• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 November, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Bahayanya Perasaan Kesepian pada Masa Kecil

November 7, 2025
in Parenting, Unggulan
15 Tips Membangun Ikatan Hati dengan Anak

(foto: pixabay)

100
SHARES
772
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAHAYANYA perasaan kesepian pada masa kecil ini ditulis oleh Uttiek M. Panji Astuti, seorang jurnalis dan juga travel writer, dalam akun IG-nya @Uttiek.Herlambang, pada Jumat (13/5/2022) dengan judul “Mereka yang Terabaikan”.

Ia menulis bagaimana perasaan kesepian seseorang dapat membahayakan dirinya.

Tidak ada manusia yang ingin diabaikan. Sebuah penelitian dilakukan Melody Ding dari University of Sydney dengan mengumpulkan 57 studi observasional tentang perasaan kesepian dan terabaikan dari 113 negara.

Hasilnya, perasaan kesepian dan terabaikan ini berkorelasi pada kesehatan mental, emosional, dan fisik. Sebanyak 9,2 persen terjadi di Asia Tenggara dan 14,4 persen di wilayah Mediterania Timur.

Menurut teori Maslow, ada lima tingkat (hierarki) kebutuhan, dari yang terendah hingga tertinggi: fisiologis, rasa aman, cinta dan rasa memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri.

Subjek penelitiannya melibatkan nama-nama penting, seperti, Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Albert Einstein, Eleanor Roosevelt, Goethe, Max Wertheimer dan Ruth Benedict.

Hasilnya, bila kebutuhan dari tingkat yang lebih rendah terpenuhi, secara otomatis individu didorong oleh kebutuhan yang setingkat lebih tinggi.

Kebutuhan akan penghargaan berada di piramida kedua tertinggi setelah aktualisasi diri.

Artinya, menurut teori tersebut, manusia butuh diapresiasi, diperhatikan dan tidak diabaikan, melebihi kebutuhan dasar fisiologis, yakni makan dan minum.

Secara psikologi, bila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi pada masa kanak-kanak, akan membawa dampak.

Mereka yang sering diabaikan akan tumbuh menjadi sosok yang lemah dalam berpikir, memilih dan mengambil keputusan.

Khusus pada anak anak laki -laki, akan menjadi sosok yang lemah dan selalu mengharapkan perlindungan seperti perempuan.

Beberapa penelitian psikologi lainnya juga mengaitkan perasaan diabaikan pada masa kanak-kanak ini ada kaitannya dengan perilaku penyimpangan seksual saat dewasa.

Anak-anak yang diabaikan ini haus akan kasih sayang. Perhatian intens yang diterima akan membuatnya merasa nyaman dan “mengobati” luka masa kecilnya.

Bahayanya, bila perhatian itu diberikan oleh para predator LG**, maka mereka berpeluang besar menjadi sasaran empuk korban berikutnya.

Anak-anak yang diabaikan ini akan “rela hati” menyerahkan dirinya, semata untuk mendapatkan kasih sayang yang dicarinya selama ini.

Naudzubillah min dzalik!

Bahayanya Perasaan Kesepian pada Masa Kecil

Baca Juga: Bendera LGBT di Kedubes Inggris

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)

Islam memberikan panduan yang jelas bagaimana mencurahkan kasih sayang dan perhatian pada anak-anak sebagaimana yang disaksikan Aqra’ bin Haabis at-Tamimy,

“Aku memiliki sepuluh anak. Tak satupun yang pernah kucium,” ketika melihat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam menimang Hasan dan Husein.

Rasulullah lantas mengalihkan pandangannya dan bersabda, “Orang yang tidak mengasihi tidak dikasihi.” [HR Bukhari].

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga tak segan menggendong dan mencium cucu-cucunya. Seperti dikisahkan Abdullah bin Jafar,

“Rasulullah menjemput kami (Jafar dan Hasan atau Husein) ketika pulang. Kemudian beliau menggendong salah satu dari kami di punggung, sedang yang lain beliau bopong di dada sampai kami memasuki Madinah.” [HR. Muslim].

Mereka yang sering diabaikan saat kecil, setelah dewasa umumnya juga kesulitan memberi dan menerima perhatian, karena minimnya contoh yang bisa ditirunya.

Mereka cenderung mengabaikan perhatian yang diberikan padanya. Tak jarang sikap ini akhirnya menyakiti orang-orang tercinta.

Namun, tak ada kata terlambat. Bila itu yang terjadi, yuks segera perbaiki diri![ind]

Tags: perasaan kesepian
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sejauh Apa Kamu dari Ketenangan? Yuk Baca Tiga Referensi Doa Ini

Next Post

Kolaborasi Tingkatkan Modest Fashion Indonesia, Essential Lab jadi Tema JMFW Tahun 2026

Next Post
Kolaborasi Tingkatkan Modest Fashion Indonesia, Essential Lab jadi Tema JMFW Tahun 2026

Kolaborasi Tingkatkan Modest Fashion Indonesia, Essential Lab jadi Tema JMFW Tahun 2026

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat To-Do List

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat To-Do List

Meneror dan Menciptakan Rasa Takut Bukanlah Akhlak Umat Rasulullah

Ketakutan Para Nabi

  • Dari Khitan Massal hingga Palestina: Bahagianya Merayakan Dampak

    Jangan Putus Asa, Ada 20 Pintu Rezeki yang Bisa Kamu Usahakan

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Dari Mandi Lumpur Hingga Makan Cicak, Muhammadiyah Soroti Fenomena Ngemis Online di Tiktok

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Nur Izzaty Hafizah, Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bagian Paru-Paru

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Viral Bukan Selalu Baik: Belajar Bijak Bermedia Sosial dari Kasus Tumbler di Commuter Line

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Sejumlah Wilayah Sumatera Utara Terendam Banjir Akibat Hujan Lebat

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3233 shares
    Share 1293 Tweet 808
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    438 shares
    Share 175 Tweet 110
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5158 shares
    Share 2063 Tweet 1290
  • Islamic Relief Indonesia Dirikan 83 Huntara di Cianjur dan Cash Voucher untuk 5.600 Penerima Manfaat

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga