MENYAMBUT semangat perubahan diri di awal tahun, tim Ayo Less Waste (ALW) bekerja sama dengan Persemaian Permada Nusantara Hijau (PNH) melaksanakan program penghijauan melalui penyaluran bibit pohon di beberapa lokasi strategis di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk meminimalisir terjadinya bencana ekologis serius seperti yang sudah menimpa wilayah Sumatera.
PNH fokus pada program penghijauan di berbagai wilayah Indonesia serta pelestarian sejumlah tanaman bernilai ekologis tinggi.
Dalam kegiatan ini, tim ALW yang dipimpin oleh Aisyah dan salah satu volunteer ALW yaitu Yogi Nadhiroh mengunjungi TPST Sendangsari, Sleman untuk menyalurkan 20 bibit pohon Bunga Bungur (Lagerstroemia speciosa), jenis pohon yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memiliki kegunaan ekologis dan tradisional yang beragam.
Manfaat Bungur termasuk sebagai pohon peneduh, estetika lanskap, dan potensi penggunaan bagian tertentu dalam pengobatan herbal tradisional.
Baca juga: Komunitas ALW Bahas Raja Ampat dan Hidup Berkelanjutan dalam Agenda Upgrading Enviromentalist
Ayo Less Waste Bersama PNH Menyalurkan Bibit Pohon di Yogyakarta dalam Upaya Cegah Bencana Ekologis Berulang
“Terima kasih kepada Ayo Less Waste dan PNH atas kepeduliannya memberikan tanaman untuk penghijauan di TPST Sendangsari. Semoga TPST ini bisa semakin hijau,” ujar Bapak Budi, Penanggung Jawab TPST Sendangsari.
Selanjutnya, pada 30 Desember 2025, Tim ALW bersama petugas dan truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman membawa sekitar 133 bibit pohon dari PNH untuk didistribusikan ke TPST Kalasan, TPST Turi, dan TPST Sendangsari.
Bibit pohon yang didistribusikan memiliki variasi tinggi mulai dari sekira 30 cm hingga 2 meter, disesuaikan dengan kondisi lokasi tanam masing-masing.
Bibit yang dibawa meliputi:
Pohon Tabebuya (Tabebuia spp.), Dikenal karena bunga yang berwarna cerah dan kemampuan membantu meningkatkan kualitas udara melalui penyerapan polutan, mencegah erosi tanah melalui sistem akar yang kokoh, serta menyediakan habitat bagi burung dan satwa kecil.
Pohon Spatodea (Spathodea campanulata), Dikenal sebagai pohon tulip Afrika, dengan bunga berwarna merah-oranye yang menarik dan tajuk yang lebat sehingga ideal sebagai pohon peneduh. Selain estetika yang tinggi, Spatodea juga bermanfaat dalam meningkatkan kualitas udara melalui penyerapan debu dan polutan, menyediakan habitat bagi fauna lokal seperti burung, serta membantu pencegahan erosi tanah di area yang rentan.
3 Bibit Kalpataru, Simbol pohon kehidupan yang melambangkan penghargaan tertinggi terhadap pelestarian lingkungan.
‘’Di TPST ini kami mampu mengolah antara 20-25 ton sampah per hari. Ada 3 modul mesin di TPST Taman Martani (Kalasan) ini, ada 75 karyawan. Dulu kami di sini gersang dan Alhamdulillah sekarang sudah ada sedikit taman. Dan ini kami mendapatkan tanaman in syaa Allah akan kami rawat, kami jaga dan kami akan tanam di depan’’ ujar Pak Alex, Pengawas TPST Taman Martani, Kalasan, Sleman, DIY.
‘’Saya mengucapkan terima kasih kepada PNH dan ALW atas pemberian pohon yang akan ditanam di TPST sini. Semoga tanaman ini bermanfaat untuk lingkungan sini juga untuk bumi tercinta kita. Saya mau memberikan semangat kepada generasi muda kita marilah kita aktif dan senang menanam pohon demi bumi tercinta kita’’ Ucap Pak Johan, Wakil Koordinator DLH di TPST Donokerto, Turi, Sleman, DIY.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Bapak Pradana dari PNH menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan:
“Tanaman itu unik. Saya yakin di seluruh dunia masih banyak tanaman yang belum kita ketahui. Tuhan menciptakan tanaman dengan fungsi masing-masing. Ayo sama-sama belajar, apalagi Indonesia (itu iklimya) tropis memiliki matahari sepanjang tahun. Ayok nanam, terutama anak muda.”
Sementara itu, Aisyah dari Ayo Less Waste menekankan urgensi kegiatan ini di tengah ancaman kerusakan ekologis:
“Kita tidak mau lagi melihat bencana ekologis semengerikan yang telah menimpa saudara-saudara kita di Sumatera terjadi lagi. Ikhtiar kecil kami ini semoga memberikan dampak positif dalam meminimalisir kerusakan ekologis.”
PNH juga merawat berbagai tanaman langka dan bernilai budaya, termasuk pohon tepuh (potensial sebagai biofuel), walisongo (daun sembilan), santos temun (pakan lebah), pohon maja (yang terkait dengan nama kerajaan Majapahit), kepuh/‘kepuharjo’, pohon merbau dari Papua, pohon kepel (banyak ditemukan di area Keraton zaman dulu), pohon keben (pohon perdamaian), timoho (kayu dengan potensi khasiat obat), dan sekitar 50 jenis tanaman langka lainnya yang dirawat di persemaian.
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan tahan terhadap bencana melalui aksi penghijauan di tingkat komunitas. [Din]




