ANAK laki-laki tidak membutuhkan sosok ayah yang sempurna atau serba bisa. Yang mereka perlukan justru kehadiran ayah yang benar-benar hadir, sadar, dan terlibat dalam kehidupan mereka.
Bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang ikut membentuk arah dan karakter anak. Tanpa keterlibatan itu, seorang anak berisiko kehilangan pijakan jati dirinya.
Sejumlah kajian juga menunjukkan pentingnya peran ayah dalam perkembangan psikologis anak.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Salah satu temuan yang sering dikutip dari BKKBN menyebutkan bahwa sekitar 70 persen anak laki-laki yang tumbuh tanpa figur ayah mengalami krisis identitas.
Data ini menjadi gambaran bahwa kehadiran ayah bukan sekadar formalitas dalam keluarga, melainkan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan arah hidup anak.
Pembentukan laki-laki sejati, dalam banyak pandangan, tidak lahir dari kenyamanan semata.
Wahai Ayah, Anak Laki-laki Cuma Butuh Ini dari Ayahnya
Ia terbentuk dari proses, tantangan, dan keteladanan yang nyata. Karena itu, peran ayah menjadi penting dalam memperkenalkan nilai ketangguhan, disiplin, dan tanggung jawab.
Jika ayah tidak memberi contoh tersebut, anak akan kesulitan memahami bagaimana menghadapi dunia luar yang penuh tekanan.
Ketiadaan peran ayah juga dapat berdampak pada kelemahan mental dan emosional anak.
Meski bisa tumbuh cerdas, anak tanpa bimbingan yang kuat berisiko menjadi mudah marah, mudah terpengaruh, dan cepat menyerah dalam menghadapi masalah.
Baca juga: Selalu Utamakan Ayah Ibu
Dalam perspektif keagamaan, hal ini sejalan dengan peringatan dalam Surah An-Nisa ayat 9 tentang pentingnya menjaga generasi agar tidak tumbuh dalam kondisi lemah.
Oleh karena itu, peran ayah tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan materi.
Lebih dari itu, ayah dituntut untuk menghadirkan keteladanan, menjaga kejujuran, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam setiap ucapan dan tindakannya.
Ayah bukan sekadar sumber nafkah, tetapi juga penuntun arah yang membentuk kekuatan batin anak dalam menjalani kehidupan.[Sdz]
Sumber: Fatherman




