MEMPERKENALKAN anak pada puasa Ramadan dapat dilakukan secara bertahap sesuai usia dan fase perkembangan mereka.
Orang tua seringkali bertanya kapan waktu tepat untuk mulai mengajarkan puasa, bagaimana menyesuaikan rutinitas anak, dan cara membuat pengalaman puasa menjadi menyenangkan tanpa menimbulkan stres.
Pendekatan yang terlalu memaksakan dapat membuat anak merasa terbebani, sementara terlalu santai bisa membuat mereka sulit memahami makna puasa.
Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan metode pengenalan puasa dengan fase perkembangan anak.
Dengan cara ini, anak tidak hanya belajar menahan lapar dan haus, tetapi juga memahami nilai kesabaran, disiplin, dan kepedulian spiritual yang terkandung dalam bulan Ramadan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain itu, membangun pengalaman positif sejak dini akan membuat anak lebih termotivasi untuk menjalankan ibadah ini dengan rasa senang dan penuh pengertian seiring bertambahnya usia.
Dilansir dari Fatherman, berikut panduan yang bisa dijadikan acuan bagi orang tua.
0–2 Tahun: Fase Mengenal
Pada usia ini, anak belum direkomendasikan untuk berpuasa. Fokus utama adalah mengenalkan mereka pada Ramadan. Orang tua bisa menciptakan suasana berbeda di rumah, misalnya dengan dekorasi bertema Ramadan, menempel hiasan bulan dan bintang, atau menyalakan lampu hias. Tujuannya adalah membangun vibes Ramadan sehingga anak mulai mengenali bulan suci secara menyenangkan tanpa harus berpuasa.
Panduan Memulai Puasa Bersama Anak Sesuai Usia
3–6 Tahun: Fase Memaknai dan Mencoba
Anak mulai dapat memahami makna Ramadan secara sederhana dan mulai diperbolehkan mencoba puasa. Pada fase ini, biarkan anak berpuasa sebatas kemampuan mereka. Jika lapar atau lemas, berikan makanan atau minuman tanpa memaksa mereka menahan hingga maghrib. Aktivitas tambahan seperti membuat jurnal Ramadan sederhana bisa membantu anak mengekspresikan pengalaman dan pembelajaran mereka selama puasa.
7–10 Tahun: Fase Perintah
Usia 7 tahun merupakan masa transisi, mirip dengan fase belajar shalat. Anak mulai diajarkan puasa penuh sesuai aturan syariat, dari subuh hingga maghrib. Orang tua dapat menggunakan dialog iman atau mengalihkan perhatian anak ke aktivitas bermanfaat ketika rasa lapar muncul, sehingga anak belajar disiplin dan memahami nilai puasa secara bertahap.
Baca juga: Efek Puasa Ibu Hamil dalam Membentuk Keimanan Anak Sejak Dini
11–14 Tahun: Fase Wajib
Pada fase ini, anak kemungkinan sudah mencapai masa baligh. Dengan demikian, kewajiban menjalankan puasa Ramadan mulai berlaku secara penuh. Anak diharapkan mampu menjalankan puasa sehari penuh dan memahami pentingnya ibadah ini sebagai bagian dari kewajiban agama.
Pendekatan bertahap ini membantu anak menyesuaikan diri dengan puasa secara alami, sambil tetap mempertahankan suasana positif dan menyenangkan selama bulan Ramadan.[Sdz]





