BERSEDIHLAH ketika menyaksikan orang lain bisa melakukan kebaikan, sedang kamu kehilangan kesempatan untuk melakukannya. Ketika kamu berniat melakukan kebaikan, maka lakukanlah segera. Jangan sampai setan membisikimu untuk membatalkannya.
Dahulu para sahabat iri ketika melihat sahabat lain bersedekah, dan yang menjadi catatan adalah mereka iri bukan dengan kekayaannya, tetapi mereka iri ketika mereka tidak mampu untuk bersedekah dikarenakan kemiskinan yang mereka hadapi.
Ada seorang sahabat yang bernama Ulbah, ketika seluruh sahabat bersedekah pada perang Tabuk, dia menangis karena tidak bisa bersedekah, lalu di malam hari dia berdoa, “Ya Allah, aku jadikan maafku pada setiap seorang yang berbuat kesalahan kepadaku sebagai sedekah.”
Lalu setelah shalat subuh berjamaah, Rasulullah bertanya,“Siapa yang bersedekah tadi malam?” Para sahabat tidak ada yang mengangkat tangan, karena tidak ada yang merasa bersedekah. Lalu Rasulullah bersabda, “Wahai ‘Ulbah, berdirilah engkau, sesungguhnya Allah menerima sedekahmu tadi malam.”
Baca Juga: Apa Saja Faktor Penyelamat Pernikahan?
Munculnya Perasaan Sedih Ketika Tidak Bisa Berbuat Baik
Mengenai ayat di atas, Al Aufi menceritakan dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah memerintahkan agar orang-orang berangkat perang bersama beliau, kemudian sejumlah sahabatnya mendatangi beliau, yang di antara mereka adalah Abdullah bin Mughaffal bin Muqrin Al-Muzani. Mereka berkata, “Ya Rasulullah, ajaklah kami berangkat.” Maka beliau bertutur kepada mereka, “Demi Allah, aku tidak mendapatkan kendaraan yang dapat mengangkut kalian.”
Maka mereka kembali sambil menangis, mereka merasa berat untuk tidak ikut berjihad, sedang mereka tidak mempunyai biaya dan kendaraan. Syaikh Adam Syarqowi berkata, “Itulah kondisi mukmin sejati, sangat berat baginya dengan tertutupnya antara dia dan Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ini terjadi jika dia sedang berusaha untuk menjalankan ketaatan dengan segenap kemampuan fisiknya. Kemudian, karena suatu alasan, Allah mencegahnya melakukannya. Lalu bagaimana seandainya dia merasa terasing dari Allah karena dosa yang dilakukannya?”





