BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa musim hujan pada akhir 2025 hingga awal 2026 berlangsung lebih basah dibandingkan kondisi normal.
Intensitas hujan yang tinggi dipengaruhi oleh aktivitas pola cuaca yang sedang menguat, sehingga hujan terjadi lebih sering dan dengan curah yang lebih besar.
Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya banjir di berbagai wilayah, terutama daerah perkotaan dan dataran rendah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kondisi Sebelum Banjir
Upaya mitigasi perlu dilakukan sejak awal musim hujan. Masyarakat dianjurkan untuk secara rutin memantau prakiraan cuaca serta peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Selain itu, penting untuk menyimpan nomor darurat, seperti BPBD dan pengurus lingkungan setempat, guna mempercepat koordinasi saat keadaan darurat.
Kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting, terutama dengan memastikan saluran air tidak tersumbat sampah atau sedimen.
Warga perlu mengetahui lokasi evakuasi terdekat dan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, air minum, makanan ringan, alat penerangan, pakaian, serta sumber daya listrik cadangan.
Banjir Mengintai di Musim Hujan, Ini Langkah Kesiapsiagaan yang Perlu Diketahui
Situasi Saat Banjir Terjadi
Ketika hujan lebat berlangsung lama dan ketinggian air mulai meningkat, langkah keselamatan harus segera diambil.
Aliran listrik dan gas sebaiknya dimatikan untuk mencegah risiko korsleting atau kebakaran.
Aktivitas berjalan kaki maupun berkendara di arus air yang deras perlu dihindari karena berpotensi membahayakan keselamatan.
Evakuasi harus diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Jika terjebak, warga dapat menggunakan peluit atau senter sebagai tanda keberadaan, serta tidak menunda evakuasi menunggu instruksi resmi dalam situasi banjir mendadak.
Baca juga: Banjir Karawang Meluas Akibat Sungai Citarum dan Sungai Cibeet Meluap
Kondisi Pasca Banjir
Setelah air surut, warga disarankan tidak langsung kembali ke rumah sebelum ada pernyataan aman dari pihak berwenang.
Pemeriksaan struktur bangunan dan instalasi listrik perlu dilakukan secara hati-hati.
Proses pembersihan rumah sebaiknya menggunakan alat pelindung diri untuk mencegah penyakit akibat air tercemar.
Makanan dan air minum yang terpapar banjir harus dibuang, dan area rumah perlu didesinfeksi.
Jika muncul keluhan kesehatan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Evaluasi sistem drainase lingkungan juga penting dilakukan guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.[Sdz]





