritikan Masa Lalu

12/05/2025
in Parenting, Unggulan
Stimulasi Gerak Lokomotor pada Anak

(foto: pixabay)

83
SHARES
642
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Jangan memuji dengan kritikan masa lalu. Bunda, memuji anak itu harus mampu membuat anak termotivasi dan mampu membesarkan hatinya, bukan malah sebaliknya, membuatnya kerdil dan demotivasi.

Memuji yang memberikan dorongan motivasi dan membesarkan hati, contohnya seperti ini, Bun. Saat anak tidak bertengkar dengan adik atau kakaknya, maka pujilah dengan kata-kata seperti ini:

“Bunda bangga dengan Kakak karena membuat Adik senang bermain dengan Kakak, pasti Allah tambah sayang dengan Kakak dan dicatat malaikat di bahu kanan sebagai amal kebaikan.”

Baca Juga: Jangan Ada Pencitraan dengan Allah

Jangan Memuji Anak dengan Kritikan Masa Lalu

Sebagai perbandingan Bun, berikut ini contoh memuji yang awalnya memotivasi namun malah menjadikan anak demotivasi dan menjatuhkan, misalnya:

“Ini baru anak hebat tidak bertengkar dengan Adiknya. Tidak seperti kemarin, bertengkar hingga Adik menangis, Bunda jadi pusing dan marah-marah sama Kakak”.

Bunda tahu, apa persamaan dan perbedaan dua pujian di atas. Betul sekali Bun, persamaannya adalah sama-sama memberikan pujian sedangkan perbedaannya adalah pujian yang kedua disertai kritikan masa lalu. Bunda memuji kebaikan anak sambil mengingatkan kesalahan anak di masa lalu.

Pujian yang diikuti kritikan masa lalu menjadikan pujian tidak berarti dan anak menjadi sedih karena diungkit kesalahan masa lalunya.

Jangankan anak, kita sendiri kalau diungkit-ungkit kesalahan masa lalu juga sebel dan benci-kan. Jadi, saat Bunda memuji anak, Bunda tidak perlu mengukit kesalahan anak masa lalu ya Bun.

Baca Juga:

Pujilah Perilakunya Bukan Fisiknya

Bunda, hendaknya menghindari memuji fisik anak tetapi pujilah sikap, usaha dan perilakunya. Hati-hati lho Bun, memuji fisik seperti cantik, gagah, tampan, putih, imut.

Kenapa Bun kira-kira pujian seperti itu perlu dihindari sebab pujian fisik itu bisa memunculkan sifat sombong dalam diri anak.

Biasanya pujian fisik itu dilakukan saat memanggil anak misalnya nih, hai cantik, anak ganteng, si tampan dan sebagainya. Pujian itu akan mendorong anak merasa tampan dan cantik sehingga memunculkan rasa bangga terhadap dirinya dan ujungnya timbul rasa sombong pada dirinya.

Pujilah perbuatan, perilaku dan sikap anak. Ingat ya Bun, Allah itu menilai perilaku bukan fisik seseorang. Jadi Bun, mulai sekarang stop memuji fisik anak ya, karena bisa melahirkan sikap sombong pada anak tetapi pujilah setiap sikap dan perilaku anak yang baik.

Satu lagi Bun, dampak positif memuji perilaku dan usaha anak itu akan menjadikan anak mampu mengontrol diri untuk senantiasa berbuat baik lebih banyak lagi dan berusaha tidak melakukan perbuatan yang tidak baik.[ind]

sumber: Kulwap Tumbuh Yuk! Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini. Rumah Pintar Aisha: Juli 2021.

Tags: Jangan Memuji Anak dengan Kritikan Masa Lalu
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mengenal Alergi pada Balita dan Cara Penanganannya

Next Post

Tips untuk Jadi Ayah Juara

Next Post
Jelaskan pengaruh durhaka kepada orang tua dalam kehidupan anak

Tips untuk Jadi Ayah Juara

Majelis Kesehatan PCA Jatiasih Kunjungi Posyandu Cempaka 1 Jatirasa

Majelis Kesehatan PCA Jatiasih Kunjungi Posyandu Cempaka 1 Jatirasa

Hijabersmom Community Gelar Kajian Bertema Ikhlas dan Sabar dalam Setiap Ujian Hidup

Hijabersmom Community Gelar Kajian Bertema Ikhlas dan Sabar dalam Setiap Ujian Hidup

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1886 shares
    Share 754 Tweet 472
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    248 shares
    Share 99 Tweet 62
  • Link Koleksi Murottal Terbaik Sepanjang Masa

    544 shares
    Share 218 Tweet 136
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8057 shares
    Share 3223 Tweet 2014
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3559 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11200 shares
    Share 4480 Tweet 2800
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1177 shares
    Share 471 Tweet 294
  • Berikut Daftar Minyak Goreng Bebas Afiliasi, Jangan Sampai Salah Pilih

    286 shares
    Share 114 Tweet 72
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3123 shares
    Share 1249 Tweet 781
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga