MALAM pengantin baru merupakan momen langka. Bayangkan jika itu ditawar dengan nilai surga.
Ada seorang sahabat Nabi yang mendapat julukan dari Nabi sebagai Ghasil Malaikah. Artinya, yang dimandikan oleh Malaikat. Dia adalah Hanzhalah bin Abi Amir radhiyallahu ‘anhu yang mati syahid dalam keadaan junub.
Perang Uhud menjadi momen perpisahan untuk Hanzhalah dan Jamilah binti Abdullah untuk selamanya. Pada hari Jumatnya keduanya menikah, dan Sabtu pagi sudah dimulai keberangkatan Perang Uhud.
Pada malam Sabtu itu, Hanzhalah minta izin ke Rasulullah untuk bermalam pengantin baru. Hal ini karena biasanya para sahabat bermalam di Masjid Nabawi agar kesiapan jasmani dan ruhaninya lebih mantap
Rasulullah mengizinkan Hanzhalah. Mungkin, hanya untuk Hanzhalah karena ada momen spesial itu.
Namun, selepas shalat Subuh, Hanzhalah melakukan hubungan suami istri lagi. Hal inilah yang boleh jadi menjadikannya lupa atau belum sempat mandi junub.
Perang Uhud pun berkecamuk sengit. Di suatu kesempatan, Hanzhalah berhasil memukul kaki kuda seorang petinggi Quraisy: Abu Sufyan. Kuda pun roboh berikut dengan penunggangnya.
Saat itulah, Hanzhalah hendak menyerang Abu Sufyan yang masih tergeletak di tanah. Ia berteriak keras akan menyerang Abu Sufyan.
Namun, seorang prajurit kafir Quraisy: Al-Aswad bin Syaddad sudah menghadang dengan tombaknya. Karena fokus dengan Abu Sufyan, Hanzhalah lengah dengan serangan Al-Aswad. Hanzhalah pun syahid.
Ketika kecamuk perang usai, Rasulullah mengabarkan kepada para sahabat kalau Hanzhalah dimandikan junub oleh Malaikat. Prosesi memandikannya berlangsung di antara bumi dan langit.
Karena kabar dari Rasulullah itulah para sahabat akhirnya mengetahui kalau salah seorang dari mereka masih junub saat berada di laga Perang Uhud.
Jamilah begitu sedih dengan kabar syahid suaminya: Hanzhalah. Menariknya, Jamilah ternyata hamil. Ketika lahir, sang bayi diberi nama Abdullah. Karena begitu terkenalnya julukan ini, keturunan dari Hanzhalah akhirnya disebut dengan Banu Al-Ghasil. Artinya, keturunan dari yang dimandikan oleh Malaikat.
**
Allah subhanahu wata’ala menguji hamba-Nya yang soleh dengan pengorbanan apa saja. Termasuk pengorbanan suasana pengantin baru.
Ketika hamba Allah menunaikan pengorbanan itu dengan baik, maka ada kemuliaan yang Allah berikan kepadanya.
Selalulah berbaik sangka dengan segala ujian yang Allah berikan. Karena di balik ujian itu, ada ganjaran pahala yang luar biasa. [Mh]





