• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 19 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Dari Graz ke Wina, Astrid Nadya Rizqita Angkat Suara 65 Juta Pemuda Indonesia di Dialog Lintas Agama Austria-Indonesia

08/05/2026
in Berita
Dari Graz ke Wina, Astrid Nadya Rizqita Angkat Suara 65 Juta Pemuda Indonesia di Dialog Lintas Agama Austria-Indonesia

Astrid Nadya Rizqita. Foto: Istimewa

71
SHARES
546
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERAN pemuda Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita, tampil sebagai delegasi Republik Indonesia sekaligus pembicara dalam ajang bergengsi forum dialog internasional lintas agama bertajuk 9th Austria-Indonesia Interfaith and Intercultural Dialogue (IAIID) yang digelar pada 25–30 April 2026 di Graz dan Wina, Austria.

Forum itu merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Federal Ministry for European and International Affairs (BMEIA), yang sejak 2010 konsisten mendorong dialog lintas iman dan budaya sebagai fondasi toleransi global.

Panggung Strategis Diplomasi Pemuda

Dalam forum bilateral tersebut, Astrid membawa suara lebih dari 65 juta pemuda Indonesia sebagai aktor penting dalam membangun toleransi, diplomasi digital, serta pencegahan radikalisasi.

Ia tampil dalam dua forum utama, yakni sesi publik bertajuk “Youth Engagement in Intercultural and Interfaith Dialogue” di Rathaus Graz pada 27 April, serta konferensi internasional “State and Civil Society: Strengthening Social Cohesion” di University of Vienna, 29 April 2026.

Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama Republik Indonesia, Kultusamt Austria, serta institusi akademik seperti University of Graz dan University of Vienna.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh R. Heru Hartanto Subolo selaku Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, bersama Ani Nigeriawati selaku Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, dan Duta Besar RI untuk Austria H.E. Damos Dumoli.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Delegasi Indonesia juga diperkuat unsur pemerintah, akademisi, hingga masyarakat sipil. Dari Kementerian Agama Republik Indonesia, hadir M. Adib Abdushomad selaku Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB).

Sementara dari kalangan akademisi dan lembaga riset, turut bergabung Asep Saefuddin Jahar (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Li Edi Ramawijaya Putra (Rektor STAB Sriwijaya), Samsul Maarif (Direktur Indonesian Consortium for Religious Studies), serta Thomhert S. Siadari dari Telkom University.
Adapun dari unsur masyarakat sipil, hadir Matius Ho yang mewakili Leimena Institute.

Diplomasi Lintas Iman hingga Akar Rumput

Tak sekadar forum diskusi, rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan lintas iman yang memperkaya perspektif delegasi.

Di Graz, rombongan mengunjungi Islamic Center Graz dan Graz Cathedral, serta berdialog dengan Uskup Auksilier Johannes Freitag.

Sementara di Wina, delegasi melakukan pertemuan dengan diaspora Indonesia di KBRI Wina, sekaligus kunjungan akademik ke Fakultas Religion and Transformation di University of Vienna untuk menjajaki kerja sama studi agama dan transformasi sosial.

Kiprah OIC Youth Indonesia di Panggung Dunia

Sebagai organisasi yang menaungi 30 organisasi kepemudaan Islam, OIC Youth Indonesia memainkan peran sentral dalam diplomasi pemuda global.

Dalam pidatonya di Graz, Astrid menegaskan keterlibatan aktif organisasinya di berbagai forum internasional, seperti Geneva Youth Call, ASEAN+ Youth Summit, hingga forum pemuda PBB.

Ia juga memaparkan program unggulan OIC Youth Indonesia yang mencakup tiga pilar utama, yakni kepemudaan umum, kampus, dan pesantren. Mulai dari Borneo Youth Camp, Global Madani Outreach, hingga Model OIC yang melatih mahasiswa menjadi diplomat muda.

