BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menegaskan pentingnya modifikasi cuaca sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Melalui Peraturan BMKG Nomor 2 Tahun 2025, modifikasi cuaca diatur secara formal sebagai rekayasa meteorologi yang melibatkan intervensi dalam sumber daya air di atmosfer berdasarkan analisis iklim dan cuaca yang cermat.
Modifikasi cuaca merupakan usaha manusia untuk mengatur curah hujan, termasuk menambah atau mengurangi hujan, menipiskan kabut atau polusi udara, serta mengelola interaksi atmosfer lainnya demi tujuan tertentu.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah diterapkan di berbagai wilayah strategis Indonesia, termasuk Jabodetabek, sebagai respons terhadap potensi hujan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jabodetabek 22-26 Januari 2026
BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca
BMKG menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara dalam pelaksanaan OMC yang berlangsung 24 jam non-stop untuk menekan risiko banjir di kawasan hulu hingga hilir sungai besar seperti Ciliwung dan Cisadane.
Tim BMKG memodelkan kondisi atmosfer secara real-time untuk menentukan strategi operasi, termasuk titik penyemaian awan dengan bahan tertentu agar curah hujan dapat dikurangi sebelum mencapai daratan.
Selain itu, upaya modifikasi cuaca juga dijalankan di wilayah lain sebagai bagian dari strategi nasional mitigasi bencana. Sebagai contoh, BMKG bersama BNPB mengintensifkan kegiatan penyemaian awan di enam titik mulai Sumatera hingga Nusa Tenggara untuk antisipasi cuaca ekstrem serta terus memantau dampaknya terhadap curah hujan di lapangan. Intervensi ini dilakukan atas dasar data ilmiah serta pemodelan atmosfer yang diperbarui secara berkala untuk memastikan efektivitas operasi dan mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa modifikasi cuaca bukan sekadar “menyemai garam ke langit”, tetapi merupakan kegiatan berbasis sains yang memerlukan koordinasi lintas lembaga, pemantauan intensif, serta kejelasan tujuan untuk merespons fenomena cuaca ekstrem secara optimal.
Sahabat Muslim, modifikasi cuaca adalah salah satu ikhtiar dari BMKG untuk meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi karena curah hujan tinggi, bagaimana menurut kamu, Sobat? [ind]
sumber:
[1]: https://peraturan.bpk.go.id/Details/315530/peraturan-bmkg-no-2-tahun-2025
[2]: https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-operasi-modifikasi-cuaca-berjalan-24-jam-untuk-tekan-risiko-banjir-jabodetabek
[3]: https://www.bmkg.go.id/berita/tekan-risiko-bencana-bmkg-dan-bnpb-lakukan-modifikasi-cuaca-24-jam-di-jabodetabek
[4]: https://kms.bmkg.go.id/topik/ogd-223-operasi-modifikasi-cuaca/





