• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 15 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Jika Imam Shalatnya Duduk dan Tidak Mampu Berdiri, Bagaimana Makmumnya?

21/05/2026
in Syariah, Unggulan
Jika Imam Shalatnya Duduk dan Tidak Mampu Berdiri, Bagaimana Makmumnya?

Mesut Ozil memakai peci saat Shalat Jumat di Istiqlal (Foto: IG @m10_official)

267
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JIKA Imam shalatnya duduk dan tidak mampu berdiri, bagaimana makmumnya? Mertua saya mengalami sakit syaraf di kaki, sehingga tidak kuat berdiri lama.

Tapi sampai saat ini, kalau berjamaah dengan kami di rumah, Bapak masih berusaha berdiri sebagai imam.

Beliau hanya maghrib saja yang sholat di rumah karena kalau maghrib, musholla dekat rumah terlalu ramai dengan anak-anak kampung sebelah.

Bapak enggak bisa sholat dengan khusyuk.

Nah, kalau sholat di rumah, jamaahnya ada 3 perempuan, Bapak kepikiran antara berdiri atau duduk saat jadi imam.

Mungkin beliau minta diberi penjelasan yang lebih komprehensif tentang hal ini, karena selama ini, pemahaman beliau, kalau imam harus selalu berdiri, apalagi kalau makmumnya ada yang berdiri juga.

Baca Juga: Shalat Sambil Menggendong Bayi

Jika Imam Shalatnya Duduk dan Tidak Mampu Berdiri, Bagaimana Makmumnya?

Pengurus PP Al Irsyad Al Islamiyah Ustaz Farid Nu’man Hasan, S.S., M.I.Kom. menjelaskan, ada perselisihan para ulama tentang bagaimana bermakmum kepada imam yang duduk, tidak mampu berdiri.

1. Wajib Ikut duduk

Hal ini berdasarkan hadis shahih:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اشْتَكَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَ عَلَيْهِ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِهِ يَعُودُونَهُ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا فَصَلُّوا بِصَلَاتِهِ قِيَامًا فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ اجْلِسُوا فَجَلَسُوا فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا)

Dari Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengeluh sakit, para sahabatnya datang menjenguknya, lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat dengan DUDUK,

orang-orang di belakangnya BERDIRI, tapi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengisyaratkan mereka agar mereka DUDUK, akhirnya mereka pun duduk.

Setelah selesai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Imam itu diangkat untuk diikuti, jika dia ruku’ maka ruku’lah, jika dia bangun maka bangunlah, jika dia duduk maka duduklah.”

(HR. Bukhari no. 647, Muslim no. 623)

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu berkata:

وَإِذَا صَلَّى قَاعِدًا فَصَلُّوا قُعُودًا أَجْمَعُونَ

Jika dia shalat dengan cara duduk, maka shalatlah kalian semua dengan cara duduk. (HR. Muslim no. 622)

Abu Hurairah Radhiallahu’ Anhu berkata:

وَإِذَا صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا وَإِذَا صَلَّى قَاعِدًا فَصَلَّوْا قُعُودًا أَجْمَعُونَ

Jika dia shalat berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri, jika dia shalat duduk shalatlah kalian dengan cara duduk. (HR. Muslim no. 628)

Inilah pendapat mazhab Zhahiri (al Muhalla, 2/104), sebagian Hambaliyah, dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin. (Syarhul Mumti’, 4/230)

Ini juga pendapat al Auza’i, Ahmad, Ishaq, dan Ibnul Mundzir, Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan:

وقال الأوزاعي وأحمد وإسحاق وابن المنذر : تجوز صلاتهم وراءه قعوداً, ولا تجوز قياماً

Al Auza’i, Ahmad, Ishaq, dan Ibnul Mundzir mengatakan: “Boleh shalatnya makmum dengan cara duduk, dan tidak boleh berdiri.” (al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab, 4/162)

2. Wajib Tetap berdiri

Inilah pendapat mayoritas, baik Syafi’iyah, Hanafiyah, sebagian Malikiyah, dan lainnya.

Hal ini berdasarkan hadis shahih pula, sebagaimana yang dijelaskan Imam an Nawawi berikut ini:

قد ذكرنا أن مذهبنا جواز صلاة القائم خلف القاعد العاجز , وأنه لا تجوز صلاتهم وراءه قعوداً وبهذا قال الثوري وأبو حنيفة وأبو ثور والحميدي وبعض المالكية

Kami telah menyebutkan bahwa mazhab kami (Syafi’iyah) membolehkan seorang yang shalat berdiri menjadi makmum kepada imam yang tidak mampu berdiri.

Makmum tidak boleh shalat bersama mereka dengan duduk di belakang imam. Ini juga pendapat ats Tsauri, Abu Hanifah, Abu Tsaur, dan sebagian Malikiyah.

واحتج الشافعي والأصحاب بحديث عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( أمر في مرضه الذي توفي فيه أبا بكر رضي الله عنه أن يصلي بالناس فلما دخل في الصلاة وجد رسول الله صلى الله عليه وسلم من نفسه خفة فقام يهادي بين

رجلين , ورجلاه يخطان في الأرض فجاء فجلس عن يسار أبي بكر فكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي بالناس جالساً , وأبو بكر قائما يقتدي أبو بكر بصلاة النبي صلى الله عليه وسلم ويقتدي الناس بصلاة أبي بكر ) رواه البخاري ومسلم, هذا لفظ

إحدى روايات مسلم, وهي صريحة في أن النبي صلى الله عليه وسلم كان الإمام; لأنه جلس عن يسار أبي بكر…”

Imam asy Syafi’i dan para sahabatnya berhujjah dengan hadits Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat sakit yang membuatnya wafat memerintahkan Abu Bakar untuk shalat bersama manusia,

ketika dia masuk ke jamaah bersama manusia, lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam merasa tubuhnya telah nampak enak, beliau pun keluar rumah dengan diapit oleh dua orang laki-laki.

Dan seolah aku melihat beliau berjalan dengan menyeret kakinya di atas tanah, hingga masuk ke dalam masjid.

Tatkala Abu Bakar mendengar kedatangan beliau maka ia pun berkeinginan untuk mundur. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi isyarat kepadanya.

Lalu tibalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga beliau duduk di SAMPING KIRI Abu Bakar.

Abu Bakar shalat dengan bediri sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat dengan duduk, Abu Bakar shalat mengikuti shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

dan orang-orang mengikuti shalatnya Abu Bakar.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini salah satu lafaz dari Imam Muslim)

Kisah ini begitu jelas menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menjadi imam, sebab Beliau duduk di samping kiri Abu Bakar…”

(al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab, 4/162)

3. Tidak sah bermakmum kepada Imam yang duduk

Ini pendapat Imam Malik Rahimahullah. Imam an Nawawi berkata:

وقال مالك في رواية , وبعض أصحابه : لا تصح الصلاة وراءه قاعدا مطلقاً.

Berkata Malik dalam salah satu riwayat dan sebagian sahabatnya: Tidak sah shalat di belakang (imam) yang duduk secara mutlak. (Ibid)

Solusinya:

Solusinya adalah dalam rangka keluar dari perbedaan pendapat, hendaknya dipilih imam yang masih sehat dan bisa berdiri secara baik.

Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan:

قال الشافعي والأصحاب: يستحب للإمام إذا لم يستطع القيام استخلاف من يصلي بالجماعة قائماً, كما استخلف النبي صلى الله عليه وسلم ، ولأن فيه خروجاً من خلاف من منع الاقتداء بالقاعد ; لأن القائم أكمل وأقرب إلى إكمال هيئات الصلاة..”

Imam asy Syafi’i dan para sahabatnya (Syafi’iyah) mengatakan bahwa hal yang disukai bagi seorang imam yang tidak bisa berdiri dia diganti saja oleh imam yang bisa berdiri bersama jamaah,

sebagaimana yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dalam rangka keluar dari perselisihan pendapat dengan yang melarang mengikuti shalat imam yang duduk.

Bagaimana pun juga shalat dengan berdiri lebih utama dan sempurna. (Ibid)

Demikian. Wallahu a’lam.[ind]

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

13 Titik Kritis Kehalalan Produk Bakery

Next Post

Apakah Keutamaan Doa di Hari Arafah Hanya untuk Jemaah Haji?

Next Post
Apakah Keutamaan Doa di Hari Arafah Hanya untuk Jemaah Haji?

Apakah Keutamaan Doa di Hari Arafah Hanya untuk Jemaah Haji?

Tips Mencuci Baju Putih Agar Tetap Cerah dan Tidak Kusam

Tips Mencuci Baju Putih Agar Tetap Cerah dan Tidak Kusam

Jangan Asal Bilas, Ini Tips Mencuci Daging Kurban agar Tetap Higienis!

Jangan Asal Bilas, Ini Tips Mencuci Daging Kurban agar Tetap Higienis!

  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    120 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9322 shares
    Share 3729 Tweet 2331
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Beberapa Tips Memilih Tas yang bisa Dipakai di Berbagai Aktivitas

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    504 shares
    Share 202 Tweet 126
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4226 shares
    Share 1690 Tweet 1057
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4803 shares
    Share 1921 Tweet 1201
  • Doa Nabi Musa AS untuk Jodoh dan Pekerjaan yang Mengajarkan Keteguhan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Inilah Negara Penghafal Qur’an Terbanyak

    514 shares
    Share 206 Tweet 129
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga