• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 10 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home umroh

Rambu Penunjuk Arah di Makkah Membawa Masa Awal Tumbuh Kembangnya Islam

09/03/2026
in umroh
Rambu Penunjuk Arah di Makkah Membawa Masa Awal Tumbuh Kembangnya Islam

Foto: Pixabay

80
SHARES
612
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RAMBU penunjuk arah di jalanan Makkah membawa kita ke masa awal tumbuh kembangnya islam. Nama-nama tempat yang dulu hanya seperti dongeng di buku cerita kini kita lewati dan kita singgahi.

Ya, Allah telah menganugerahkan kenikmatan tiada tara dengan kesempatan menginjakkan kaki di bumi suci untuk melihat dari dekat tapak tilas perjalanan Nabi mulia Muhammad shallallah ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya yang mulia.

Bebatuan keras menjadi pemandangan yang menghiasi kota turunnya wahyu pertama ini. Ke arah manapun kita menebar pandangan kita, kita dapati gunung-gunung batu bertengger kokoh di sana.

Seakan memberitahu kita tentang kerasnya watak orang-orang Quraisy yang memusuhi dakwah tauhid saat itu.

Segala cara mereka upayakan untuk menghalang-halangi tersebarnya Islam. Karenanya, tak salah Allah memilih Nabi yang telaten, ulet, dan penyabar untuk menghadapi mereka.

Baca juga: Jabal Rahmah, Gunung Kecil yang Saling Bertumpukan

Rambu Penunjuk Arah di Makkah Membawa Masa Awal Tumbuh Kembangnya Islam

13 tahun dijalaninya kendati di bawah celaan, tekanan, siksaan, bahkan ancaman pembunuhan. Siang itu panas Makkah memuncak dan terik matahari sangat menyengat, jalanan Makkah lengang karena orang lebih memilih untuk berteduh di rumahnya.

Nabi shallallah ‘alaihi wasallam mengendap menuju rumah Abu Bakar, teman sekaligus mertuanya, dengan mengenakan penutup kepala guna menyamarkan wajahnya.

Hal yang tidak pernah beliau lakukan, “Pasti ada perkara besar” gumam Abu Bakar. Benar, beliau telah diizinkan oleh Allah untuk berhijrah ke Madinah dan memilihnya sebagai teman dalam perjalanan ini.

Seketika rumah itu menjelma bak markas perang, strategi dirancang, logistik didata dan disiapkan, serta menentukan orang-orang yang akan terlibat, lengkap dengan tugas masing-masing.

Aisyah dan Asma’ segera memposisikan diri menyiapkan perbekalan. Abdullah sendiri berfungsi sebagai informan, tugasnya membawa berita perkembangan situasi makkah.

Ketiganya putra-putri Abu Bakar Ash Shiddiq radhi yallahu ‘anhum. Sedangkan Amir, seorang penggembala didikan Abu Bakar berperan sebagai pengantar logistik.

Strateginya, malam itu Nabi dan Abu Bakar akan menuju gua Tsaur dan akan berada di sana selama 3 hari. Informasi dan logistik diantarkan setiap malam.

Pada hari ke empat Abdullah bin Uraiqit, penunjuk jalan jitu membawa tunggangan mereka berdua ke goa dan mengantar ke Madinah melalui jalan pesisir.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Amir juga diikutkan untuk membantu selama perjalanan. Strategi sedikit bergeser, ternyata pemuka Quraisy malam itu sepakat untuk memilih para pemuda perwakilan dari semua kabilah demi membunuh Nabi bersama-sama, sehingga bani Abdu Manaf [keluarga Nabi] tidak mungkin menuntut balas.

Plan B diberlakukan, Ali bin Abi Thalib diperintahkan untuk menggantikan posisi Nabi di ranjang berselimut dengan selendang hijau yang selalu dikenakan Nabi saat tidur.

Tujuannya untuk mengelabuhi mereka yang akan mengepung rumah Nabi. Abu bakar datang pada saat yang ditentukan dengan membawa seluruh harta yang ia miliki.

Sesampai di rumah Nabi, ia berbisik memberi isyarat, “Wahai Nabi Allah!”. “Nabi Allah sudah menuju ke sumur Maimun, segera susul ke sana”, balas Ali dari balik selimut.

Betapa terperangahnya para pembunuh itu ketika mengetahui bahwa yang mereka tunggui itu bukan korban yang mereka incar. Quraisy semakin marah, sayembara dikumandangkan, siapa yang dapat membawa Muhammad dan Abu Bakar baik hidup maupun mati maka baginya seratus onta. [Din]

Tags: Rambu Penunjuk Arah di Makkah Membawa Masa Awal Tumbuh Kembangnya Islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

7 Tanda Ibadah di Bulan Ramadan Diterima

Next Post

5 Jurus Agar Tidak Kehilangan Ramadan

Next Post
Visi Ramadan adalah Takwa

5 Jurus Agar Tidak Kehilangan Ramadan

Dahsyatnya Pertukaran Udara Saat Membaca Al-Qur'an

Pelajaran dalam Surat Al Qadr

Waktu Menunaikan Zakat Fitrah Menurut Empat Mazhab

Waktu Menunaikan Zakat Fitrah Menurut Empat Mazhab

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    258 shares
    Share 103 Tweet 65
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    341 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9291 shares
    Share 3716 Tweet 2323
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4211 shares
    Share 1684 Tweet 1053
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4791 shares
    Share 1916 Tweet 1198
  • Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta: Membongkar Kebobrokan Feminisme dan Konsep Gender

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga