• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 21 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Sumber Utama dalam Menafsirkan Al-Quran

08/09/2022
in Khazanah, Unggulan
Sumber Utama dalam Menafsirkan Al-Quran

Foto: Pixabay

88
SHARES
676
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SUMBER utama yang menjadi rujukan umat Islam dalam menafsirkan Al-Qur’an setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah para shahabat beliau.

Mereka adalah murid-murid Rasulullah yang belajar langsung kepada beliau, beriman kepada apa yang beliau bawa dan istiqomah hingga akhir hayat.

Ahli tafsir yang paling utama dari kalangan shahabat yaitu khalifah yang empat yaitu Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali, kemudian Ubay bin Ka’b, Zaid bin Tsabit, Abu Musa Al-Asy’ari, Abdullah bin Az-Zubair, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud.

Baca Juga: Abdullah bin Abbas Sang Pakar Tafsir Al-Quran

Sumber Utama dalam Menafsirkan Al-Quran

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan shahabat Ibnu Abbas yang ketika itu masih muda,

اللهم فقه في الدين وعلمه التأويل

“Ya Allah, fahamkanlah ia agama dan ajarkanlah ia tafsir.”

(HR. Ahmad 2396 dishohihkan Al-‘Allamah Ahmad Syakir)

Begitupula Ibnu Mas’ud beliau shahabat yang paling tahu tentang di mana surat diturunkan dan paling mengerti tentang topik ayat. Ibnu Mas’ud juga berkata,

“Sebaik-baik ahli tafsir Al-Qur’an adalah Ibnu Abbas.” (Riwayat Ibnu Jarir dalam tafsir beliau 1/90 sanadnya hasan)

Setelah para shahabat yang menjadi rujukan utama menafsirkan Al-Qur’an adalah para tabiin yaitu murid-murid para shahabat Nabi.

Ahli tafsir dari kalangan tabiin yang paling utama adalah murid-muridnya Ibnu Abbas di Makkah yaitu Mujahid, Sa’id bin Jubair dan yang semisal keduanya.

Al-Imam Sufyan Ats-Tsawri berkata,

“Apabila engkau mendapati tafsirnya Mujahid maka itu cukup bagimu.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,

“Di antara ulama yang merujuk kepada tafsir Mujahid adalah Asy-Syafii, Al-Bukhari, Ahmad dan selain mereka dari yang menyusun tafsir selalu mengulang-ulang jalan periwayatan dari Mujahid lebih banyak dari jalan yang lain.”

(Muqoddimah Tafsir hal. 26)

Begitupula murid-murid Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yaitu Alqomah, Masruq dan yang semisalnya.

Kemudian para ulama menulis kitab-kitab tafsir dengan sanadnya yang merujuk kepada hadis Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, para shahabat, tabiin seperti yang ditulis oleh Ath-Thobari, Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim, dan Abd bin Humaid. Demikian yang disebutkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqolani.

Kemudian setelah itu para ahli tafsir menyusun kitab-kitab mereka yang merujuk kepada referensi utama di atas semisal tafsir Ibnul Jauzi, Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, dan masih banyak lagi hingga sampai kepada masa kita sekarang ini.

(Faedah Syaikh Sa’d Ash-Shumail)

Maka siapa yang hendak mempelajari Al-Qur’an, mentadabburinya, memahami kandungan maknanya dengan benar maka hendaklah ia merujuk kepada referensi para ahli tafsir yang mu’tabar di atas.

Bukan bebas tafsir atau tafsir moderat yang pada hakikatnya menafsirkan ayat menurut hawa nafsu berdasarkan pendapat pribadi, perasaan, situasi politik maupun kejahilan.

Catatan Ustaz Fikri Abul Hasan. [Ln]

Tags: Sumber Utama dalam Menafsirkan Al-Quran
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menjamak Shalat saat Bepergian

Next Post

Lebih Dalam tentang Ikhlas

Next Post
Surga yang Dibenci dan Neraka yang Disukai

Lebih Dalam tentang Ikhlas

Betapa Pentingnya Ikhlas dalam Beribadah

Ketika Pertama Kali Khalid bin Walid Diberikan Panji Islam

Riba Lebih Berat dari Zina

Uwais Al-Qarni Lebih Senang Bersama Fakir Miskin

  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1905 shares
    Share 762 Tweet 476
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1735 shares
    Share 694 Tweet 434
  • Lebih Enak Mana: Kloter Awal atau Kloter Akhir

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3513 shares
    Share 1405 Tweet 878
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    387 shares
    Share 155 Tweet 97
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5006 shares
    Share 2002 Tweet 1252
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    624 shares
    Share 250 Tweet 156
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11171 shares
    Share 4468 Tweet 2793
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga