• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 4 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Konsultasi Hukum

Labelling terhadap Pasangan termasuk KDRT

23/11/2025
in Hukum, Konsultasi
Labelling terhadap Pasangan termasuk KDRT

(foto: pixabay)

71
SHARES
547
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

LABELLING terhadap pasangan sering dianggap hal biasa dalam dinamika rumah tangga. Namun, menurut praktisi hukum Rosalita Candra, SH., MH., perilaku ini dapat dikategorikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Labelling terhadap pasangan tidak hanya melukai secara verbal, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental, pola komunikasi, dan tumbuh kembang anak yang menyaksikan.

Karena itu, memahami konsep Labelling terhadap pasangan menjadi penting dalam mencegah konflik yang semakin besar di kemudian hari.

Baca juga: Pentingnya Perjanjian Perkawinan sebelum Menikah, Cek Syarat dan Ketentuannya

Mengapa Labelling Termasuk KDRT?

Rosalita menjelaskan bahwa dalam hukum, kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya berbentuk fisik. Ada empat bentuk KDRT:

  1. Kekerasan verbal (labelling)
  2. Kekerasan psikis
  3. Kekerasan fisik
  4. Penelantaran

Pada poin pertama, labelling terhadap pasangan merupakan bentuk kekerasan yang sering tidak disadari. Saat seseorang melabeli pasangannya dengan kata-kata seperti “bodoh”, “pemalas”, atau “tidak berguna”, itu bukan sekadar ungkapan emosi — tetapi bentuk penghinaan, pembunuhan karakter, dan pelemahan harga diri. Dampaknya panjang: relasi memburuk, trauma terbentuk, dan pola ini sering diwariskan kepada anak.

Pada titik ini, Rosalita mengingatkan:

“Saat memilih jodoh, yang terpenting adalah kesiapan menjadi pasangan dan orang tua yang sehat secara emosional.”

Konflik Rumah Tangga dan Dampaknya pada Anak

Dalam paparannya, Rosalita mengangkat dilema anak dalam masalah rumah tangga. Pengasuh Rubrik Konsultasi Hukum di Chanelmuslim.com ini menyampaikan bahwa dalam berbagai kasus hukum, terdapat empat persoalan besar yang selalu mengitari anak:

  1. Masalah perkawinan
  2. Perceraian
  3. Kematian
  4. Tindak pidana

Dari pengalamannya mendampingi kasus anak di unit PPA Polres, tindak pidana terhadap anak justru paling banyak muncul saat terjadi pertengkaran atau perceraian. Tidak jarang pelaku adalah orang terdekat — bahkan ayah kandung.

Hal yang menyedihkan lainnya adalah ketika anak tidak menjadi prioritas. Ada yang memperjuangkan hak asuh dengan ego, ada pula yang justru tidak ingin mengasuh sama sekali.

Baca juga: Hukum Manipulasi Data Pra Nikah

Perjanjian Perkawinan: Pentingkah?

Rosalita menegaskan:

“Apakah perjanjian perkawinan ini harus dibuat? Saya menganut harus dibuat secara tertulis.”

Namun kenyataannya, perjanjian perkawinan tidak populer, dan 70% gagal diterapkan. Dari 1–10 pasangan, mungkin hanya 2 yang berhasil menjalankannya sesuai kesepakatan.

Ketika perjanjian hanya lisan, maka berlaku prinsip:
kalau tertulis, tidak berubah — kalau tidak tertulis, berubah.

Banyak persoalan muncul karena sejak awal tidak membicarakan:

  • Harta bersama atau pisah harta?
  • Nafkah dan tanggung jawab?
  • Hak asuh anak jika terjadi perceraian?
  • Wasiat, waris, dan hibah?

Jika hal ini tidak dipahami sejak awal, persoalan akan menjadi “gunung es” yang muncul pada perceraian atau kematian.

Karena itu, Rosalita menyarankan agar perjanjian perkawinan didaftarkan ke notaris, KUA, dan pihak ketiga, agar sah di mata hukum.

Waspada, Terencana, dan Berpendidikan Hukum

Sebagai perempuan — terutama ibu — banyak dari kita disibukkan dengan keluarga sehingga belajar hukum terasa berat. Namun Rosalita mengajak agar pengetahuan hukum dibuat sederhana sehingga dapat dipahami semua orang.

Ia menegaskan bahwa orang tua harus memiliki kewaspadaan, kesepahaman, dan kesadaran hukum mengenai:

  • Tindak pidana
  • Hak dan kewajiban pasangan
  • Perlindungan anak
  • Dokumen hukum keluarga

Tanda anak menjadi korban tidak selalu berupa kata-kata — sering kali berupa perubahan perilaku.
Jika ditemukan dugaan kekerasan, langkah tepat adalah:

➡️ Konseling dengan tenaga profesional
➡️ Trauma healing yang berproses, bukan instan

Penutup

Membangun keluarga bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang kesiapan hukum, mental, dan komitmen saling menghormati. Menghindari Labelling terhadap pasangan adalah bentuk penghormatan, perlindungan mental, dan investasi emosional untuk anak. Karena dalam hubungan rumah tangga, kata-kata bisa menjadi luka yang tak terlihat, tetapi dampaknya nyata.

Maka, berhentilah melakukan Labelling terhadap pasangan, karena Labelling terhadap pasangan termasuk KDRT dan dapat berkonsekuensi hukum serta merusak ketahanan keluarga.[ind]

Tags: Labelling terhadap Pasangan termasuk KDRT
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jambu Biji Memiliki Kandungan Zat Gizi yang Sangat Tinggi

Next Post

Pegang Al-Qur’an Terjemah Tanpa Wudhu

Next Post
Pegang Al-Qur'an Terjemah Tanpa Wudhu

Pegang Al-Qur'an Terjemah Tanpa Wudhu

Rawatlah Hatimu

Rawatlah Hatimu

Cara Berpikir Tidak Biasa

Cara Berpikir Tidak Biasa

  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9022 shares
    Share 3609 Tweet 2256
  • Maroko dan Tragedi Perbatasan dengan Spanyol

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2324 shares
    Share 930 Tweet 581
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11659 shares
    Share 4664 Tweet 2915
  • Resep Membuat Pempek Dos

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Mengatasi Kesusupan Kayu di Kuku

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Tips Efektif Membersihkan Perabotan Dapur yang Berlemak

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Ambillah Ilmu dari Ahlinya

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga