• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Kedudukan Hadis Membaca Yasin di Kuburan Orangtua

31/08/2025
in Quran Hadis, Unggulan
Kedudukan Hadis Membaca Yasin di Kuburan Orangtua

Foto: Antara

107
SHARES
824
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HADIS membaca surah yasin di kuburan orangtua banyak digunakan masyarakat saat mengunjungi kubur orangtua mereka.

Namun sangat jarang yang memeriksa kembali kedudukan hadis tersebut dalam disiplin ilmu mushtalah hadis yang telah dibentuk oleh para ulama.

Bunyi hadis tersebut adalah sebagai berikut:

من زار قبر والديه كل جمعة ، فقرأ عندهما أو عنده  ( يس )  غفر له بعدد كل آية أو حرف “

Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya, lalu dia membaca di sisi keduanya atau salah satunya surat Yasin, maka dia akan diampuni sebanyak ayat atau huruf surat itu.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan 2026
– Imam Abdul Ghani Al Maqdisi dalam As Sunan, 2/91
– Imam Ibnu ‘Adil dalam  Al Kamil,  5/152

Baca Juga: Macam-Macam Sedekah Menurut Hadis

Kedudukan Hadis Membaca Yasin di Kuburan Orangtua

Ustaz Farid Nu’man Hasan dalam tulisannya memaparkan sanad beserta kritiknya dari para ulama:

Sanad hadis ini:

Abu Muhammad bin Hayyan berkata kepadaku Abu Ali bin Ibrahim, berkata kepadaku Abu Mas’ud Yazid bin Khalid, berkata kepadaku ‘Amru bin Ziyad Al Baqal Al Khurasani, berkata kepadaku Yahya bin Sulaiman, dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, dari ayahnya, lalu disebut hadis di atas.

Hadis ini palsu dan tidak ada dasarnya menurut umumnya para ulama.

Imam Ibnu ‘Adi rahimahullah berkata:

وهذا الحديث بهذا الإسناد باطل ليس له أصل

Hadis ini, dengan isnad seperti ini adalah batil, dan tidak ada dasarnya. (Al Kamil fidh Dhuafa, 5/152)

Beliau mengomentari ‘Amru bin Ziyad Al Baqal sebagai berikut:

ولعمرو بن زياد غير هذا من الحديث منها سرقة يسرقها من الثقات ومنها موضوعات وكان هو يتهم بوضعها

Untuk ‘Amru bin Ziyad, selain pada hadis ini, ada hadits lain yang dicurinya dari orang-orang terpercaya dan diantaranya banyak yang palsu, dan dia dituduh memalsukannya. (Ibid)

Sedangkan Imam Ad Daruquthni berkata: “Yadha’ul hadits – dia memalsukan hadis. (Mizanul I’tidal, 3/261)

Imam Adz Dzahabi berkata tentang ‘Amru bin Ziyad: “Wadhaa’ – pemalsu hadis. (Talkhis Kitab Al Maudhu’at,  No.  940)

Oleh karena itu, Imam Ibnul Jauzi memasukan hadis ini sebagai deretan hadits palsu. (Al Maudhu’at, 3/239)

Sementara itu, Imam As Suyuthi nampak membela hadis ini dengan mengatakan: Lahu syaahid – hadis ini memiliki penguat. (Lihat Al La-ali Al Mashnu’ah fil Ahadits Maudhu’ah, 2/365)

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Lalu Imam As Suyuthi menyebutkan hadis yang beliau sebut sebagai syahid (penguat), yakni:

من زار قبر أبويه أو أحدهما كل جمعة غفر له وكتب برا

Barang siapa yang menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka dia diampuni dan dicatat baginya telah berbakti kepadanya.

(HR. Ath Thabarani, Al Awsath No.  6114, dari Abu Hurairah)

Tetapi, ternyata hadis ini pun juga cacat dengan cacat yang tidak kalah parahnya, yakni ada tiga orang perawi yang bermasalah:

– Abdul Karim Abu Umayyah, oleh Imam As Suyuthi sendiri dikatakan dhaif.
– Yahya bin Al ‘Ala Al Bajali, seorang yang majhul (tidak dikenal)
– Muhammad bin An Nu’man, juga majhul (Lihat Al La-ali Mashnu’ah, 2/366)

Namun, yang benar adalah Yahya bin Al ‘Ala bukan majhul (tidak dikenal), tetapi dia ma’ruf (dikenal), bahkan sebagian imam menyebutnya  sebagai pembohong.

Berikut ini rinciannya:

– Imam Yahya bin Ma’in berkata tentang

– Yahya bin Al ‘Ala: Laisa bi syai’ – bukan apa-apa.

– Imam Amru bin Ali berkata: Matrukul hadits jiddan – hadisnya sangat ditinggalkan.

– Imam Abu Zur’ah berkata: Fi haditsihi dha’f – pada hadisnya ada kelemahan.

– Imam Abu Hatim berkata: Laisa bil qawwi – bukan orang yang kuat. (Lihat Imam Ibnu Abi Hatim, Al Jarh wat Ta’dil, 9/180)

– Imam Ahmad berkata: Kadzdzaab yadha’ul hadits – pembohong dan pemalsu hadis. Bahkan Beliau menyebut Yahya bin Al ‘Ala sebagai rafidhi – syiah.
– Imam Amru bin Ali, Imam An Nasa’i, Imam Al Azdi berkata: Matrukul hadits – hadisnya ditinggalkan.

– Imam Ad Daruquthni mengatakan: Dhaif – lemah. Imam Ibnu ‘Adi mengatakan: dhaif, pada hadis terdapat banyak hadis-hadis palsu.

– Imam Ibnu Hibban mengatakan: tidak boleh berhujjah dengannya.

(Lihat Imam Ibnul Jauzi, Adh Dhu’afa wal Matrukin, 1/144, 3/200. Juga Imam Ibnul Mubarrad, Bahrud Dam No.  1162)

Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa Imam Waki’ mengatakan bahwa  Yahya bin Al ‘Ala  memalsukan hadis tentang cara menanggalkan sandal sampai dua puluhan hadis.

Imam Al Jauzujaani mengatakan: Ghairu muqni’ – tidak memuaskan. Pada kesempatan lain mengatakan: Syaikh waahiyun – seorang syaikh yang lemah.

Yusuf bin Sufyan mengenalinya dan mengingkarinya. As Saaji berkata: Munkarul hadits – hadisnya munkar. Ad Daulabi berkata: Matrukul hadits. (Lihat Imam Ibnu Hajar, Tahdzibut Tahdzib, 11/229)

Oleh karena itu, apa yang disebut Imam As Suyuthi bahwa Yahya bin Al ‘Ala seorang yang tidak dikenal, telah terkoreksi oleh pernyataan para imam yang sedemikian banyaknya tentang dia.

Berkata Syaikh Al Albani rahimahullah:

وكذلك أخطأ السيوطي في ” اللآليء ” حيث قال ( 2 /234 ) حيث قال : عبد الكريم ضعيف ، ويحيى بن العلاء ومحمد بن النعمان مجهولان فإن يحيى بن العلاء ليس بالمجهول ، بل هو معروف ولكن بالكذب !

Oleh karena itu, As Suyuthi telah membuat kesalahan dalam Al La-ali (2/234), ketika dia berkata: Abdul Karim lemah, Yahya bin Al ‘Ala dan Muhammad bin Nu’man adalah dua orang yang majhul.

Ternyata Yahya bin Al ‘Ala bukan orang yang majhul, tetapi ma’ruf  (dikenal) tetapi dikenal sebagai pembohong! (As Silsilah Adh Dhaifah, 1/126)

Ada pun tentang Muhammad bin An Nu’man, benar seperti yang dikatakan Imam As Syuthi bahwa dia adalah majhul (tidak dikenal).

Ini juga dikatakan Imam Al ‘Uqaili, Imam Adz Dzahabi, dan Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani. (Lihat Al Mughni fidh Dhuafa, 2/640. Mizanul I’tidal, 4/56, Ad Dhu’afa No. 1712, Maghani Al Akhyar No. 558)

Lalu Syaikh Al Albani menambahkan:

وقد علمت أنه حديث موضوع أيضا ! ولوقيل بأنه ضعيف فقط فلا يصلح شاهدا لهذا

Telah saya ketahui bahwa hadis ini palsu juga! Seandainya dikatakan cuma dhaif pun tidak layak dijadikan sebagai syaahid bagi hadis ini. (Ibid, 1/127)

Maka kesimpulannya adalah  hadis yang ditanyakan ini adalah palsu, bahkan hadis lain yang dianggap sebagai penguatnya juga palsu.

Demikian. Wallahu A’lam 

Tags: Kedudukan Hadis Membaca Yasin di Kuburan Orangtua
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Nasihat Kenabian Buat Para Pejabat: Jangan Menyengsarakan Rakyat

Next Post

Kisah Pengemis dan Orang Sholeh

Next Post
Kisah Pengemis dan Orang Sholeh

Kisah Pengemis dan Orang Sholeh

Surat Snouck Hurgronje tentang Memperkarakan Ulama

Kisah Imam Malik bin Anas dan Sepucuk Surat untuk Menyendiri

Doa Rasulullah Saat Keluar Rumah

Mulai Memilah Sampah di Rumah Kita

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    507 shares
    Share 203 Tweet 127
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3439 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7905 shares
    Share 3162 Tweet 1976
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5272 shares
    Share 2109 Tweet 1318
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6708 shares
    Share 2683 Tweet 1677
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2874 shares
    Share 1150 Tweet 719
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    577 shares
    Share 231 Tweet 144
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga