• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Ketika Pertama Kali Khalid bin Walid Diberikan Panji Islam

09/09/2022
in Khazanah
Betapa Pentingnya Ikhlas dalam Beribadah
105
SHARES
804
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KETIKA pertama kali Khalid bin Walid diberikan panji. Khalid dikenal sebagai ahli menunggang dan menjinakan kuda dari suku Quraisy; Khalid juga dikenal sebagai ahli siasat perang dari jazirah Arab.

Kini, ia telah meninggalkan berhala pujaan nenek moyang dan kaumnya, bergabung dengan barisan kaum muslimin.

Baca Juga: Khalid Bin Walid, Si Pedang Allah yang Terhunus

Ketika Pertama Kali Khalid bin Walid Diberikan Panji Islam

Ya…, kita sedang bersama Khalid yang sudah masuk Islam untuk mengetahui sejarah hidupnya yang mengagumkan.

Masih ingatkah kamu, tiga panglima Perang Mu’tah yang gugur sebagai syahid? Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib, dan Abdullah ibnu Rawahah. Mereka pahlawan perang Mu’tah di Syam. Perang Mu’tah yang memaksa Romawi mengerahkan 200 ribu prajurit. Di perang inilah kaum muslimin menunjukan prestasi gemilang.

Kamu juga tentu masih ingat sabda Rasulullah melipur duka atas kepergian mereka, “Bendera pasukan di tangan Zaid bin Haritsah. Ia bertempur dengan gagah berani hingga gugur sebagai syahid.

Lalu, bendera diambil oleh Ja’far. Ia bertempur dengan gagah berani hingga gugur sebagai syahid. Lalu, panji dipegang Abdullah ibnu Rawahah. Ia bertempur dengan gagah berani hingga gugur sebagai syahid.”

Sebenarnya, sabda Rasulullah ini belum selesai. Kelanjutan kiranya pahlawan itu?

Tidak lain, dia-lah Khalid bin  Walid. Ia ikut terjun di Perang Mu’tah sebagai prajurit biasa. Sementara yang menjadi panglima pasukan Islam adalah Zaid, Ja’far, dan Abdullah bin Rawahah, secara bergantian. Ketiga-tiganya gugur sebagai syahid.

Sesudah panglima ketiga gugur syahid, dengan cepat Tsabit bin Arqam meraih panji pasukan. Ia kibarkan tinggi-tinggi untuk menjaga kesatuan pasukan.

Dengan cepat ia membawa panji itu kepada Khalid dan berkata, “Ambillah panji ini, wahai Abu Sulaiman.”

Khalid merasa tidak berhak memimpin pasukan Islam yang di dalamnya terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar, sementara ia belum lama masuk Islam.

Ini adalah sikap hormat, rendah hati, bijaksana, dan sifat baik yang ditunjukan oleh Khalid. Dan, memang seperti itulah Khalid.

Ia menjawab, “Tidak! Aku tidak akan mengambil bendera ini. Engkau lebih berhak memegangnya. Engkau lebih tua dan pernah ikut di Perang Badar.”

Tsabit berkata, “Ambillah! Engkau lebih mengetahui muslihat perang daripada aku. Demi Allah, aku tadi mengambilnya untuk kuberikan kepadamu.”

Lalu Tsabit berseru kepada pasukan Islam, “Setujukah kalian dipimpin Khalid?”

Mereka menjawab, “Setuju.”

Dengan gesit panglima baru ini melompat ke punggung kudanya. Ia condongkan bendera di tangannya ke depan, seakan ingin menggedor pintu yang selama ini terkunci rapat.

Sudah waktunya, pintu itu terbuka untuk memulai jalan panjangnya, baik saat Rasulullah masih hidup maupun setelah beliau wafat. Hari demi hari Khalid menorehkan sejarah panjangnya yang penuh keajaiban.

Khalid memegang bendera pasukan pada saat pasukan Islam berada di bawah angin. Pasukan Islam sudah banyak yang berjatuhan.

Sementara pasukan Romawi dengan bilangannya yang jauh lebih besar, terus maju laksana banjir yang menyapu medan.

Dalam situasi seperti ini, siasat perang apa pun tidak akan mampu membalikkan keadaan: yang kalah jadi menang dan yang menang jadi kalah.

Satu-satunya harapan ialah menghentikan jatuhnya korban lebih lanjut, dan menyelamatkan sisa pasukan. Artinya, pasukan Islam harus mundur teratur agar terhindar dari kehancuran misal di medan tempur itu.

Hanya saja dalam kondisi seperti ini, mundur seakan mustahil. Akan tetapi, tidak ada yang mustahil bagi si pemberani. Dan, adakah yang lebih pemberani dibandingkan Khalid? Adakah yang lebih hebat dan tajam pandangannya dibandingkan Khalid?

Bagaikan elang, mata Khalid menyorot tajam ke semua sudut medan perang. Lalu, ia membagi pasukannya menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mempunyai tugas masing-masing.

Ia pergunakan siasat perangnya yang luar biasa, hingga akhirnya pengepungan yang dilakukan pasukan Romawi terbuka, dan pasukan Islam bisa lolos dengan selamat.

Keberhasilan ini berkat kepahlawanan Khalid. Berkat keberanian, kecerdikan, dan ketepatannya bertindak.

Di pertempuran inilah Khalid mendapat gelar, “Si Pedang Allah yang selalu Terhunus” dari Rasulullah. [Cms]

Sumber :  60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW/Khalid Muhammad Khalid/Al Itishom

Tags: Khalid bin walidpanji islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lebih Dalam tentang Ikhlas

Next Post

Uwais Al-Qarni Lebih Senang Bersama Fakir Miskin

Next Post
Riba Lebih Berat dari Zina

Uwais Al-Qarni Lebih Senang Bersama Fakir Miskin

Al-‘Ala Al-Hadhrami, Muslim Pertama yang Mengarungi Lautan

Wahb bin Munabbih, Tidak Pernah Tidur di Kasur Selama 40 Tahun

Mengatasi tekanan darah tinggi dengan air timun

Mengatasi Tekanan Darah Tinggi dengan Minum Air Timun

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    358 shares
    Share 143 Tweet 90
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8697 shares
    Share 3479 Tweet 2174
  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4444 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11480 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3914 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga