• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 6 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Wanita yang Ditinggal Wafat Suaminya

11/12/2025
in Syariah, Unggulan
Belajar Tawakal dari Anak Usia Sepuluh Tahun

Belajar Tawakal dari Anak Usia Sepuluh Tahun (foto: pixabay)

112
SHARES
861
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Wanita yang ditinggal wafat suaminya. Ustaz, izin bertanya. Bismillah. Bagaimanakah adab ziyarah kubur? Jika seorang istri suami meninggal, terkait masalah iddah, berapa waktunya? Apakah yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat masa iddah? Kewajiban dan haknya? Jazakumullahu khairan.

Baca Juga: Macam-macam Masa Iddah Muslimah

Wanita yang Ditinggal Wafat Suaminya

Oleh: Ustaz Farid Nu’man Hasan

Jawaban: Bismillahirrahmanirrahim. Wanita yang ditinggal wafat suaminya, mesti melewati masa ‘iddah dan ihdad (berkabung).

Masa iddahnya itu JIKA wanita sudah Menopause seperti kasus yang ditanyakan, adalah selama 3 bulan. (Lihat Ath Thalaq ayat 4)

Kalau wanita itu belum menopause, masa iddah karena suami wafat adalah 4 bulan 10 hari. (lihat Al Baqarah ayat 234)

Wanita yang mengalami masa ‘iddah dan ihdad WAJIB berdiam di rumah sejak suaminya wafat sampai selesai masa iddahnya, dan tidak boleh bersolek atau yang semisalnya. (Al Mausu’ ah, 2/104)

NAMUN, BOLEH KELUAR jika ADA KEPERLUAN yang tidak bisa diwakili orang lain..

Jika Wanita ‘Iddah Keluar Rumah Karena Ada Keperluan

Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata:

وللمعتدة الخروج في حوائجها نهارا , سواء كانت مطلقة أو متوفى عنها . لما روى جابر قال : طُلقت خالتي ثلاثا , فخرجت تجذّ نخلها , فلقيها رجل , فنهاها , فذكرت ذلك للنبي صلى الله عليه وسلم فقال : (اخرجي , فجذي نخلك , لعلك أن تصدّقي منه , أو تفعلي خيرا) رواه النسائي وأبو داود

Boleh bagi wanita ‘Iddah keluar rumah di siang hari jika ada keperluan, sama saja baik karena wafat atau dicerai.

Berdasarkan riwayat dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu:

Bibiku sudah diceraikan tiga hari lamanya, dia keluar rumah untuk memotong kurmanya, dia berjumpa seorang laki-laki dan laki-laki itu melarangnya keluar. Peristiwa itu diadukan ke Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Nabi bersabda:

“KELUARLAH kamu, dan potonglah kurmamu, dan sedekahlah dengannya dan berbuat baiklah.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i)

(Al Mughni, 8/130)

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah menjelaskan:

المرأة في عدة الوفاة لها أن تخرج من بيتها في النهار لقضاء حوائجها ، كالذهاب للطبيب ، ومتابعة الإجراءات الحكومية إذا لم يوجد من يقوم بها بدلا عنها ، وأما الليل فلا تخرج فيه إلا لضرورة .

Seorang wanita yang ditinggal wafat, dia BOLEH keluar rumah saat masa ‘iddahnya di siang hari untuk memenuhi keperluannya, seperti ke dokter, mengikuti aktivitas yang ditetapkan pemerintah, jika memang tidak didapatkan orang lain sebagai penggantinya. Ada pun di malam hari tidak boleh dia keluar, kecuali darurat.

(Fatawa Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 95297)

Fatwa Al Lajnah Ad Daimah

الأصل: أن تحد المرأة في بيت زوجها الذي مات وهي فيه، ولا تخرج منه إلا لحاجة أو ضرورة؛ كمراجعة المستشفى عند المرض، وشراء حاجتها من السوق كالخبز ونحوه، إذا لم يكن لديها من يقوم بذلك

Pada dasarnya wanita yang sedang berkabung itu di rumah suaminya yang wafat dan dia tinggal di situ. Janganlah keluar kecuali ada keperluan dan mendesak. Seperti ke rumah sakit saat sakit, membeli kebutuhannya ke pasar, roti, dan lainnya, jika tidak ada orang lain yang menjalankannya.

(Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 20/440)

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah menjelaskan:

فقد ذهب جمهور العلماء – ومنهم أئمة المذاهب الأربعة – إلى أن للحادة الخروج من منزلها في عدة الوفاة نهاراً إذا احتاجت إلى ذلك، كما أنه يجوز في الليل أيضا للحاجة عند جمهور الفقهاء، إلا أنها لا تبيت إلا في بيتها

Mayoritas ulama berpendapat – di antaranya adalah imam yang empat- bahwa wanita berkabung boleh keluar di siang hari dari rumahnya di waktu ‘Iddah karena wafatnya suami jika memang ada kebutuhan, sebagaimana dibolehkan juga keluar malam menurut mayoritas ahli fiqih jika ada kebutuhan, selama tidak sampai bermalam kecuali di rumahnya.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah no. 262162)

Demikian. Wallahu a’lam.[ind]

Tags: Wanita yang Ditinggal Wafat Suaminya
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Penutupan Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang

Next Post

Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Jalani Ibadah Umroh Bersama Buah Hati Mereka

Next Post
Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Jalani Ibadah Umroh Bersama Buah Hati Mereka

Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Jalani Ibadah Umroh Bersama Buah Hati Mereka

Kebakaran Gedung Terra Drone dan Korban Tewas yang Hamil Tua

Kebakaran Gedung Terra Drone dan Korban Tewas yang Hamil Tua

Pesantren 4.0: Teknologi Sudah Canggih, Tapi Pintu Masih Tertutup untuk Santri Neurodivergen

Pesantren 4.0: Teknologi Sudah Canggih, Tapi Pintu Masih Tertutup untuk Santri Neurodivergen

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8589 shares
    Share 3436 Tweet 2147
  • Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11411 shares
    Share 4564 Tweet 2853
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3863 shares
    Share 1545 Tweet 966
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    922 shares
    Share 369 Tweet 231
  • SMP JIBS–JIGSc Raih Prestasi Gemilang, Cetak Top Achievers TKA 2025–2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah, Semua Bisa Terjadi!

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4394 shares
    Share 1758 Tweet 1099
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3397 shares
    Share 1359 Tweet 849
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga