Apa pelajaran yang bisa diambil dari hadis di atas? Pelajarannya adalah melaksanakan ibadah di rumah. Pelajaran penting pertama untuk membangun romantisme dalam rumah tangga adalah melaksanakan ibadah di rumah.
Baca Juga: Apa Saja Faktor Penyelamat Pernikahan?
Menciptakan Perasaan Romantis dengan Pasangan, Bagaimana Caranya?
Nabi saw. bersabda, “Salatlah kalian, wahai manusia, di rumah-rumah kalian karena sebaik-baik salat adalah salat seseorang di rumahnya, kecuali salat wajib.” (HR. Bukhari no. 731 dan Muslim, no. 781).
Lalu apa pelajaran selanjutnya? Pelajaran selanjutnya adalah bersikap lembut terhadap Istri. Pelajaran penting dari hadis ini adalah hendaknya para suami selalu bersikap lembut kepada istri.
Meskipun Rasul. tengah melaksanakan salat, beliau tetap bersikap lembut terhadap istri. Beliau tidak memarahi Aisyah yang tidur di hadapan Nabi saw. Beliau tidak pula membangunkan Aisyah dan menyuruhnya untuk tidur di tempat yang lain.
Beliau hanya menyentuh Aisyah sebagi isyarat beliau hendak sujud, maka Aisyah menekuk kedua kakinya, memberi tempat bagi Nabi untuk bersujud.
Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Minhaj menjelaskan, “Aisyah menyampaikan alasannya, ia berkata, ‘Seandainya jika di rumah-rumah ada lampunya, maka aku sudah melipat kedua kakiku tatkala Rasulullah hendak sujud sehingga Rasulullah tidak perlu menyentuhku (mengisyaratkan kepadaku bahwa ia ingin sujud).”
Lalu, pelajaran ketiga adalah istri hendaknya punya sikap manja kepada suami. Sikap Aisyah yang tidur telentang di hadapan Rasul. saat beliau salat jelas sebuah kemanjaan sebagai istri dan dinikmati pula oleh Rasulullah.
Pelajaran penting dari kisah ‘Aisyah (Riwayat Imam Bukhari no 382 dan Imam Muslim 262), bahwa untuk membangun romantisme dalam rumah tangga, adalah dengan sikap manja istri terhadap suami.
Perkataan Aisyah, “Pada waktu itu rumah-rumah belum ada lampunya”, menunjukan bahwa dirinya waktu itu tidak tidur pulas, karena jika tidurnya pulas pasti tidak akan bisa merasakan apa-apa, sama saja apakah ada lampu di rumah atau tidak ada (lihat Umdatul Qori 4/114).
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hendaknya istri bisa bersikap manja kepada suami, dengan bentuk kemanjaan yang bisa diterima dan dinikmati oleh suami. Kemanjaan ‘Aisyah sangat tampak dalam hadis di atas. [DW]





