• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 3 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Bachtiar Nasir Soroti Penurunan Minat Nyantri di Pesantren, Sebut Krisis Kepercayaan Jadi Tantangan Paling Serius

03/06/2026
in Berita
Bachtiar Nasir Soroti Penurunan Minat Nyantri di Pesantren, Sebut Krisis Kepercayaan Jadi Tantangan Paling Serius

Ustaz Bachtiar Nasir UBN (foto: istimewa)

67
SHARES
513
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

GEJALA penurunan minat masyarakat untuk memasukkan anak ke pesantren dinilai menjadi salah satu tantangan baru yang perlu mendapat perhatian serius. Di tengah perubahan karakter generasi muda, meningkatnya tuntutan transparansi publik, serta perubahan pola pikir orang tua dalam memilih pendidikan, pesantren menghadapi dinamika yang berbeda dibandingkan dekade sebelumnya.

Cendekiawan Muslim Bachtiar Nasir menilai, perdebatan mengenai validitas data jumlah santri yang belakangan menjadi perhatian publik tidak boleh mengaburkan persoalan yang lebih mendasar, yakni adanya indikasi menurunnya minat pendaftaran santri baru di sejumlah daerah.

Data Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama yang dihimpun dan diolah Tim Riset & Data UBN Newsroom menunjukkan jumlah santri tercatat menurun dari 4,37 juta pada Tahun Ajaran 2020/2021 menjadi 1,38 juta pada laporan sementara Tahun Ajaran 2025/2026.

Meski demikian, data tersebut masih bersifat sementara. Kementerian Agama sebelumnya menjelaskan bahwa proses sinkronisasi dan pembaruan administrasi di sejumlah daerah belum sepenuhnya selesai sehingga angka tersebut belum dapat dijadikan gambaran final mengenai jumlah santri nasional.

Baca juga: Hukum Memasukkan Anak ke Pondok Pesantren dalam Usia Belum Baligh

Bachtiar Nasir Soroti Penurunan Minat Nyantri di Pesantren, Sebut Krisis Kepercayaan Jadi Tantangan Paling Serius

Menurut Bachtiar, terlepas dari persoalan validitas data, terdapat fenomena yang tidak bisa diabaikan.

“Berbagai laporan daerah menunjukkan adanya penurunan minat pendaftaran santri baru, terutama di pesantren tradisional. Itu yang perlu dicermati lebih jauh,” kata Bachtiar dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Perubahan Generasi dan Ekspektasi Orang Tua

Bachtiar melihat fenomena tersebut tidak dapat dilepaskan dari perubahan sosial yang sedang berlangsung.

Generasi Alfa tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Akses terhadap teknologi digital, pola komunikasi yang lebih terbuka, serta kemudahan memperoleh informasi membentuk karakter dan ekspektasi baru terhadap dunia pendidikan.

Di sisi lain, sebagian pesantren masih mempertahankan model pendidikan yang relatif hierarkis dan belum sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Selain faktor generasi, perubahan juga terjadi pada kalangan orang tua.

Jika pada masa lalu keputusan menyekolahkan anak ke pesantren banyak bertumpu pada kepercayaan terhadap figur kiai, kini orang tua cenderung menempatkan diri sebagai pengguna layanan pendidikan yang lebih kritis.

Mereka mempertimbangkan aspek keamanan, kesehatan, kualitas pendidikan, hingga transparansi tata kelola lembaga sebelum menentukan pilihan pendidikan bagi anak-anak mereka.

Persoalan ekonomi juga disebut menjadi faktor yang turut memengaruhi keputusan tersebut. Kenaikan biaya hidup dalam beberapa tahun terakhir membuat sebagian keluarga harus menyesuaikan prioritas pengeluaran pendidikan.

Dalam kondisi tertentu, sekolah umum dinilai lebih terjangkau, sementara pendidikan agama diperoleh melalui madrasah diniyah, pengajian, atau lembaga pendidikan nonasrama.

Krisis Kepercayaan dan Tantangan Reformasi

Meski terdapat beragam faktor yang memengaruhi, Bachtiar menilai persoalan paling mendasar yang dihadapi pesantren saat ini berkaitan dengan kepercayaan publik.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum pengelola lembaga pendidikan berasrama menjadi perhatian masyarakat. Kasus-kasus tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Bachtiar menegaskan bahwa tidak tepat menggeneralisasi seluruh pesantren berdasarkan tindakan segelintir pelaku. Namun, ia mengakui setiap kasus yang muncul memiliki dampak terhadap persepsi publik.

“Mayoritas pesantren tetap menjalankan fungsi pendidikan dan dakwah dengan baik. Tetapi kita juga tidak bisa menutup mata bahwa setiap kasus yang muncul memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bachtiar, tantangan utama pesantren saat ini bukan sekadar persoalan adaptasi teknologi atau tekanan ekonomi, melainkan bagaimana mempertahankan otoritas moral di tengah tuntutan akuntabilitas yang semakin tinggi.

Karena itu, ia mendorong penguatan sistem perlindungan santri melalui mekanisme pengawasan yang lebih baik, saluran pengaduan yang independen, audit pengelolaan asrama secara berkala, serta peningkatan keterlibatan orang tua dalam proses pengawasan.

Ia juga menilai Kementerian Agama bersama organisasi-organisasi Islam perlu mendorong lahirnya standar perlindungan santri yang lebih kuat secara nasional.

Bagi Bachtiar, sejarah panjang pesantren menunjukkan lembaga ini mampu bertahan menghadapi berbagai perubahan sosial dan politik. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini berkaitan dengan kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama keberlangsungan pesantren.

“Pesantren tidak akan kehilangan masa depannya karena perubahan zaman. Pesantren akan kehilangan masa depannya ketika kehilangan kepercayaan umat yang selama ini menjadi fondasi utama keberadaannya,” kata Bachtiar.[ind]

Tags: Bachtiar Nasir Soroti Penurunan Minat Nyantri di PesantrenSebut Krisis Kepercayaan Jadi Tantangan Paling Serius
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ini Tips Menggunakan Ampas Kopi untuk Menyuburkan Tanaman

Next Post

Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

Next Post
Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

Fikih Malu, Menghiasi Hidup dengan Malu

Mengenali Diri Sendiri Kunci Kesuksesan Hidup

Tips Membuat Pare Agar Tidak Pahit, Tetap Lezat dan Nikmat Disantap

Tips Membuat Pare Agar Tidak Pahit, Tetap Lezat dan Nikmat Disantap

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    377 shares
    Share 151 Tweet 94
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8572 shares
    Share 3429 Tweet 2143
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4390 shares
    Share 1756 Tweet 1098
  • Siswa SD JISc Raih Nilai Terbaik TKA, Bukti Semangat Belajar dan Prestasi Gemilang

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3855 shares
    Share 1542 Tweet 964
  • TK Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Islami untuk Membentuk Generasi Cerdas dan Berkarakter

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2191 shares
    Share 876 Tweet 548
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    2059 shares
    Share 824 Tweet 515
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3391 shares
    Share 1356 Tweet 848
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga