• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 22 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Al-Mulk Ayat 2, Standar Kelulusan Ujian

01/03/2026
in Quran Hadis, Unggulan
Al-Mulk Ayat 2, Standar Kelulusan Ujian

Foto: Unsplash

104
SHARES
800
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

STANDAR kelulusan ujian ini adalah yang terbaik (ahsanu ‘amala). Bukan mereka yang banyak bicara. Bukan mereka yang banyak berbuat. Tapi mereka yang bagus dan benar amalnya.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Q.S. Al-Mulk: 2)

Dimensi paling bagus ini mencakup berbagai lini kehidupan. Dari aspek spirit, berupa kejernihan dan kebeningan hati. Dari aspek lainnya, kualitas dan profesional.

Keberhasilan aspek pertama, akan membantu, sedikit banyak, keberhasilan aspek kedua.

Dalam usaha membuahkan kerja produktif dan profesional yang jujur, maka akal manusia berperan untuk mewujudkan prestasi ini.

Baca Juga: Al-Mulk Ayat 1, Ujian Adalah Sebuah Keniscayaan

Al-Mulk Ayat 2, Standar Kelulusan Ujian

Karenanya sangat pantas jika kemudian akal ini dijadikan salah satu sarana pembantu kekhilafahan manusia di bumi.

Namun, ada hal lain yang kadang membuat manusia yang lemah lagi bodoh ini untuk mendewakan akal. Ia dijadikan satu-satunya sandaran yang dikultuskan. Bahwa akal adalah segala-galanya.

Padahal akal ini juga sebagaimana hati, digunakan sebagai sarana kekhilafahan yang dibimbing dan dipedomani dengan ajaran yang dibawa seorang rasul Allah.

Akal tidak untuk didewakan dan dikultuskan, sebagaimana hati dan perasaan tidak pula untuk diperturutkan secara emosional.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Maka al-Quran tak pernah memuat secara langsung kata al-aqlu (akal), ini dimaksudkan agar kita juga tidak terlalu mendewakan akal. Wallahu ‘alam.

Yang dipuji Allah adalah proses menggunakan akal. Dianjurkan dan dijadikan sarana meraih prestasi dan posisi yang tinggi di sisi-Nya sebagai orang yang beriman dan berilmu.

Pengkultusan akal ini suatu saat bisa mengakibatkan pengkultusan diri. Pada saat kekuasaan dan harta digenggam. Pada saat tak ada orang yang berani mengatakan tidak untuk melawan keputusaannya.

Pada saat semua orang terdiam, bungkam oleh keterpaksaan. Saat itulah firaun-firaun Musa menjelma menjadi zat yang merasa besar.

Congkak namun dungu “…(Seraya) berkata: “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”. (QS. 79:24)

Orang-orang yang gagal itu akan enggan bila diajak berpikir. Siapa yang mendatangkan badai atau hujan batu? Apakah kalian merasa tenang-tenang saja dari ditimpa hal-hal seperti itu di bawah langit? Langit siapakah itu?

Ketika Allah menjadikan bumi ini sebagai tempat tinggal manusia, ia seolah tidak pernah merasa bahwa bumi ini berputar dengan cepatnya.

Di samping itu bumi dan beberapa planet di sekelilingnya juga berputar lebih cepat mengelilingi matahari sebagai pusat peredaran planet-planet.

Pernahkah ia berpikir? Pernahkah manusia membayangkan, air laut yang sangat banyak itu mengapa tidak tumpah?

Dan semua penghuni bumi juga tidak terlempar dengan kecepatan perputaran tersebut. Siapakah yang menjadikan hal tersebut?

Lihatlah burung ketika terbang. Saat mengembangkan dan menahan sayapnya. Siapa yang menahannya berada di udara di atas kita.

Siapa yang memberi rezeki? Menjodohkan dan mengabulkan berbagai permohonan?

Siapa yang menghidupkan dan mematikan. Mencipta kehidupan sekaligus mencabutnya dan menjelmakan sebuah kematian sebagai gantinya?

Siapa yang menjadikan bumi ini layak untuk dihuni para khalifah Allah. Yang sekaligus ditugaskan memakmurkannya serta menikmati segala fasilitasnya.

Katakanlah: “Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS. 67:23).

Benar, sungguh sedikit yang mau mengerti dan paham serta menyukuri segala fasilitas ini.

Bukankah dengan ini manusia sudah cukup diajak berdialog dengan sangat demokratis. Sebelum jatuh vonis kelak di hari yang tak ada perbantahan di sana.

Karena hanya ada sebuah kesaksian yang jauh dari rekayasa. Kesaksian yang berbicara dengan titah kejujuran.

Sangat adil. Dia mengaruniai manusia pendengaran, penglihatan serta hati untuk menyeimbangkan akal.

Sekaligus menyempurnakan perangkat dan peralatan menempuh ujian. Adapun sarana dan perangkat lain, manusia dianjurkan untuk berinovasi serta kreatif menemukan dan menggunakannya.

Setelah itu, dengan keterbukaan akal dan wawasan, kita tahu bahwa lahan prestasi dalam hidup ini sangatlah luas.

Berbuat apa saja bisa dijadikan sebagai lahan peningkatan poin dalam buku prestasi amal.

Bahkan tidur dan makan pun sebagai pemenuhan di antara insting manusia bisa diframe dalam bingkai prestasi.

Dengan niat yang baik. Secara vertikal kepada Sang Pemilik hidup dan mati, kita tahu berinteraksi.

Kepada diri kita, kita juga tahu dan paham. Serta kepada apa dan siapa saja di sekeliling kita, semua ada cara interaksinya.

Semua bisa dibingkai untuk meningkatkan raihan prestasi kita. Dengan kesungguhan. Dan dengan kecerdasan akal kita. Serta dengan kekuatan bashirah.

Setelah itu, laluilah. Jalanilah kehidupan ini apa adanya. Kelak kita hanya tinggal menuai hasilnya.

Bersegeralah isi bilik-bilik prestasi itu. Sebelum semuanya menjadi terlambat. Dan tiada guna lagi sesal saat itu.

“Katakanlah:”Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”. (QS. 67:30)

Sedang para hamba-Nya yang berprestasi hari itu, akan diberi nilai bermacam-macam dan berbeda sesuai dengan amalnya.

Pada hari itu mereka dihargai dengan derajat yang bertingkat-tingkat. Siapakah yang beruntung saat penyematan prestasi itu dilakukan di depan Allah, para malaikat; penghuni langit.

Jin dan manusia, serta para penduduk dunia dari berbagai penjuru dan dari setiap masa. Akankah kita termasuk salah satu dari mereka?

Wallahu al musta’an

Catatan Dr. Syaiful Bahri, M.A

[Ln/Sdz]

Tags: Al-Mulk Ayat 2Standar Kelulusan Ujian
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sebelum Mengkhitbah Perhatikan Hal-Hal Berikut

Next Post

Kisah Kasim Pembersih Wajan, Sang Pencari Lailatul Qadar

Next Post
Kisah Kasim Pembersih Wajan, Sang Pencari Lailatul Qadar

Kisah Kasim Pembersih Wajan, Sang Pencari Lailatul Qadar

Tips Minum Teh agar Hasil Diet Lebih Maksimal

Tips Minum Teh agar Hasil Diet Lebih Maksimal

Keadaan Seorang Mukmin seperti Tangkai Ditiup Angin

Suci itu Bagian dari Iman

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1973 shares
    Share 789 Tweet 493
  • Surat Al-Mutaffifin Ayat 7-9, Apa itu Sijjin?

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8090 shares
    Share 3236 Tweet 2023
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1951 shares
    Share 780 Tweet 488
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3588 shares
    Share 1435 Tweet 897
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    648 shares
    Share 259 Tweet 162
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Jika Takdir Tiba Maka Lenyaplah Semua Rencana

    866 shares
    Share 346 Tweet 217
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2393 shares
    Share 957 Tweet 598
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga