• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 6 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Sikap Malu Berkaitan Erat dengan Kualitas Iman Seseorang

13/05/2024
in Khazanah, Unggulan
Sikap Malu Berkaitan Erat dengan Kualitas Iman Seseorang

Foto: Unsplash

81
SHARES
626
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SIKAP malu berkaitan erat dengan kualitas iman seseorang, karena dengan malu seseorang akan memperhatikan setiap tindakannya. Jika dilandaskan pada syari’at Islam, seseorang akan mudah untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemunkaran.

Dalam kitab Fiqhul Hayaa’ karya Muhammad Ismail Muqaddam, dalam bahasa arab malu adalah Al-Hayaa’ yang merupakan bentuk masdar dari hayiya, al-Hayaat yang artinya “hidup”.

Kata al-Ghaits (hujan) bisa juga diartikan hayaa (kehidupan), karena keberadaan hujan yang bisa memberikan kehidupan pada bumi, tumbuhan, dan hewan.

Maksud al-Hayaa’ (kehidupan) di sini adalah kehidupan dunia dan akhirat. Karena itu, siapa yang tidak memiliki malu berarti dia mati di dunia dan sengsara di akhirat.

Baca Juga: Budayakan Malu Sejak Dini

Sikap Malu Berkaitan Erat dengan Kualitas Iman Seseorang

Beberapa ahli retorika Arab (balaghah) mengatakan, “Raut wajah seseorang yang selalu dihiasi dengan rasa malu, laksana kebun yang tumbuh subur karena siraman air.”

Jadi, hidupnya hati seseorang tergantung pada seberapa banyak dia memiliki rasa malu. Ketika rasa malunya sedikit, maka hati dan jiwanya menjadi mati. Artinya, ketika hati seseorang lebih hidup, maka perilaku malunya pun akan lebih sempurna.

Imam Ibnu Qayim al-Jauziyah berkata, “Ketika akhlak mulia ini (malu) benar-benar melekat pada pelakunya, maka dia akan hidup lebih kuat dan sempuma. Dengan demikian, perilaku malu (al-hayaa) diambil dari kata “al-hayaat” yang artinya hidup, dan itulah nama dan makna hakiki dari malu.

Karena itu, manusia yang sempurna hidupnya adalah mereka yang paling sempurna malunya. Sebaliknya, nilai kehidupan manusia menjadi berkurang, saat dia kurang memiliki rasa malu.”

“Ketika ruh (hati) seseorang mati, maka keburukan yang menimpa dirinya tidak bisa ia rasakan, sehingga ia tak lagi malu bergaul dengan keburukan tersebut. Namun, ketika ruhnya hidup secara sehat, maka ia akan merasakan keburukan yang ada di hadapannya dan ia pun menjadi malu untuk bergaul dengannya.

Begitu pula akhlak dan perilaku mulia lainnya, ia bisa melekat pada diri seseorang tergantung sejauh mana dia menghidupkan akhlak dan perilaku mulianya tersebut.”

“Oleh karena itu, kehidupan sang pemberani lebih sempuma dibanding kehidupan si pengecut, kehidupan dermawan lebih baik dibanding kehidupan orang bakhil atau pelit, dan kehidupan orang yang cerdas lebih bermutu dibanding kehidupan orang bodoh atau dungu.

Para nabi adalah manusia yang sangat pemalu. Tak heran jlka kehidupan mereka mencapai tingkat yang paling sempuma. Demikian halnya dengan para teladan yang mengikutinya.

[Ln]

Tags: Sikap Malu Berkaitan Erat dengan Kualitas Iman Seseorang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perpisahan Terakhir di Lembang

Next Post

Chanel Muslim Gelar Seminar Pranikah Bertajuk Gagal Taaruf, Ketidakpastian dan Orang Ketiga

Next Post
Chanel Muslim Gelar Seminar Pranikah Bertajuk Gagal Taaruf, Ketidakpastian dan Orang Ketiga

Chanel Muslim Gelar Seminar Pranikah Bertajuk Gagal Taaruf, Ketidakpastian dan Orang Ketiga

Cheddar Cheese Cookies ala Bunda Icha Savitry

Cheddar Cheese Cookies ala Bunda Icha Savitry

Kaesang Pangarep dan Istri umumkan kehamilan di depan Ka'bah

Kaesang Pangarep dan Istri umumkan kehamilan di depan Ka'bah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9472 shares
    Share 3789 Tweet 2368
  • Maulid Salimah Kota Bekasi Dihadiri 650 Jamaah, Galang Dana untuk Palestina

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11818 shares
    Share 4727 Tweet 2955
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4282 shares
    Share 1713 Tweet 1071
  • Ini Dia 5 Rekomendasi Kuliner di Banyumas

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pesona Menawan dari Kawah Ijen

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1336 shares
    Share 534 Tweet 334
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4845 shares
    Share 1938 Tweet 1211
  • Peritel Kecantikan Inklusif dari Sumatera yang Dobrak Dominasi Ritel Jakarta Lewat Jaringan Komunitas dengan Puluhan Ribu Member

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Berbicara Rezeki Artinya Bukan Hanya Soal Materi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga