LEPTOSPIROSIS merupakan salah satu penyakit yang berpotensi meningkat kejadiannya pada saat banjir atau musim hujan.
Penyakit ini ditularkan melalui air yang telah terkontaminasi bakteri dan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gejala ringan hingga komplikasi berat.
Kondisi banjir membuat risiko penularan leptospirosis menjadi lebih tinggi karena meningkatnya kontak masyarakat dengan air yang tercemar.
Dikutip dari alodokter, Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat menginfeksi manusia maupun hewan.
Pada manusia, infeksi bakteri ini dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak segera ditangani.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi gangguan fungsi ginjal dan hati, radang selaput otak, gangguan pernapasan, hingga berujung pada kematian.
Oleh karena itu, leptospirosis tergolong penyakit yang perlu diwaspadai, terutama setelah terjadinya banjir.
Penularan leptospirosis terjadi melalui kontak langsung dengan air atau tanah yang tercemar cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti urine atau darah.
Hewan yang sering menjadi sumber penularan antara lain tikus, anjing, serta hewan ternak seperti sapi dan babi.
Pada saat hujan deras atau banjir, urine hewan yang mengandung bakteri dapat bercampur dengan air genangan, sehingga meningkatkan risiko penularan kepada manusia yang terpapar, misalnya saat berjalan di air banjir tanpa pelindung.
Leptospirosis, Bahaya Kesehatan yang Sering Muncul Saat Banjir
Baca juga: Banjir Mengintai di Musim Hujan, Ini Langkah Kesiapsiagaan yang Perlu Diketahui
Gejala leptospirosis umumnya tidak langsung muncul setelah paparan bakteri.
Masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 5 hingga 14 hari, meskipun dalam beberapa kasus gejala dapat muncul lebih cepat atau justru lebih lambat.
Tanda awal leptospirosis meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mata merah, muntah, diare, nyeri perut, serta munculnya penyakit kuning dan ruam kulit.
Pada sebagian penderita, dapat pula muncul batuk sebagai bagian dari gejala infeksi.
Mengingat dampak yang ditimbulkan, kewaspadaan terhadap leptospirosis menjadi hal penting, khususnya di wilayah yang rawan banjir.[Sdz]





