• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 29 Agustus, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

Maret 7, 2025
in Quran Hadis, Unggulan
Tafsir Al Munir

(foto: pixabay)

4.9k
SHARES
37.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SAHABAT Muslim, sudah hafal dengan Hadits Arbain An-Nawawiyah pertama? Berikut terjemahan hadits tentang niat tersebut yaitu setiap amalan tergantung pada niat.

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh โ€˜Umar bin Al-Khattab radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุฃุนู…ูŽุงู„ ุจุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุงุชู ูˆุฅูู†ู‘ูŽู…ุง ู„ููƒูู„ู‘ู ุงู…ุฑูŠุกู ู…ุง ู†ูŽูˆูŽู‰ ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ูˆู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ู„ูุฏูู†ู’ูŠูŽุง ูŠูุตููŠู’ุจูู‡ุง ุฃูˆ ุงู…ุฑุฃุฉู ูŠูŽู†ู’ูƒูุญูู‡ูŽุง ูู‡ูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅู„ู‰ ู…ุง ู‡ูŽุงุฌูŽุฑูŽ ุฅู„ูŠู‡ู

Innamal a’maalu bin niyyat wa innamaa likullim ri im man nawaa, faman kaanat hijrotuhu ilaLlahu wa rasuulihi fahijrotuhu ilaLlahi wa rasuulihi, wa man kaanat hijrotuhu lidunya yushiibuha aw imrotiy yankiihuhaa fahijrotuhu ilaa maa ha jara ilayhi.

โ€œSesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya.

Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

Baca Juga:ย Keutamaan Menghafal 40 Hadits Menurut Imam Nawawi

Penjelasan Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan.

Balasannya sangat mulia ketika seseorang berniat ikhlas karena Allah, berbeda dengan seseorang yang berniat beramal hanya karena mengejar dunia seperti karena mengejar wanita.

Dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia.

Niat secara bahasa berarti al-qashd (keinginan). Sedangkan niat secara istilah syarโ€™i, yang dimaksud adalah berazam (bertekad) mengerjakan suatu ibadah ikhlas karena Allah, letak niat dalam batin (hati).

Kalimat โ€œSesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnyaโ€, ini dilihat dari sudut pandang al-manwi, yaitu amalan.

Sedangkan kalimat โ€œSetiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkanโ€, ini dilihat dari sudut pandang al-manwi lahu, yaitu kepada siapakah amalan tersebut ditujukan, ikhlas lillah ataukah ditujukan kepada selainnya.

Baca Juga:ย Kumpulan Hadits untuk Diamalkan Sehari-hari

Faedah Hadits

1- Dalam Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam (1:61) Hadits ini dikatakan oleh Imam Ahmad sebagai salah satu hadits pokok dalam agama kita (disebut ushul al-islam).

Imam Ibnu Daqiq Al-โ€˜Ied dalam syarhnya (hlm. 27) menyatakan bahwa Imam Syafiโ€™i mengatakan kalau hadits ini bisa masuk dalam 70 bab fikih. Ulama lainnya menyatakan bahwa hadits ini sebagai tsulutsul Islam (sepertiganya Islam).

2- Tidak mungkin suatu amalan itu ada kecuali sudah didahului niat. Adapun jika ada amalan yang tanpa niat, maka tidak disebut amalan seperti amalan dari orang yang tertidur dan gila.

Sedangkan orang yang berakal tidaklah demikian, setiap beramal pasti sudah memiliki niat. Para ulama mengatakan,

โ€œSeandainya Allah membebani suatu amalan tanpa niat, maka itu sama halnya membebani sesuatu yang tidak dimampui.โ€

3- โ€œSetiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkanโ€, maksud hadits ini adalah setiap orang akan memperoleh pahala yang ia niatkan.

Coba perhatikan dua hadits berikut ini.

Dari Abu Yazid Maโ€™an bin Yazid bin Al Akhnas radhiyallahu โ€˜anhum, -ia, ayah dan kakeknya termasuk sahabat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, di mana Maโ€™an berkata bahwa ayahnya yaitu Yazid pernah mengeluarkan beberapa dinar untuk niatan sedekah.

Ayahnya meletakkan uang tersebut di sisi seseorang yang ada di masjid (maksudnya: ayahnya mewakilkan sedekah tadi para orang yang ada di masjid, -pen).

Lantas Maโ€™an pun mengambil uang tadi, lalu ia menemui ayahnya dengan membawa uang dinar tersebut. Kemudian ayah Maโ€™an (Yazid) berkata, โ€œSedekah itu sebenarnya bukan kutujukan padamu.โ€

Maโ€™an pun mengadukan masalah tersebut kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Lalu beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชูŽ ูŠูŽุง ูŠูŽุฒููŠุฏู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฎูŽุฐู’ุชูŽ ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ู†ู

โ€œEngkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Maโ€™an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati.โ€ (HR. Bukhari, no. 1422).

Hadits di atas menunjukkan bahwa Setiap orang akan diganjar sesuai yang ia niatkan walaupun realita yang terjadi ternyata menyelisihi yang ia maksudkan.

Termasuk dalam sedekah, meskipun yang menerima sedekah adalah bukan orang yang berhak.

Hadits kedua, โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ยซ ูŠูŽุบู’ุฒููˆ ุฌูŽูŠู’ุดูŒ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉูŽ ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ุจูุจูŽูŠู’ุฏูŽุงุกูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูŠูุฎู’ุณูŽูู ุจูุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุขุฎูุฑูู‡ูู…ู’ ยป . ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽูŠู’ููŽ ูŠูุฎู’ุณูŽูู ุจูุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุขุฎูุฑูู‡ูู…ู’ ุŒ ูˆูŽูููŠู‡ูู…ู’ ุฃูŽุณู’ูˆูŽุงู‚ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูŠูุฎู’ุณูŽูู ุจูุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุขุฎูุฑูู‡ูู…ู’ ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ููŠูŽู‘ุงุชูู‡ูู…ู’ ยป

โ€œAkan ada satu kelompok pasukan yang hendak menyerang Kaโ€™bah, kemudian setelah mereka berada di suatu tanah lapang, mereka semuanya dibenamkan ke dalam perut bumi dari orang yang pertama hingga orang yang terakhir.โ€

โ€˜Aisyah berkata, saya pun bertanya, โ€œWahai Rasulullah, bagaimanakah semuanya dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, sedangkan di tengah-tengah mereka terdapat para pedagang serta orang-orang yang bukan termasuk golongan mereka (yakni tidak berniat ikut menyerang Kaโ€™bah)?โ€

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab, โ€œMereka semuanya akan dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, kemudian nantinya mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka.โ€ (HR. Bukhari, no. 2118 dan Muslim, no. 2884, dengan lafal dari Bukhari).

4- Niat itu berarti bermaksud dan berkehendak. Letak niat adalah di dalam hati. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

ูˆูŽุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู ู…ูŽุญูŽู„ู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ุจูุงุชู‘ูููŽุงู‚ู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุ› ููŽุฅูู†ู’ ู†ูŽูˆูŽู‰ ุจูู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู’ ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุฃูŽุชู’ู‡ู ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู ุจูุงุชู‘ูููŽุงู‚ูู‡ูู…ู’

โ€œNiat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama.โ€ (Majmuโ€™ah Al-Fatawa, 18:262)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, โ€œSiapa saja yang menginginkan melakukan sesuatu, maka secara pasti ia telah berniat.

Semisal di hadapannya disodorkan makanan, lalu ia punya keinginan untuk menyantapnya, maka ketika itu pasti ia telah berniat.

Demikian ketika ia ingin berkendaraan atau melakukan perbuatan lainnya. Bahkan jika seseorang dibebani suatu amalan lantas dikatakan tidak berniat, maka sungguh ini adalah pembebanan yang mustahil dilakukan.

Karena setiap orang yang hendak melakukan suatu amalan yang disyariatkan atau tidak disyariatkan pasti ilmunya telah mendahuluinya dalam hatinya, inilah yang namanya niat.โ€ (Majmuโ€™ah Al-Fatawa, 18:262)

5- Niat ada dua macam: (1) niat pada siapakah ditujukan amalan tersebut (al-maโ€™mul lahu), (2) niat amalan.

Niat jenis pertama adalah niat yang ditujukan untuk mengharap wajah Allah dan kehidupan akhirat. Inilah yang dimaksud dengan niat yang ikhlas.

Sedangkan niat amalan itu ada dua fungsi:

Fungsi pertama adalah untuk membedakan manakah adat (kebiasaan), manakah ibadah. Misalnya adalah puasa. Puasa berarti meninggalkan makan, minum dan pembatal lainnya.

Namun terkadang seseorang meninggalkan makan dan minum karena kebiasaan, tanpa ada niat mendekatkan diri pada Allah. Terkadang pula maksudnya adalah ibadah.

Oleh karena itu, kedua hal ini perlu dibedakan dengan niat.

Fungsi kedua adalah untuk membedakan satu ibadah dan ibadah lainnya. Ada ibadah yang hukumnya fardhu โ€˜ain, ada yang fardhu kifayah, ada yang termasuk rawatib, ada yang niatnya witir, ada yang niatnya sekedar shalat sunnah saja (shalat sunnah mutlak). Semuanya ini dibedakan dengan niat.

6- Hijrah itu berarti meninggalkan. Secara istilah, hijrah adalah berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam.

Hijrah itu hukumnya wajib bagi muslim ketika ia tidak mampu menampakkan lagi syiar agamanya di negeri kafir. Hijrah juga bisa berarti berpindah dari maksiat kepada ketaatan.

7- Dalam beramal butuh niat ikhlas. Karena dalam hadits disebutkan amalan hijrah yang ikhlas dan amalan hijrah yang tujuannya untuk mengejar dunia. Hijrah pertama terpuji, hijrah kedua tercela.

Ibnu Masโ€™ud menceritakan bahwa ada seseorang yang ingin melamar seorang wanita. Wanita itu bernama Ummu Qais.

Wanita itu enggan untuk menikah dengan pria tersebut, sampai laki-laki itu berhijrah dan akhirnya menikahi Ummu Qais.

Maka orang-orang pun menyebutnya Muhajir Ummu Qais. Lantas Ibnu Masโ€™ud mengatakan, โ€œSiapa yang berhijrah karena sesuatu, fahuwa lahu (maka ia akan mendapatkannya, pen.).โ€ (Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 1:74-75. Perawinya tsiqah sebagaimana disebutkan dalam Tharh At-Tatsrib, 2:25.

Namun Ibnu Rajab tidak menyetujui kalau cerita Ummu Qais jadi landasan asal cerita dari hadits innamal aโ€™malu bin niyyat yang dibahas). Namun tentu hijrah bukan karena lillah, cari ridha-Nya, maka tidak dibalas oleh Allah.

Amalan lainnya sama dengan hijrah, benar dan rusaknya amal tersebut tergantung pada niat. Demikian kata Ibnu Rajab dalam Jamiโ€™ Al-โ€˜Ulum wa Al-Hikam, 1:75.

Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu berkata,

ู…ูŽู†ู’ ุทูŽู„ูŽุจูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ู„ููŠูุฌูŽุงุฑูู‰ูŽ ุจูู‡ู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกูŽ ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูู…ูŽุงุฑูู‰ูŽ ุจูู‡ู ุงู„ุณู‘ูููŽู‡ูŽุงุกูŽ ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุตู’ุฑูููŽ ุจูู‡ู ูˆูุฌููˆู‡ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฏู’ุฎูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ

โ€œBarangsiapa menuntut ilmu hanya ingin digelari ulama, untuk berdebat dengan orang bodoh, supaya dipandang manusia, Allah akan memasukkannya dalam neraka.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 2654 dan Ibnu Majah, no. 253. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Dari Abu Saโ€™id Al-Khudri radhiyallahu โ€˜anhu, di mana ia berkata,

ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูˆูŽู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูŽุชูŽุฐูŽุงูƒูŽุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุณููŠุญูŽ ุงู„ุฏูŽู‘ุฌูŽู‘ุงู„ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุฃูŽุฎู’ูˆูŽูู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณููŠุญู ุงู„ุฏูŽู‘ุฌูŽู‘ุงู„ู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ุจูŽู„ูŽู‰. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ุงู„ู’ุฎูŽููู‰ูู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู…ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ู‰ ููŽูŠูุฒูŽูŠูู‘ู†ู ุตูŽู„ุงูŽุชูŽู‡ู ู„ูู…ูŽุง ูŠูŽุฑูŽู‰ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุธูŽุฑู ุฑูŽุฌูู„ู ยป

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah keluar menemui kami dan kami sedang mengingatkan akan (bahaya) Al-Masih Ad Dajjal.

Lantas beliau bersabda, โ€œMaukah kukabarkan pada kalian apa yang lebih samar bagi kalian menurutku dibanding dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal?โ€ โ€œIyaโ€, para sahabat berujar demikian kata Abu Saโ€™id l- Khudri.

Beliau pun bersabda, โ€œSyirik khafi (syirik yang samar) di mana seseorang shalat lalu ia perbagus shalatnya agar dilihat orang lain.โ€ (HR. Ibnu Majah, no. 4204. Al-Hafiz Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Sahabat Muslim, demikian penjelasan hadits arbain pertama tentang niat. Semoga bermanfaat.[ind]

Sumber https://rumaysho.com/16311-hadits-arbain-01-setiap-amalan-tergantung-pada-niat.html

Tags: hadits arbain satuterjemahan hadits arbain
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Penderita Diabetes Mengontrol Kadar Gula Darah Selama Puasa Ramadan

Next Post

Ramadan di Sarajevo Bosnia Herzegowina

Next Post
Ramadan di Sarajevo Bosnia Herzegowina

Ramadan di Sarajevo Bosnia Herzegowina

Miras Sumber Kriminalitas

Miras Sumber Kriminalitas

Kiat Agar Tidak Diganggu Setan, Lakukanlah Amalan-Amalan Ini (Bagian 8)

Kiat Agar Tidak Diganggu Setan, Lakukanlah Amalan-Amalan Ini (Bagian 8)

  • shakila premium

    Kenalan sama Bahan Shakila Premium yang Lagi Naik Daun Yuk!

    36726 shares
    Share 14690 Tweet 9182
  • 33 Pertanyaan yang Harus Ditanyakan Setiap Gadis Saat Taaruf

    11120 shares
    Share 4448 Tweet 2780
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    10997 shares
    Share 4399 Tweet 2749
  • Ucapkan Barakallah sebagai Pengganti Selamat

    7923 shares
    Share 3169 Tweet 1981
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7251 shares
    Share 2900 Tweet 1813
Chanelmuslim.com

ยฉ 1997 - 2022 ChanelMuslim - Media Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

ยฉ 1997 - 2022 ChanelMuslim - Media Pendidikan dan Keluarga