BANYAK orang menikah dengan alasan cinta, dan betapa banyak orang berpisah karena alasan sudah tidak cinta. Begitulah jika perkawinan hanya bermodal cinta.
Mark Manson, seorang konsultan pengembangan diri, bloger dan penulis buku “Everything is F*cked: A Book About Hope”, meminta saran dari pembaca blog markmanson. net. Saat itu Mark baru saja melangsungkan pernikahan dan ingin mendapat nasehat perkawinan dari pembaca.
Melalui blog tersebut, Mark mengajukan sejumlah pertanyaan kepada para dua kelompok pembaca. Kelompok pertama adalah mereka yang sudah menikah lebih dari 10 tahun, dan masih bahagia dengan pernikahannnya. Kelompok kedua adalah mereka yang pernah menikah, dan sekarang sudah bercerai dengan pasangannya.
Kepada kelompok pertama, Mark mengajukan pertanyaan, hal apakah yang membuat mereka berhasil menjaga keutuhan dan kebahagiaan hubungan dengan pasangan? Sedangkan kepada kelompok kedua, Mark mengajukan pertanyaan, hal apakah yang menyebabkan mereka tidak berhasil menjaga keutuhan pernikahan?
“Hampir 1.500 orang (pembaca blog) menghubungi saya –untuk menyampaikan jawaban,” ujar Mark.
Ketika Mark mengamati tanggapan yang masuk, ia mulai menemukan sebuah pola yang menarik.
Pasangan yang pernah mengalami perceraian hampir selalu mengatakan bahwa komunikasi adalah bagian terpenting dalam membuat segala sesuatunya berjalan baik. Mereka akan memberikan saran, seperti: “Sering-seringlah mengobrol. Bicaralah secara terbuka. Bicarakan segalanya, meski itu menyakitkan”, dan yang semacam itu.
Apa Saja Faktor Penyelamat Pernikahan?
Tetapi hal yang paling banyak dibicarakan oleh pasangan bahagia yang telah menjalani pernikahan selama 20, 30, atau bahkan 40 tahun –adalah respect. Bukan lagi soal komunikasi.
Mengapa demikian? Menurut Mark, orang-orang dengan pernikahan bahagia seperti ini, melalui serangkaian pengalaman kehidupan, telah belajar bahwa komunikasi—tidak peduli seberapa terbuka, transparan, dan disiplinnya, akan rusak pada suatu saat. Konflik dengan pasangan tidak dapat dihindari dan perasaan akan terluka.
Mark menilai, satu-satunya hal yang dapat menyelamatkan pernikahan, yang dapat membuat Anda berdua mampu menerimaan “kesalahan manusiawi”, adalah menghargai satu sama lain.
Sangat penting bagi Anda untuk saling menghargai, dan memercayai satu sama lain –percaya bahwa bahwa pasangan Anda telah melakukan yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tanpa landasan respect, Anda akan mulai meragukan ketulusan niat satu sama lain. Anda mudah mengabaikan pendapat, pikiran dan perasaan pasangan. Anda akan memaksakan kehendak kepada pasangan. Anda merasa perlu menyembunyikan sesuatu dari pasangan karena takut dikritik.
“Dan saat itulah retakan pada bangunan mulai terlihat”, ujar Mark. Itu alasan rasional, bagi Mark, mengapa respek sangat penting. [DW]
Sumber: Ustadz Cahyadi Takariawan