PERSAHABATAN merupakan bagian dari persaudaraan Islam. Tidak formal dan tidak melulu basa-basi. Lebih akrab akan jauh lebih baik.
Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah melihat hal yang janggal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat memperlakukan para sahabatnya.
Ketika Rasulullah sedang bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah berbincang akrab sambil tidur-tiduran.
Begitu pun ketika datang Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, posisi bincang-bincang Rasulullah tak berubah. Ketiganya tampak santai seperti saudara kandung.
Namun ketika datang Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah tiba-tiba bereaksi. Beliau tidak lagi pada posisi tiduran, tapi duduk.
Di sebuah kesempatan, Sayyidah Aisyah menanyakan itu: ketika datang Abu Bakar, Anda tetap pada posisi tiduran. Begitu pun ketika datang Umar. Tapi ketika Usman datang, Anda langsung pada posisi duduk.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Malaikat Jibril saja menghormati Usman bin Affan, bagaimana mungkin saya tidak.”
Jawaban itu terdengar begitu baik dan sopan. Tidak ada satu pun pihak yang terkesan diremehkan.
Namun, hal itu juga menunjukkan tingkat kedekatan Rasulullah dengan Abu Bakar dan Umar bin Khaththab yang berbeda dari kedekatan dengan Usman bin Affan. Rasulullah terkesan masih bersikap formal dengan sahabat Usman bin Affan. Wallahu a’lam.
**
Ada pepatah Arab yang mengatakan, “Izaa tamaamul mahabbah, saqathal adab.” Ketika kecintaan sudah sempurna, maka adab pun menjadi tidak perlu.
Pepatah ini mungkin bisa menjelaskan kenapa interaksi dalam keluarga sangat berbeda dengan orang lain, apalagi terhadap orang yang belum lama dikenal. Dalam keluarga, kita tak merasa perlu basa-basi dan pencitraan. Interaksi sangat apa adanya.
Mungkin, tak perlu juga perlakuan terhadap masing-masing sahabat disamakan, pukul rata. Secara alami, insting kita bisa membedakan mana yang sudah tak berjarak, dan mana yang masih berjarak.
Pergaulilah para sahabat dekat kita dengan cara yang paling baik. Mana yang memang masih perlu basa-basi, dan mana yang tak perlu lagi memakai ‘adab’. [Mh]





