PERUSAHAAN roti dan kue artisan Humble Baker menggelar kegiatan media gathering di offline store mereka yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi pada Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang perkenalan produk sekaligus diskusi mengenai visi dan rencana pengembangan perusahaan kepada sejumlah jurnalis.
Humble Baker merupakan perusahaan yang berfokus pada produksi roti dan kue artisan dengan kualitas tinggi namun tetap ditawarkan dengan harga terjangkau.
Produk yang menjadi spesialisasi mereka antara lain sourdough, whole wheat bread, pumpkin doughnuts, serta premium cake.
Produk-produk tersebut dihadirkan untuk mengisi ceruk pasar roti artisan yang dinilai masih belum banyak digarap secara optimal.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Pratama, yang juga merupakan pencipta resep sekaligus kepala produksi, menjelaskan bahwa kualitas bahan baku dan proses pengolahan menjadi faktor utama dalam menghasilkan produk signature Humble Baker.
Ia menekankan bahwa karakter produk tidak hanya tercermin dari rasa, tetapi juga dari proses pembuatannya yang sederhana namun terjaga kualitasnya.
Selain menghadirkan produk untuk konsumen ritel, Humble Baker juga mengembangkan model bisnis yang berfokus pada sektor business-to-business (B2B), dengan menyediakan produk roti dan kue untuk berbagai mitra usaha.
Dalam sesi diskusi, Ibnu Pratama bersama Atok R. Aryanto turut memaparkan rencana ekspansi perusahaan ke sejumlah kota di Indonesia, di antaranya Bandung, Denpasar, serta Yogyakarta.
Ekspansi tersebut direncanakan sebagai bagian dari strategi pengembangan pasar Humble Baker di berbagai daerah.
Media Gathering Humble Baker Bahas Produk Artisan dan Rencana Ekspansi
Baca juga: Humble Baker Hadir Sebagai Pendatang Baru, Bakery Berkualitas Tinggi dengan Harga Terjangkau
Acara juga dihadiri oleh Nina Septiana, yang turut berinteraksi dengan para tamu undangan dan jurnalis yang hadir.
Kegiatan media gathering tersebut ditutup dengan kajian yang disampaikan oleh Ali Muhammad Jaudin.
Dalam kajiannya, ia membahas pentingnya menjaga kepercayaan dalam profesi jurnalisme serta nilai silaturahmi sebagai bagian dari hubungan sosial dan profesional.
Acara berlangsung dalam suasana santai sekaligus menjadi ruang dialog antara pihak perusahaan dan insan media mengenai perkembangan industri roti artisan di Indonesia.[Sdz]


