• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 24 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga

18/10/2025
in Parenting, Unggulan
Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga

Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga (foto: pixabay)

84
SHARES
649
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MASA depan anak bisa jadi energi untuk keharmonisan keluarga. Penelope Leach, seorang psikolog, menyatakan bahwa ada dampak yang sangat besar dalam sebuah perceraian.

Ketika anak-anak masih kecil, pemikiran mereka belum cukup berkembang untuk memahami mengapa orang tua mereka berpisah dan mengapa mereka harus memilih untuk ikut ayah atau ibu.

Menurut Leach, anak-anak selalu berpikir, perpisahan itu adalah kesalahan mereka. Anak-anak cenderung menyalahkan diri mereka atas perceraian orang tuanya.

“Seorang gadis kecil pernah mengatakan pada saya: Mereka berpisah pasti karena saya bukan anak laki-laki,” ujar Leach.

Anak tersebut menganggap bahwa orang tuanya ingin anak laki-laki, dan berpikir bahwa itu adalah kesalahan dirinya karena lahir sebagai anak perempuan.

Sementara itu, anak-anak lain yang ditangani oleh Penelope mengatakan bahwa mungkin ayahnya berpisah dari ibu karena menganggap sang anak nakal dan tidak bisa diam.

Sedangkan anak lainnya berpikir orang tuanya bercerai karena dirinya sering bangun terlalu pagi.

Jika perasaan bersalah ini tertanam dan terbawa hingga dewasa, akan menjadi gangguan tersendiri dalam kehidupan mereka.

Baca Juga: Jika Menikah Pintu Rezeki, Kenapa Terjadi Perceraian karena Ekonomi?

Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga

Anak-anak yang pada dasarnya tidak bersalah atas perceraian itu, ikut menanggung beban berat akibat perceraian orang tua.

Dalam batas tertentu, bahkan mereka bisa menghukum diri sendiri atas perasaan bersalah tersebut. Hal ini semakin buruk bagi kehidupan anak-anak.

Sangat banyak jeritan hati anak-anak yang menjadi korban perceraian orang tua mereka.

Konselor Keluarga Cahyadi Takariawan merasa mencukupkan dengan tulisan Mbak Ella Zulaeha di Kompasiana beberapa waktu lalu.

Berikut petikan tulisan mbak Ella yang bertajuk Jeritan Hati Anak Korban Perceraian:

“Papa, mengapa kau pergi meninggalkan kami? Mengapa kau tega membiarkan kami hidup penuh dengan derita dan airmata?

Aku tak pernah membayangkan sedikitpun bahwa perceraian yang menimpa kehidupan kalian akan menjadi trauma yang begitu dahsyat dalam jiwaku? Bagaikan sebuah mimpi buruk yang menghiasi perjalanan hidupku.

Masih terbayang jelas dalam ingatanku, saat mama berurai airmata mendengar keputusanmu untuk bercerai darinya.

Tak terlukiskan duka yang dalam terpancar dari sosok wanita yang dulu sempat kau cintai.

Sejak kecil aku tidak pernah percaya diri di tengah lingkunganku.

Aku terkungkung dalam ketakutan besar bahwa mereka di luar sana akan menyakitiku, aku sangat membutuhkan sosok pelindung dalam kehidupanku dan itu tak pernah aku dapatkan darimu.

Di saat aku tumbuh remaja, rasa tak percaya diri itupun tak pernah hilang dari diriku. Tak tahukah kau papa, mengapa aku dulu begitu ketakutan saat ada seorang pria menyatakan cintanya kepadaku.

Aku sungguh takut! Takut pria itu nantinya akan berbuat hal yang sama sepertimu, pergi meninggalkan aku. Trauma itu hingga kini masih tertanam di benakku. Aku tak pernah mempercayai pria manapun.

Rasa nyaman yang selama ini aku impikan dari seorang yang kelak menjadi pendamping hidupku tak kunjung aku temukan.

Hubungan demi hubungan yang kujalin selalu kandas di tengah jalan. Aku tumbuh menjadi wanita yang tak pernah bisa mempercayai pasanganku.

Kecurigaan, kecemburuan dan rasa frustasi selalu menghantui pikiranku.

Hal ini sungguh menjadi beban bagi hidupku makin bertambah. Harus kemanakah aku untuk menyembuhkan trauma ini, Papa?”

Masyaallah, miris membaca jerit tangis anak-anak seperti yang dituliskan Mbak Ella. Trauma berkepanjangan bisa dirasakan anak yang menjadi korban perceraian orang tua mereka.

Pada anak perempuan, mereka takut bahwa ketika menikah akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan ibu mereka. Anak-anak ini khawatir bahwa semua laki-laki jahat, seperti bapak mereka.

Pada anak laki-laki, mereka menjadi kehilangan figur yang bisa dipercaya.

Mereka kehilangan pegangan dan contoh teladan dalam kehidupan.

Ayah dan ibu yang sangat dibanggakan dan diidolakan oleh anak-anak, tiba-tiba menjadi sosok yang tidak ramah bagi mereka.

Apalagi pada anak remaja yang mengikuti proses persidangan cerai orang tua mereka, suasana persidangan yang saling melontarkan sisi kesalahan pasangan akan semakin melukai anak-anak.

Sangat dalam membakas pada anak-anak itu, saat ayah dan ibu mereka menyatakan berbagai kesalahan dan kekurangan pasangan di persidangan. Sesuatu yang mereka sama sekali tidak ingin mendengarkannya.[ind]

Sumber: Jogja Family Center Channel

Tags: Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kewajiban Suami kepada Istri yang Harus Dilaksanakan dengan Baik

Next Post

Gerakan Shalat Dapat Mengatasi Sakit Punggung

Next Post
Ustaz Jelaskan Momen-Momen Utama untuk Berdoa pada Waktu Shalat

Gerakan Shalat Dapat Mengatasi Sakit Punggung

Cemburu Ananda kepada Adiknya

Cemburu Ananda kepada Adiknya

Malam Nisfu Sya'ban termasuk Bidáh atau Tidak?

Nadr bin Harist, Sang Pendongeng Mekkah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8722 shares
    Share 3489 Tweet 2181
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    996 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11496 shares
    Share 4598 Tweet 2874
  • Warna Hijab yang Cocok untuk Baju Warna Coklat Susu

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3925 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2238 shares
    Share 895 Tweet 560
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2332 shares
    Share 933 Tweet 583
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga