BULAN suci Ramadan akan segera tiba, ini adalah waktu untuk beribadah dan menyucikan jiwa.
Membaca hadits-hadits Nabi tentang Ramadan dan keberkahannya akan membuat diri semakin bersemangat untuk menikmati pengalaman Ramadan yang sangat spiritual dan menyejukkan jiwa.
Oleh karena itu, kami telah mengumpulkan 15 hadits yang berkaitan dengan Ramadan untuk Anda.
Hadits-hadits ini menyoroti keagungan bulan yang diberkahi ini, keutamaannya, pahala dan penawaran khusus, serta teladan Nabi di bulan Ramadan.
Lingkungan yang Menguntungkan
1. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Ketika Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dirantai.” (Al-Bukhari dan Muslim).
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Penghargaan yang Tak Tertandingi
2. Umm Saleem RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:
“(Melaksanakan) umrah di bulan Ramadan sama pahalanya dengan melaksanakan haji bersamaku.” (Diriwayatkan oleh Al-Albani).
3. Abu Hurayrah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Setiap perbuatan anak Adam akan dilipatgandakan, perbuatan baik dilipatgandakan sepuluh kali lipat nilainya, hingga 700 kali lipat. Allah berfirman: Kecuali puasa, yang merupakan hak-Ku dan Aku akan memberi pahala sesuai dengan nilainya. Karena orang meninggalkan keinginan dan makanannya demi Aku.
Ada dua momen kebahagiaan bagi orang yang berpuasa: pertama, saat ia berbuka puasa, dan kedua, saat ia bertemu dengan Tuhannya. Dan bau nafas (orang yang berpuasa) lebih baik di sisi Allah daripada wangi kasturi. (Al-Bukhari).
4. Abu Ayub RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa selamanya.” (Muslim).
15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Pendidikan Moral dan Disiplin Diri
5. Abu Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Puasa adalah perisai; maka ketika salah seorang dari kalian berpuasa, janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor atau meninggikan suara saat marah. Jika seseorang menyerangnya atau menghinanya, maka katakanlah: “Aku sedang berpuasa!” (Muslim).
Peluang untuk Pengampunan
6. Abu Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Lima shalat (harian), dan shalat Jumat berikutnya, serta shalat Ramadan berikutnya, merupakan penebusan dosa yang dilakukan di antara waktu tersebut, asalkan seseorang menjauhi dosa-dosa besar. (Al-Bukhari).
7. Abu Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan keimanan yang tulus dan berharap mendapatkan pahala dari Allah, maka semua dosa-dosanya di masa lalu akan diampuni. (Al-Bukhari dan Muslim).
8. Abu Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Barang siapa yang melaksanakan salat sunnah di bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (Al-Bukhari dan Muslim).
9. Abu Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Barang siapa yang melaksanakan shalat sunnah di malam Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang dahulu akan diampuni. (Al-Bukhari).
Perlindungan dari Api Neraka
10. Abu Sa’id Al-Khudri RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Barang siapa berpuasa satu hari karena Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka selama (jarak yang ditempuh oleh perjalanan selama) tujuh puluh tahun. (Al-Bukhari dan Muslim).
11. Utsman bin Abi Al-Aas meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Puasa berfungsi sebagai perisai dari api neraka.” (An-Nasa’i dan disahihkan oleh Al-Albani).
12. Abdullah ibn `Amr meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: Puasa dan Al-Qur’an akan menjadi penolong bagi hamba Allah pada Hari Kiamat; Orang yang berpuasa akan berkata, “Ya Tuhanku! Aku telah mencegahnya dari makanan dan keinginan di siang hari, maka terimalah syafaatku untuknya.”
Dan Al-Qur’an akan berkata, “Ya Tuhanku! Aku telah mencegahnya tidur di malam hari, maka terimalah syafaatku untuknya.”
Dengan demikian, permohonan syafaat dari keduanya akan diterima. (Ahmad dan disahihkan oleh Al-Albani).
Baca juga: Doa dan Amalan yang Banyak Dilakukan Para Salaf Jelang Ramadan
Perbuatan Lebih Bermakna daripada Kata.
13. Ibnu Abbas RA meriwayatkan:
“Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan di antara semua manusia, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya. Jibril biasa menemuinya setiap malam di bulan Ramadan untuk mengulang Al-Qur’an bersamanya. Maka, Rasulullah SAW pada waktu itu lebih dermawan daripada angin kencang.” (Al-Bukhari).
14. Aisyah RA meriwayatkan:
Rasulullah SAW biasa lebih giat beribadah selama bulan Ramadan daripada waktu-waktu lain dalam setahun; dan beliau lebih banyak beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan daripada di awal bulan. (Muslim).
15. Abu Hurayrah meriwayatkan:
Nabi Muhammad SAW biasa melakukan i’tikaf (pengasingan spiritual di masjid) setiap bulan Ramadan selama sepuluh hari; pada tahun wafatnya beliau, beliau melakukan i’tikaf selama dua puluh hari. (Al-Bukhari).
Demikianlah 15 hadits tentang Ramadan yang menggambarkan keutamaan, nilai ibadah, serta semangat perbaikan diri di bulan suci ini.
Hadits-hadits tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk memperkuat iman, memperbanyak amal kebaikan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW sebagaimana tercantum dalam hadits-hadits tersebut, umat Muslim diharapkan dapat menjalani Ramadan dengan lebih bermakna serta membawa nilai-nilai kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari, baik selama bulan Ramadan maupun setelahnya.[Sdz]





