• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 15 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga

23/08/2026
in Parenting, Unggulan
Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga

Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga (foto: pixabay)

85
SHARES
655
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MASA depan anak bisa jadi energi untuk keharmonisan keluarga. Penelope Leach, seorang psikolog, menyatakan bahwa ada dampak yang sangat besar dalam sebuah perceraian.

Ketika anak-anak masih kecil, pemikiran mereka belum cukup berkembang untuk memahami mengapa orang tua mereka berpisah dan mengapa mereka harus memilih untuk ikut ayah atau ibu.

Menurut Leach, anak-anak selalu berpikir, perpisahan itu adalah kesalahan mereka. Anak-anak cenderung menyalahkan diri mereka atas perceraian orang tuanya.

“Seorang gadis kecil pernah mengatakan pada saya: Mereka berpisah pasti karena saya bukan anak laki-laki,” ujar Leach.

Anak tersebut menganggap bahwa orang tuanya ingin anak laki-laki, dan berpikir bahwa itu adalah kesalahan dirinya karena lahir sebagai anak perempuan.

Sementara itu, anak-anak lain yang ditangani oleh Penelope mengatakan bahwa mungkin ayahnya berpisah dari ibu karena menganggap sang anak nakal dan tidak bisa diam.

Sedangkan anak lainnya berpikir orang tuanya bercerai karena dirinya sering bangun terlalu pagi.

Jika perasaan bersalah ini tertanam dan terbawa hingga dewasa, akan menjadi gangguan tersendiri dalam kehidupan mereka.

Baca Juga: Jika Menikah Pintu Rezeki, Kenapa Terjadi Perceraian karena Ekonomi?

Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga

Anak-anak yang pada dasarnya tidak bersalah atas perceraian itu, ikut menanggung beban berat akibat perceraian orang tua.

Dalam batas tertentu, bahkan mereka bisa menghukum diri sendiri atas perasaan bersalah tersebut. Hal ini semakin buruk bagi kehidupan anak-anak.

Sangat banyak jeritan hati anak-anak yang menjadi korban perceraian orang tua mereka.

Konselor Keluarga Cahyadi Takariawan merasa mencukupkan dengan tulisan Mbak Ella Zulaeha di Kompasiana beberapa waktu lalu.

Berikut petikan tulisan mbak Ella yang bertajuk Jeritan Hati Anak Korban Perceraian:

“Papa, mengapa kau pergi meninggalkan kami? Mengapa kau tega membiarkan kami hidup penuh dengan derita dan airmata?

Aku tak pernah membayangkan sedikitpun bahwa perceraian yang menimpa kehidupan kalian akan menjadi trauma yang begitu dahsyat dalam jiwaku? Bagaikan sebuah mimpi buruk yang menghiasi perjalanan hidupku.

Masih terbayang jelas dalam ingatanku, saat mama berurai airmata mendengar keputusanmu untuk bercerai darinya.

Tak terlukiskan duka yang dalam terpancar dari sosok wanita yang dulu sempat kau cintai.

Sejak kecil aku tidak pernah percaya diri di tengah lingkunganku.

Aku terkungkung dalam ketakutan besar bahwa mereka di luar sana akan menyakitiku, aku sangat membutuhkan sosok pelindung dalam kehidupanku dan itu tak pernah aku dapatkan darimu.

Di saat aku tumbuh remaja, rasa tak percaya diri itupun tak pernah hilang dari diriku. Tak tahukah kau papa, mengapa aku dulu begitu ketakutan saat ada seorang pria menyatakan cintanya kepadaku.

Aku sungguh takut! Takut pria itu nantinya akan berbuat hal yang sama sepertimu, pergi meninggalkan aku. Trauma itu hingga kini masih tertanam di benakku. Aku tak pernah mempercayai pria manapun.

Rasa nyaman yang selama ini aku impikan dari seorang yang kelak menjadi pendamping hidupku tak kunjung aku temukan.

Hubungan demi hubungan yang kujalin selalu kandas di tengah jalan. Aku tumbuh menjadi wanita yang tak pernah bisa mempercayai pasanganku.

Kecurigaan, kecemburuan dan rasa frustasi selalu menghantui pikiranku.

Hal ini sungguh menjadi beban bagi hidupku makin bertambah. Harus kemanakah aku untuk menyembuhkan trauma ini, Papa?”

Masyaallah, miris membaca jerit tangis anak-anak seperti yang dituliskan Mbak Ella. Trauma berkepanjangan bisa dirasakan anak yang menjadi korban perceraian orang tua mereka.

Pada anak perempuan, mereka takut bahwa ketika menikah akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan ibu mereka. Anak-anak ini khawatir bahwa semua laki-laki jahat, seperti bapak mereka.

Pada anak laki-laki, mereka menjadi kehilangan figur yang bisa dipercaya.

Mereka kehilangan pegangan dan contoh teladan dalam kehidupan.

Ayah dan ibu yang sangat dibanggakan dan diidolakan oleh anak-anak, tiba-tiba menjadi sosok yang tidak ramah bagi mereka.

Apalagi pada anak remaja yang mengikuti proses persidangan cerai orang tua mereka, suasana persidangan yang saling melontarkan sisi kesalahan pasangan akan semakin melukai anak-anak.

Sangat dalam membakas pada anak-anak itu, saat ayah dan ibu mereka menyatakan berbagai kesalahan dan kekurangan pasangan di persidangan. Sesuatu yang mereka sama sekali tidak ingin mendengarkannya.[ind]

Sumber: Jogja Family Center Channel

Tags: Masa Depan Anak Bisa Jadi Energi untuk Keharmonisan Keluarga
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Beberapa Terapi Jus untuk Keputihan

Next Post

Memakai Sunscreen Bisa Menimbulkan White Cast? Simak Jawabannya Berikut

Next Post
Memakai Sunscreen Bisa Menimbulkan White Cast? Simak Jawabannya Berikut

Memakai Sunscreen Bisa Menimbulkan White Cast? Simak Jawabannya Berikut

Tokoh Muda Kemanusiaan Itu Telah ‘Pergi’

Tokoh Muda Kemanusiaan Itu Telah ‘Pergi’

Berhenti Mengeluh dan Mulailah Bersabar karena Kebahagiaan Itu Pasti Datang

Berhenti Mengeluh dan Mulailah Bersabar karena Kebahagiaan Itu Pasti Datang

  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    120 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9322 shares
    Share 3729 Tweet 2331
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Beberapa Tips Memilih Tas yang bisa Dipakai di Berbagai Aktivitas

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    504 shares
    Share 202 Tweet 126
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4226 shares
    Share 1690 Tweet 1057
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4803 shares
    Share 1921 Tweet 1201
  • Doa Nabi Musa AS untuk Jodoh dan Pekerjaan yang Mengajarkan Keteguhan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Inilah Negara Penghafal Qur’an Terbanyak

    514 shares
    Share 206 Tweet 129
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga