• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 11 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Alasan Dakwah Terbatas Rasulullah di Awal Risalah

21/03/2022
in Kisah, Unggulan
Jangan Lelah Mengejar Musuh

Foto: Pixabay

94
SHARES
726
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com –  Para ulama yang mendalami bidang sirah nabawiyah membagi dua fase dakwah Rasulullah berkaitan dengan pusat dakwahnya, yaitu fase Mekkah dan fase Madinah. Untuk fase Mekkah secara umum dibagi menjadi dua, dakwah terbatas dan dakwah terbuka.

Dakwah terbatas adalah istilah yang digunakan oleh Ustaz Asep Sobari, Pendiri Sirah Community Indonesia, yang mengkritik istilah dakwah sembunyi-sembunyi yang banyak digunakan selama ini.

Menurutnya istilah dakwah terbatas lebih tepat, karena orang Mekkah dan orang Musyrik tahu bahwa Rasulullah memiliki keyakinan berbeda.

Baca Juga: Kedudukan Ar-Rubayyi binti Muawwidz Di Mata Rasulullah

Alasan Dakwah Terbatas Rasulullah di Awal Risalah

Sehingga Rasulullah sebenarnya hanya membatasi dakwah kepada orang-orang yang berpotensi menerima dengan pendekatan individu dan tidak melakukan dakwah di keramaian atau di banyak tempat

Dakwah Sirriyah, merupakan istilah yang bisa menjelaskan corak dakwah Rasulullah di fase pertama. Juga bukan berasal dari al-Qur’an atau hadits. Istilah tersebut adalah ijtihad dari para penulis sirah.

Pada prinsipnya dakwah dilakukan secara terbuka. Dakwah dilakukan terbatas oleh Rasulullah di awal risalahnya untuk keefektifan dakwah itu sendiri.

Rasulullah selalu menimbang satu hal dalam setiap aktivitasnya yaitu unsur efektivitas. Ia melihat  seluruh kondisi Mekkah untuk berdakwah apakah efektif jika dilakukan secara terbuka saat itu.

Dan berdasarkan pertimbangannya tersebut tidak mungkin langsung berdakwah secara terbuka di awal risalah mengingat dirinya masih sendiri dan tidak memiliki kedudukan yang tinggi di kota Mekkah.

Pada saat itu kendali kota Mekkah bukan di tangan beliau. Banyak tokoh-tokoh senior yang memiliki pengaruh lebih besar. Belum lagi materi yang Rasulullah sampaikan sangat bertentangan dengan para tokoh ini.

Masyarakat Mekkah yang berada di sekeliling Rasulullah ada tiga kelompok. Pertama, kelompok yang berpotensi besar menerima, kedua, kelompok yang tidak mengambil sikap, dan ketiga, kelompok yang berpotensi besar menolak.

Jika rasul melakukan dakwah terbuka, maka ia akan sibuk mengatasi orang-orang yang berpotensi menolak sedangkan kelompok yang berpotensi menerima akan terabaikan.

Kelompok pertama dan kedua ini adalah potensi besar untuk dakwahnya di awal risalah. Ketika potensi pertama ini sudah bisa menerima maka proses dakwah bisa naik level menjadi dakwah terbuka.

Sehingga dakwah terbatas adalah usaha untuk menggarap potensi dakwah orang-orang yang mau menerima dakwah.

Dari sini bisa dipahami bahwa dakwah itu pada prinsipnya terbuka. Sedangkan dakwah terbatas ini hanyalah bagian dari tahapan untuk masuk pada efektivitas dakwah terbuka. [Ln]

Tags: Alasan Dakwah Terbatas Rasulullah di Awal RisalahDakwah terbatasFase MadinahFase MekkahRasulullah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pentingnya Support System Orangtua dalam Mendukung Keberhasilan Anak

Next Post

Tafsir Surat Al-Kafirun Ayat 1, Tidak Ada Toleransi dalam Masalah Akidah

Next Post
Tafsir Surat Al-Kafirun Ayat 1, Tidak Ada Toleransi dalam Masalah Akidah

Tafsir Surat Al-Kafirun Ayat 1, Tidak Ada Toleransi dalam Masalah Akidah

Cara Move On dari Seseorang

Cara Move On dari Seseorang

Pada Prinsipnya Dakwah itu Terbuka

Pada Prinsipnya Dakwah itu Terbuka

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8849 shares
    Share 3540 Tweet 2212
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1076 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11566 shares
    Share 4626 Tweet 2892
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • RS Permata Jonggol Hadirkan BQS, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Cinta Al-Qur’an

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3985 shares
    Share 1594 Tweet 996
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4672 shares
    Share 1869 Tweet 1168
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3455 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Tuwailah binti Aslam, Shahabiyah yang Menjadi Saksi Perjalanan Mulia Rasulullah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Wamenlu Anis Matta, Geopolitik Dunia Ditentukan Geografi dan Perebutan Energi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga