HARI Arafah dikenal sebagai salah satu waktu yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Salah satu amalan yang dianjurkan pada hari tersebut adalah berpuasa bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Puasa Arafah disebutkan dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Selain puasa, Hari Arafah juga memiliki keistimewaan dalam hal doa dan zikir.
Ustaz Farid Nu’man Hasan menjelaskab bahwa salam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hadis ini menunjukkan tingginya kedudukan waktu tersebut sebagai momen yang mustajab untuk berdoa kepada Allah.
Doa yang paling sering dibaca Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada hari tersebut adalah kalimat tauhid, yaitu pengakuan keesaan Allah, pujian kepada-Nya, serta penegasan bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan-Nya.
Terkait apakah keutamaan ini hanya berlaku bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, para ulama memiliki perbedaan pandangan.
Namun, sejumlah ulama muhaqqiq menyatakan bahwa keutamaan doa dan zikir di Hari Arafah bersifat umum, tidak terbatas bagi mereka yang sedang berada di Arafah saja.
Apakah Keutamaan Doa di Hari Arafah Hanya untuk Jemaah Haji?
Pandangan ini didukung oleh praktik sebagian salaf yang ketika tidak sedang berhaji, mereka melakukan “ta’rif”, yaitu berkumpul di masjid pada Hari Arafah untuk berdoa dan berzikir.
Tradisi ini pernah dilakukan oleh beberapa sahabat dan tabi’in, seperti Ibnu Abbas dan Amr bin Huraits.
Dalam penjelasan Imam Ahmad bin Hanbal, praktik tersebut tidak dipermasalahkan karena merupakan bentuk doa dan zikir kepada Allah, meskipun beliau sendiri tidak secara rutin melakukannya.
Baca juga: Ini Dalil Anjuran Bertakbir dari 1 Dzulhijjah hingga Hari Tasyriq
Hal ini menunjukkan adanya kelonggaran dalam amalan tersebut selama tidak diyakini sebagai ibadah yang diwajibkan secara khusus.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh sebagian ulama kontemporer yang menyebutkan bahwa keutamaan Hari Arafah tidak hanya khusus bagi jamaah haji, meskipun pelaksanaannya di luar Arafah tidak memiliki dasar langsung dari praktik Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Dengan demikian, Hari Arafah menjadi momentum penting bagi seluruh umat Islam untuk memperbanyak doa, zikir, dan amal saleh, di mana pun mereka berada.[Sdz]





