WAMA arsalnaka illa rohmatan lil ‘alamin. Dan tidaklah Kami mengutusmu kecuali sebagai rahmat (cinta) untuk sekalian alam.
Nun jauh di masa sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang wanita Bani Israil. Ia begitu hina. Ia ‘menjual diri’ untuk kebutuhan hidup.
Suatu kali, ia merasa haus yang sangat. Air hanya ada di dalam sumur. Ia dengan susah payah mengambil air melalui sepatu yang digunakan sebagai wadah.
Selepas kembali ke permukaan tanah. Ia mendapati seekor anjing yang tampak kehausan. Lidahnya menjulur, meminta belas kasihan si pelacur untuk juga diambilkan air.
Wanita itu bisa merasakan apa yang dirasakan anjing karena ia barus aja mengalaminya. Kehausan yang bisa sebanding dengan nyawa si anjing.
Ia pun mengulangi yang telah ia lakukan sebelumnya. Ia jadikan sepatunya untuk wadah mengambil air di lubang. Begitu susah payah ia mengambil, dan kembali berhasil.
Setibanya di permukaan sumur, wanita itu memberi minum sang anjing. Haus hewan najis itu pun lenyap. Ia seperti kembali mendapat sambungan nyawa.
Saat itu juga, Allah subhanahu wata’ala ‘berterima kasih’ kepada si pelacur. Allah memberikannya hidayah untuk bertaubat. Dengan begitu, Allah juga menganugerahkannya surga.
**
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan, Dan sungguh, aku berjalan mengurus kesulitan saudaraku lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjid ini (Nabawi) selama sebulan penuh.
**
Islam itu cinta. Dengannya, Allah melimpahkan rasa kasih sayang-Nya kepada hamba-hambaNya yang mencintai-Nya. Dengan Islam itu pula, Allah membimbing hamba-hamba-Nya tentang cara mencintai yang sebenarnya.
Cinta tak selalu berarti memberikan segalanya, apa saja yang diinginkan di dunia ini. Karena dunia punya takaran.
Cinta juga butuh pengorbanan. Karena itulah tanda bukti adanya cinta. Semakin besar pengorbanan, semakin orang memahami makna cinta yang sebenarnya.
Seorang ulama mengatakan, Syahid Fi Sabilillah merupakan cita-cita tertinggi seorang mukmin. Karena dengan begitulah ia membuktikan cinta sejatinya.
Islam itu bukan melulu kewajiban. Islam itu bukan beban. Islam juga bukan sekat yang memisahkan umat manusia. Karena itu, nikmati Islam dengan rengkuhan keikhlasan dan keridhaan.
Islam itu cinta yang sebenarnya. Cinta dari Yang Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Cinta dari Rasul mulia kepada umatnya. Cinta yang melindungi kita dari kehinaan dunia dan isinya. [Mh]





