• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Alasan Dakwah Terbatas Rasulullah di Awal Risalah

21/03/2022
in Kisah, Unggulan
Jangan Lelah Mengejar Musuh

Foto: Pixabay

92
SHARES
711
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com –  Para ulama yang mendalami bidang sirah nabawiyah membagi dua fase dakwah Rasulullah berkaitan dengan pusat dakwahnya, yaitu fase Mekkah dan fase Madinah. Untuk fase Mekkah secara umum dibagi menjadi dua, dakwah terbatas dan dakwah terbuka.

Dakwah terbatas adalah istilah yang digunakan oleh Ustaz Asep Sobari, Pendiri Sirah Community Indonesia, yang mengkritik istilah dakwah sembunyi-sembunyi yang banyak digunakan selama ini.

Menurutnya istilah dakwah terbatas lebih tepat, karena orang Mekkah dan orang Musyrik tahu bahwa Rasulullah memiliki keyakinan berbeda.

Baca Juga: Kedudukan Ar-Rubayyi binti Muawwidz Di Mata Rasulullah

Alasan Dakwah Terbatas Rasulullah di Awal Risalah

Sehingga Rasulullah sebenarnya hanya membatasi dakwah kepada orang-orang yang berpotensi menerima dengan pendekatan individu dan tidak melakukan dakwah di keramaian atau di banyak tempat

Dakwah Sirriyah, merupakan istilah yang bisa menjelaskan corak dakwah Rasulullah di fase pertama. Juga bukan berasal dari al-Qur’an atau hadits. Istilah tersebut adalah ijtihad dari para penulis sirah.

Pada prinsipnya dakwah dilakukan secara terbuka. Dakwah dilakukan terbatas oleh Rasulullah di awal risalahnya untuk keefektifan dakwah itu sendiri.

Rasulullah selalu menimbang satu hal dalam setiap aktivitasnya yaitu unsur efektivitas. Ia melihat  seluruh kondisi Mekkah untuk berdakwah apakah efektif jika dilakukan secara terbuka saat itu.

Dan berdasarkan pertimbangannya tersebut tidak mungkin langsung berdakwah secara terbuka di awal risalah mengingat dirinya masih sendiri dan tidak memiliki kedudukan yang tinggi di kota Mekkah.

Pada saat itu kendali kota Mekkah bukan di tangan beliau. Banyak tokoh-tokoh senior yang memiliki pengaruh lebih besar. Belum lagi materi yang Rasulullah sampaikan sangat bertentangan dengan para tokoh ini.

Masyarakat Mekkah yang berada di sekeliling Rasulullah ada tiga kelompok. Pertama, kelompok yang berpotensi besar menerima, kedua, kelompok yang tidak mengambil sikap, dan ketiga, kelompok yang berpotensi besar menolak.

Jika rasul melakukan dakwah terbuka, maka ia akan sibuk mengatasi orang-orang yang berpotensi menolak sedangkan kelompok yang berpotensi menerima akan terabaikan.

Kelompok pertama dan kedua ini adalah potensi besar untuk dakwahnya di awal risalah. Ketika potensi pertama ini sudah bisa menerima maka proses dakwah bisa naik level menjadi dakwah terbuka.

Sehingga dakwah terbatas adalah usaha untuk menggarap potensi dakwah orang-orang yang mau menerima dakwah.

Dari sini bisa dipahami bahwa dakwah itu pada prinsipnya terbuka. Sedangkan dakwah terbatas ini hanyalah bagian dari tahapan untuk masuk pada efektivitas dakwah terbuka. [Ln]

Tags: Alasan Dakwah Terbatas Rasulullah di Awal RisalahDakwah terbatasFase MadinahFase MekkahRasulullah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pentingnya Support System Orangtua dalam Mendukung Keberhasilan Anak

Next Post

Tafsir Surat Al-Kafirun Ayat 1, Tidak Ada Toleransi dalam Masalah Akidah

Next Post
Tafsir Surat Al-Kafirun Ayat 1, Tidak Ada Toleransi dalam Masalah Akidah

Tafsir Surat Al-Kafirun Ayat 1, Tidak Ada Toleransi dalam Masalah Akidah

Cara Move On dari Seseorang

Cara Move On dari Seseorang

Pada Prinsipnya Dakwah itu Terbuka

Pada Prinsipnya Dakwah itu Terbuka

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8238 shares
    Share 3295 Tweet 2060
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1160 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3691 shares
    Share 1476 Tweet 923
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4224 shares
    Share 1690 Tweet 1056
  • Menghina Allah dalam Hati

    453 shares
    Share 181 Tweet 113
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11265 shares
    Share 4506 Tweet 2816
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4548 shares
    Share 1819 Tweet 1137
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3301 shares
    Share 1320 Tweet 825
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2059 shares
    Share 824 Tweet 515
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga