BULAN Ramadan merupakan waktu istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Bagi Bunda Ayah, momen ini bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan ajaran Islam kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
Melansir laman AboutIslam, berikut beberapa tips praktis yang bisa diterapkan agar anak memahami dan menikmati ibadah puasa.
Pertama, ajak anak mendekorasi rumah. Aktivitas menghias rumah dengan tema Ramadan, seperti menempel hiasan bulan dan bintang, atau membuat lampu hias sederhana, dapat membuat anak merasakan semangat bulan suci.
Kegiatan ini juga mengajarkan mereka bahwa Ramadan adalah momen istimewa yang patut dirayakan dengan cara positif.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kedua, edukasi anak tentang makna dan tujuan puasa. Gunakan bahasa sederhana untuk menjelaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, menumbuhkan rasa syukur, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Pengetahuan ini membantu anak memahami bahwa puasa memiliki nilai spiritual dan sosial.
Ketiga, libatkan anak dalam persiapan sahur dan buka puasa. Anak bisa diajak membantu menyiapkan meja, memilih menu sehat, atau menata piring dan gelas.
Dengan ikut serta dalam kegiatan ini, anak merasa dihargai dan lebih bersemangat menjalankan puasa.
6 Tips Kreatif Mengenalkan Ramadan pada Anak
Keempat, perbanyak waktu berkualitas bersama anak. Selama Ramadan, manfaatkan waktu untuk membaca cerita Islami, berdoa bersama, atau mengikuti kegiatan keagamaan ringan.
Kehadiran orang tua secara konsisten membuat anak merasa diperhatikan dan lebih termotivasi untuk belajar ibadah.
Kelima, ajak anak beramal. Anak bisa diajari berbagi makanan dengan tetangga atau menyisihkan sebagian uang saku untuk donasi. Kegiatan ini menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial sejak dini.
Baca juga: Tips Mengajarkan Anak untuk Mulai Berpuasa
Keenam, berikan dorongan dan pujian secara rutin. Anak yang dipuji atas usahanya menjalankan puasa cenderung lebih termotivasi dan percaya diri.
Pujian sederhana seperti “Kamu hebat sudah sabar menahan lapar” bisa membuat pengalaman berpuasa menjadi positif.
Bunda Ayah, pendekatan yang hangat, kreatif, dan penuh kasih sayang, anak-anak dapat memahami esensi puasa Ramadan, sekaligus membangun pengalaman spiritual yang menyenangkan dan berkesan sepanjang hidup mereka.[Sdz]





