• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 5 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Kejayaan Milik Orang yang Bertakwa

22/08/2025
in Khazanah, Unggulan
Kejayaan Milik Orang yang Bertakwa

Foto: Unsplash

86
SHARES
665
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KEJAYAAN Milik Orang yang Bertakwa ditulis oleh Ustadz Faisal Kunhi M.A

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Qashas: 83).

Penjelasan

Allah mengabarkan bahwa negeri akhirat dan semua kenikmatannya yang kekal, tidak berubah dan musnah, diciptakan Allah untuk para hamba-Nya yang beriman lagi tawadhu.

Maksud menyombongkan diri adalah berbuat sewenang-wenang dan kerusakan terhadap mereka.

Sufyan bin Said Attsauri dari Mansur dari Muslim Al-Bathin berkata bahwa لعلو فى الأرض “ artinya berbuat angkuh tanpa hak; sedangkan “al fasad” adalah mengambil harta orang lain tanpa hak, ada juga yang mengatakan arti “al fasad” adalah kemaksiatan.

Baca Juga: Takwa Itu Ada di Hati

Kejayaan Milik Orang yang Bertakwa

Dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki yang merasa kagum dengan tali sandalnya. Dia ingin memiliki tali sandal yang lebih yang lebih bagus dari para sahabatnya, maka dia termasuk dalam firman Allah,

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Hal ini ditarik kepada kondisi jika dia bermaksud membanggakan diri kepada yang lainnya maka itu termasuk perbuatan tercela, sedangkan jika menyukai hal tersebut dengan tujuan berhias saja maka hal itu tidak mengapa.

Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku senang jika selendang dan sandalku bagus. Apakah hal ini termasuk sombong?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan.” Demikian dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir.

Allah berfirman, “Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Kata ‘aqibah (kesudahan) berarti akhir dari segala sesuatu. Allah menjanjikan secara pasti bahwa kesudahan yang baik, di sini maksudnya adalah kemenangan di dunia dan akhirat.

Ini merupakan kabar baik yang sangat indah dan janji yang tidak mungkin meleset. Dari kalimat, “Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang -orang yang bertakwa,” dapat diketahui bahwa orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mewarisi bumi ini adalah orang-orang yang bertakwa, dan pemberian kuasa kepada orang-orang yang tidak bertakwa bersifat sementara.

Adakalanya kebatilan menang dalam satu putaran tetapi babak terakhir dipastikan menjadi milik orang-orang yang membela kebenaran.

Kemenangan adalah hak keluarga Allah, dan janji Allah itu pasti terjadi dan tidak ada keraguan didalamnya; demikian tutur Dr. Khalid Abu Syadi dalam bukunya “60 Motivasi Al Quran dan Hadis Bagi Orang yang Beriman.”

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Ayat yang mulia ini merupakan salah satu kaidah Al-Qur’an yang penuh hikmah, sebuah ayat yang membangkitkan harapan dalam jiwa orang-orang yang beriman bahwa mereka akan mendapatkan kesudahan yang baik di dunia sebelum datangnya di akhirat, mereka akan kuat di bumi dengan syarat bertakwa kepada Allah.

Perlu dipahami bahwa lafazh “al-Aqibah” yang bermakna kesudahan atau akibat, tidak hanya terbatas di akhirat, akan tetapi kesudahan ini berlaku secara umum di dunia dan di akhirat.

Hal yang bisa dipahami dari ayat ini adalah setiap orang yang menjauhkan dirinya dari sikap takwa dalam kehidupan sehari-hari baik perbuatan maupun perkataanya, maka ia tidak akan meraih kesudahan yang indah betapapun lamanya ia hidup, itulah sunnatullah untuk para hamba-Nya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjadikan ayat ini sebagai kaidah dan kekuatan untuk melawan pasukan Tartar yang menyerang negeri Islam.

Ia pernah bersumpah atas nama Allah bahwa pasukan Tartar akan mengalami kekalahan dan merekapun akhirnya mundur dan terpecah-pecah. Demikian jelas Dr. Umar bin Abdullah Muqbil dalam karyanya “50 Kaidah Al-Qur’an Untuk Kehidupan.”

Syaikh Assa’di menjelaskan: Dia berfirman, “Dan kesudahan (yang baik) itu.” Maksudnya, suasana keberuntungan dan kesuksesan yang pasti dan terus adalah bagi orang yang bertakwa kepada Allah.

Sedangkan selain mereka, sekalipun mereka memperoleh sebagian dari keunggulan (duniawi) dan kelapangan, namun itu semua tidak akan lama waktunya dan akan musnah dalam waktu yang singkat.

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat ini adalah:

1. Keangkuhan mengantar kepada kedurhakaan dan perusakan. Bukankah Iblis melakukan dosanya terhadap Allah akibat dorongan keangkuhan terhadap Adam as?

2. Keangkuhan yang terlarang adalah sikap yang lahir dari motivasi/ kehendak angkuh pelaku, karena jika yang bersangkutan tidak menghendaki keangkuhan maka dapat ditoleransi.

Demikian dijelaskan dalam tafsir Al-Lubab.

Syaikh Muhammad Ali Ashobuni: Di dalam ayat ini Allah menunjuk akhirat dengan kalimat itu untuk menunjukkan agungnya negeri akhirat, dan Allah sediakan nikmat akhirat yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, bahkan tidak pernah terbersit oleh hati untuk orang-orang bertakwa yang tidak menginginkan kesombongan, kezhaliman dan permusuhan dalam kehidupan ini; dan kesudahan yang terpuji itu untuk mereka yang takut kepada Allah dan merasa selalu diawasi oleh-Nya, dan mereka yang mencari keridhaanNya dan takut akan siksa-Nya.

Dunia adalah ladang untuk akhirat, barang siapa yang memperbaiki amalnya di dunia maka dia akan mendapatkan kesudahan yang baik di akhirat; dan barang siapa yang memperburuk amalnya, maka dia akan mendapatkan kerugian, jadi setiap perbuatan memilki balasannya dengan benar dan adil dan Al-Qur’an adalah nasihat yang paling baik dan paling murni, menjelaskan segala sesuatu sebelum itu terjadi dan menentukan sebab-sebab untuk mencapai tujuan sebelum seseorang mencapai tujuan; demikian jelas Syaikh Wahbah Zuhaili.

Jadikanlah akhirat orientasi dari setiap yang engkau perbuat di dunia ini, maka Allah akan urus duniamu. Demikian tadabbur singkat dari ayat ini, semoga membawa manfaat.[Ln/Sdz]

 

Tags: Kejayaan Milik Orang yang Bertakwa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dosen UGM Ungkap Bahaya Bunuh Kecoa hingga Hancur

Next Post

Puasa dan Shalat yang Paling Dicintai Allah

Next Post
Ustaz Jelaskan Momen-Momen Utama untuk Berdoa pada Waktu Shalat

Puasa dan Shalat yang Paling Dicintai Allah

Mimpi Kerja di Luar Negeri Berakhir Tragis di Kamboja

Mimpi Kerja di Luar Negeri Berakhir Tragis di Kamboja

Gangguan Kejiwaan, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Cinangceng Bogor

Gangguan Kejiwaan, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Cinangceng Bogor

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8330 shares
    Share 3332 Tweet 2083
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3753 shares
    Share 1501 Tweet 938
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4578 shares
    Share 1831 Tweet 1145
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3337 shares
    Share 1335 Tweet 834
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5370 shares
    Share 2148 Tweet 1343
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11310 shares
    Share 4524 Tweet 2828
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5347 shares
    Share 2139 Tweet 1337
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga