• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 1 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Bahayanya Perasaan Kesepian pada Masa Kecil

05/09/2026
in Parenting, Unggulan
15 Tips Membangun Ikatan Hati dengan Anak

(foto: pixabay)

104
SHARES
801
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAHAYANYA perasaan kesepian pada masa kecil ini ditulis oleh Uttiek M. Panji Astuti, seorang jurnalis dan juga travel writer, dalam akun IG-nya @Uttiek.Herlambang, pada Jumat (13/5/2022) dengan judul “Mereka yang Terabaikan”.

Ia menulis bagaimana perasaan kesepian seseorang dapat membahayakan dirinya.

Tidak ada manusia yang ingin diabaikan. Sebuah penelitian dilakukan Melody Ding dari University of Sydney dengan mengumpulkan 57 studi observasional tentang perasaan kesepian dan terabaikan dari 113 negara.

Hasilnya, perasaan kesepian dan terabaikan ini berkorelasi pada kesehatan mental, emosional, dan fisik. Sebanyak 9,2 persen terjadi di Asia Tenggara dan 14,4 persen di wilayah Mediterania Timur.

Menurut teori Maslow, ada lima tingkat (hierarki) kebutuhan, dari yang terendah hingga tertinggi: fisiologis, rasa aman, cinta dan rasa memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri.

Subjek penelitiannya melibatkan nama-nama penting, seperti, Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Albert Einstein, Eleanor Roosevelt, Goethe, Max Wertheimer dan Ruth Benedict.

Hasilnya, bila kebutuhan dari tingkat yang lebih rendah terpenuhi, secara otomatis individu didorong oleh kebutuhan yang setingkat lebih tinggi.

Kebutuhan akan penghargaan berada di piramida kedua tertinggi setelah aktualisasi diri.

Artinya, menurut teori tersebut, manusia butuh diapresiasi, diperhatikan dan tidak diabaikan, melebihi kebutuhan dasar fisiologis, yakni makan dan minum.

Secara psikologi, bila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi pada masa kanak-kanak, akan membawa dampak.

Mereka yang sering diabaikan akan tumbuh menjadi sosok yang lemah dalam berpikir, memilih dan mengambil keputusan.

Khusus pada anak anak laki -laki, akan menjadi sosok yang lemah dan selalu mengharapkan perlindungan seperti perempuan.

Beberapa penelitian psikologi lainnya juga mengaitkan perasaan diabaikan pada masa kanak-kanak ini ada kaitannya dengan perilaku penyimpangan seksual saat dewasa.

Anak-anak yang diabaikan ini haus akan kasih sayang. Perhatian intens yang diterima akan membuatnya merasa nyaman dan “mengobati” luka masa kecilnya.

Bahayanya, bila perhatian itu diberikan oleh para predator LG**, maka mereka berpeluang besar menjadi sasaran empuk korban berikutnya.

Anak-anak yang diabaikan ini akan “rela hati” menyerahkan dirinya, semata untuk mendapatkan kasih sayang yang dicarinya selama ini.

Naudzubillah min dzalik!

Bahayanya Perasaan Kesepian pada Masa Kecil

Baca Juga: Bendera LGBT di Kedubes Inggris

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)

Islam memberikan panduan yang jelas bagaimana mencurahkan kasih sayang dan perhatian pada anak-anak sebagaimana yang disaksikan Aqra’ bin Haabis at-Tamimy,

“Aku memiliki sepuluh anak. Tak satupun yang pernah kucium,” ketika melihat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam menimang Hasan dan Husein.

Rasulullah lantas mengalihkan pandangannya dan bersabda, “Orang yang tidak mengasihi tidak dikasihi.” [HR Bukhari].

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga tak segan menggendong dan mencium cucu-cucunya. Seperti dikisahkan Abdullah bin Jafar,

“Rasulullah menjemput kami (Jafar dan Hasan atau Husein) ketika pulang. Kemudian beliau menggendong salah satu dari kami di punggung, sedang yang lain beliau bopong di dada sampai kami memasuki Madinah.” [HR. Muslim].

Mereka yang sering diabaikan saat kecil, setelah dewasa umumnya juga kesulitan memberi dan menerima perhatian, karena minimnya contoh yang bisa ditirunya.

Mereka cenderung mengabaikan perhatian yang diberikan padanya. Tak jarang sikap ini akhirnya menyakiti orang-orang tercinta.

Namun, tak ada kata terlambat. Bila itu yang terjadi, yuks segera perbaiki diri![ind]

Tags: perasaan kesepian
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Muslim LifeFest 2026 Hadirkan Ekosistem Keluarga Halal Terlengkap di Indonesia

Next Post

JHEC 2026 Buka Akses Pasar Global bagi Produk Halal Indonesia

Next Post
JHEC 2026 Buka Akses Pasar Global bagi Produk Halal Indonesia

JHEC 2026 Buka Akses Pasar Global bagi Produk Halal Indonesia

Orang Biasa yang Istimewa di Sisi Allah

Ucapan Kamuflase atau Tawriyah

Simak Beberapa Ide Masak Tauge yang Lezat Selain Ditumis

Simak Beberapa Ide Masak Tauge yang Lezat Selain Ditumis

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9646 shares
    Share 3858 Tweet 2412
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1433 shares
    Share 573 Tweet 358
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2578 shares
    Share 1031 Tweet 645
  • Belajar dari Tawon Lumpur

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2505 shares
    Share 1002 Tweet 626
  • Rahasia Meraih Bisnis Sukses dan Berkah

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KPIPA Gelar Maulid Nabi bersama 250 Tokoh Majelis Taklim

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Wamenhaj: Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4350 shares
    Share 1740 Tweet 1088
  • Aceh Food Apps: Pameran Makanan Halal Secara Virtual

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga