Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat. Setelah menerima daging kurban, biasanya orang langsung mencucinya karena khawatir terdapat kotoran, darah, atau debu yang menempel selama proses penyembelihan dan distribusi. Namun, ternyata mencuci daging kurban tidak bisa dilakukan sembarangan.
Beberapa ahli pangan dan kesehatan menjelaskan bahwa cara mencuci daging yang kurang tepat justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri atau mempercepat penurunan kualitas daging. Oleh karena itu, penting untuk memahami kapan daging perlu dicuci dan bagaimana cara membersihkannya dengan benar.
Baca Juga: Tips Makan Daging Kurban dengan Kesehatan Tubuh Tetap Terjaga
Jangan Asal Bilas, Ini Tips Mencuci Daging Kurban agar Tetap Higienis!
Kenali Dulu Tujuan Daging Akan Digunakan
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah apakah daging akan langsung dimasak atau disimpan terlebih dahulu. Menurut penjelasan yang dimuat oleh Kompas.com, daging kurban yang akan langsung diolah boleh dicuci untuk membersihkan kotoran yang mungkin menempel selama proses penyembelihan dan distribusi. Namun, jika daging akan disimpan dalam kulkas atau freezer, sebaiknya tidak dicuci terlebih dahulu.
Mencuci daging sebelum disimpan dapat meningkatkan kelembapan pada permukaan daging sehingga memudahkan pertumbuhan mikroorganisme yang dapat mempercepat pembusukan.
Gunakan Air Mengalir yang Bersih
Jika daging memang akan langsung dimasak, gunakan air mengalir yang bersih untuk membilas permukaannya. Air mengalir membantu menghilangkan sisa darah, debu, atau kotoran yang terlihat tanpa membuat daging terlalu lama terendam.
Hindari merendam daging dalam wadah berisi air dalam waktu lama karena dapat memengaruhi tekstur dan kualitas daging. Selain itu, perendaman yang terlalu lama juga dapat menyebabkan sebagian sari alami daging ikut larut ke dalam air.
Jangan Mengucek Terlalu Keras
Saat mencuci, cukup bilas dan bersihkan bagian yang terlihat kotor. Tidak perlu menggosok atau mengucek daging terlalu keras karena dapat merusak serat daging.
Tekstur daging yang rusak dapat memengaruhi hasil masakan, terutama jika daging akan diolah menjadi sate, semur, rendang, atau gulai. Perlakuan yang lembut akan membantu menjaga kualitas daging tetap baik saat dimasak.
Segera Keringkan Setelah Dicuci
Setelah daging selesai dibersihkan, segera tiriskan dan keringkan menggunakan tisu dapur atau kain bersih. Langkah ini penting untuk mengurangi kelembapan berlebih pada permukaan daging.
Daging yang terlalu basah dapat memengaruhi proses memasak dan membuat bumbu lebih sulit meresap. Selain itu, permukaan yang kering juga membantu menghasilkan warna daging yang lebih baik saat ditumis atau dipanggang.
Pisahkan Daging dan Jeroan
Jika menerima daging beserta jeroan, sebaiknya keduanya dipisahkan sejak awal. Jeroan memiliki karakteristik berbeda dan biasanya membutuhkan proses pembersihan yang lebih intensif dibandingkan daging biasa.
Pemisahan ini juga membantu mengurangi risiko kontaminasi silang dan menjaga kualitas masing-masing bahan selama penyimpanan maupun pengolahan.
Simpan dengan Cara yang Tepat
Apabila daging belum akan dimasak, sebaiknya langsung dipotong sesuai kebutuhan, dimasukkan ke dalam wadah atau plastik kedap udara, lalu disimpan di freezer. Daging yang akan disimpan tidak perlu dicuci terlebih dahulu. Jika terdapat sedikit kotoran, cukup bersihkan menggunakan tisu dapur bersih.
Cara ini membantu menjaga kualitas daging lebih lama sekaligus mengurangi risiko pertumbuhan bakteri selama penyimpanan.
Mencuci daging kurban memang diperbolehkan, tetapi harus disesuaikan dengan tujuan penggunaannya. Jika akan langsung dimasak, daging dapat dicuci menggunakan air mengalir dan segera dikeringkan. Sebaliknya, jika akan disimpan, daging sebaiknya tidak dicuci terlebih dahulu agar kualitasnya tetap terjaga.
Dengan penanganan yang tepat, daging kurban dapat tetap higienis, segar, dan menghasilkan hidangan yang lezat untuk keluarga. [DW]