Foto: Istimewa

Dari Graz ke Wina, Astrid Nadya Rizqita Angkat Suara 65 Juta Pemuda Indonesia di Dialog Lintas Agama Austria-Indonesia

Di ranah pesantren, program Santri Peace Academy di Bali menjadi contoh konkret bagaimana nilai toleransi dan diplomasi ditanamkan sejak dini.

“Kami memulai dari sekolah dan pesantren, karena identitas seorang muda terbentuk jauh sebelum mereka masuk universitas,” tegas Astrid.

Dari Dialog Menuju Kebijakan

Dalam sesi di Wina, Astrid menyoroti pentingnya ekosistem pelatihan kepemudaan berbasis nilai kebangsaan yang dikembangkan bersama Lembaga Ketahanan Nasional dan Kementerian Pertahanan RI.

Ia menjelaskan program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan serta Bela Negara yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, dan penolakan terhadap kekerasan.

Ia menjelaskan program Pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang berbentuk pelatihan intensif selama satu pekan untuk membekali pemuda dengan pemahaman Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan ketahanan nasional.

Selain itu, program Bela Negara yang berlangsung selama dua hingga tiga pekan secara imersif tanpa pelatihan senjata, namun berfokus pada kedisiplinan, tanggung jawab kewargaan, dan penolakan terhadap kekerasan.

“Kami adalah payung bagi organisasi kepemudaan Islam di Indonesia. Kami tidak meminta untuk diinstitusionalisasikan, tetapi pemerintah melihat kami sudah menjadi jembatan karena selama ini upaya kami bottom up. Inilah makna from “Dialogue to Policy” yang sedang terjadi sekarang,” ujar Astrid.

Baca juga: Lima Pemuda Muslim Hebat dalam Sejarah Islam

Jembatan Global Pemuda Muslim

Di sela agenda resmi, Astrid juga memperluas jejaring dengan organisasi pemuda Muslim Austria seperti Muslimische Jugend Österreich dan Muslimische Pfadfinderinnen.

Keberhasilan forum itu menegaskan diplomasi lintas iman tidak lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam membangun kohesi sosial global.

Kolaborasi Indonesia-Austria dinilai mampu menjangkau isu yang lebih luas, mulai dari pendidikan hingga pencegahan radikalisme.

Menurut Astrid, pemuda Indonesia kini telah melampaui peran sebagai soft power. Mereka menjelma menjadi smart power, menggabungkan kekuatan budaya dengan kapasitas strategis untuk mempengaruhi kebijakan global.

OIC Youth Indonesia pun menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti peluang kerja sama dengan berbagai organisasi kepemudaan di Austria, sebagai bagian dari kontribusi nyata pemuda dalam memperkuat diplomasi bilateral Indonesia di kancah internasional.[Sdz]

Tags: Astrid Nadya Rizqita Angkat Suara 65 Juta Pemuda Indonesia di Dialog Lintas Agama Austria-IndonesiaDari Graz ke Wina
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kemenhaj Larang Tur Kota bagi Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji Selesai

Next Post

Jangan Abaikan 5 Sinyal Bahaya ini dalam Rumah Tangga

Next Post
Jangan Abaikan 5 Sinyal Bahaya ini dalam Rumah Tangga

Jangan Abaikan 5 Sinyal Bahaya ini dalam Rumah Tangga

Kemenag Siapkan Tata Tertib Baru untuk Pesantren sebagai Respons Kasus Kekerasan Seksual

Kemenag Siapkan Tata Tertib Baru untuk Pesantren sebagai Respons Kasus Kekerasan Seksual

Resensi Buku Mecca I am Coming, Kisah Naik Haji yang Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Badal Haji Orangtua

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    936 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9132 shares
    Share 3653 Tweet 2283
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    692 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1210 shares
    Share 484 Tweet 303
  • Aktivitas Pariwisata di Labuan Bajo Kembali Normal Setelah Gempa NTT Magnitudo 7,7

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4133 shares
    Share 1653 Tweet 1033
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11696 shares
    Share 4678 Tweet 2924
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4406 shares
    Share 1762 Tweet 1102
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2325 shares
    Share 930 Tweet 581
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga