• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 16 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Sikap Malu Berkaitan Erat dengan Kualitas Iman Seseorang

13/05/2024
in Khazanah, Unggulan
Sikap Malu Berkaitan Erat dengan Kualitas Iman Seseorang

Foto: Unsplash

81
SHARES
624
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SIKAP malu berkaitan erat dengan kualitas iman seseorang, karena dengan malu seseorang akan memperhatikan setiap tindakannya. Jika dilandaskan pada syari’at Islam, seseorang akan mudah untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemunkaran.

Dalam kitab Fiqhul Hayaa’ karya Muhammad Ismail Muqaddam, dalam bahasa arab malu adalah Al-Hayaa’ yang merupakan bentuk masdar dari hayiya, al-Hayaat yang artinya “hidup”.

Kata al-Ghaits (hujan) bisa juga diartikan hayaa (kehidupan), karena keberadaan hujan yang bisa memberikan kehidupan pada bumi, tumbuhan, dan hewan.

Maksud al-Hayaa’ (kehidupan) di sini adalah kehidupan dunia dan akhirat. Karena itu, siapa yang tidak memiliki malu berarti dia mati di dunia dan sengsara di akhirat.

Baca Juga: Budayakan Malu Sejak Dini

Sikap Malu Berkaitan Erat dengan Kualitas Iman Seseorang

Beberapa ahli retorika Arab (balaghah) mengatakan, “Raut wajah seseorang yang selalu dihiasi dengan rasa malu, laksana kebun yang tumbuh subur karena siraman air.”

Jadi, hidupnya hati seseorang tergantung pada seberapa banyak dia memiliki rasa malu. Ketika rasa malunya sedikit, maka hati dan jiwanya menjadi mati. Artinya, ketika hati seseorang lebih hidup, maka perilaku malunya pun akan lebih sempurna.

Imam Ibnu Qayim al-Jauziyah berkata, “Ketika akhlak mulia ini (malu) benar-benar melekat pada pelakunya, maka dia akan hidup lebih kuat dan sempuma. Dengan demikian, perilaku malu (al-hayaa) diambil dari kata “al-hayaat” yang artinya hidup, dan itulah nama dan makna hakiki dari malu.

Karena itu, manusia yang sempurna hidupnya adalah mereka yang paling sempurna malunya. Sebaliknya, nilai kehidupan manusia menjadi berkurang, saat dia kurang memiliki rasa malu.”

“Ketika ruh (hati) seseorang mati, maka keburukan yang menimpa dirinya tidak bisa ia rasakan, sehingga ia tak lagi malu bergaul dengan keburukan tersebut. Namun, ketika ruhnya hidup secara sehat, maka ia akan merasakan keburukan yang ada di hadapannya dan ia pun menjadi malu untuk bergaul dengannya.

Begitu pula akhlak dan perilaku mulia lainnya, ia bisa melekat pada diri seseorang tergantung sejauh mana dia menghidupkan akhlak dan perilaku mulianya tersebut.”

“Oleh karena itu, kehidupan sang pemberani lebih sempuma dibanding kehidupan si pengecut, kehidupan dermawan lebih baik dibanding kehidupan orang bakhil atau pelit, dan kehidupan orang yang cerdas lebih bermutu dibanding kehidupan orang bodoh atau dungu.

Para nabi adalah manusia yang sangat pemalu. Tak heran jlka kehidupan mereka mencapai tingkat yang paling sempuma. Demikian halnya dengan para teladan yang mengikutinya.

[Ln]

Tags: Sikap Malu Berkaitan Erat dengan Kualitas Iman Seseorang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perpisahan Terakhir di Lembang

Next Post

Chanel Muslim Gelar Seminar Pranikah Bertajuk Gagal Taaruf, Ketidakpastian dan Orang Ketiga

Next Post
Chanel Muslim Gelar Seminar Pranikah Bertajuk Gagal Taaruf, Ketidakpastian dan Orang Ketiga

Chanel Muslim Gelar Seminar Pranikah Bertajuk Gagal Taaruf, Ketidakpastian dan Orang Ketiga

Cheddar Cheese Cookies ala Bunda Icha Savitry

Cheddar Cheese Cookies ala Bunda Icha Savitry

Kaesang Pangarep dan Istri umumkan kehamilan di depan Ka'bah

Kaesang Pangarep dan Istri umumkan kehamilan di depan Ka'bah

  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    144 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9328 shares
    Share 3731 Tweet 2332
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • 5 Wisata Edukasi Dekat Stasiun BNI City yang Seru untuk Dikunjungi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Bubur Ayam Indonesia Dinobatkan Jadi Bubur Terenak Dunia

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Membaca Al-Qur’an yang Dilarang

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1286 shares
    Share 514 Tweet 322
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4229 shares
    Share 1692 Tweet 1057
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga