DALAM menjalani kehidupan, kita sering kali sibuk mengejar banyak hal. Pekerjaan, keluarga, urusan dunia, dan berbagai persoalan sehari-hari membuat waktu terasa berjalan begitu cepat. Tanpa disadari, kita mungkin lupa meluangkan waktu untuk melihat ke dalam diri sendiri. Padahal, ada satu hal penting yang perlu dilakukan secara rutin, yaitu muhasabah.
Muhasabah bukan berarti duduk sendiri lalu terus menyalahkan diri atas semua kesalahan yang pernah dilakukan. Muhasabah justru merupakan bentuk keberanian untuk berhenti sejenak dan melihat kembali perjalanan hidup. Kita belajar mengenali kekurangan, mengakui kesalahan, kemudian mencari jalan untuk memperbaikinya. Dari sanalah kita bisa bertanya dengan jujur, sudah sejauh mana diri ini mendekat kepada Allah?
Baca Juga: Peran Penting Stasiun Cipendeuy di Jalur Selatan Pulau Jawa
Muhasabah Diri Adalah Cara Untuk Kembali Memperbaiki Diri
Sering kali kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kekurangan diri sendiri. Kesalahan kecil orang lain dapat terlihat begitu jelas, sementara kekurangan dalam diri justru sering kita abaikan. Kita sibuk menilai ucapan, sikap, dan perbuatan orang lain, tetapi lupa bertanya apakah hati kita sendiri sudah benar-benar bersih.
Muhasabah mengajarkan kita untuk lebih jujur kepada diri sendiri. Cobalah bertanya, apakah salat kita hari ini sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya? Apakah kita masih mudah mengucapkan perkataan yang menyakiti orang lain? Apakah lisan kita sudah terbiasa dengan zikir dan perkataan yang baik? Apakah hati kita semakin lembut ketika melihat kesulitan orang lain?
Pertanyaan sederhana tersebut dapat menjadi cermin. Tidak perlu menunggu seseorang menegur atau mengingatkan kita. Terkadang, hati sendiri sudah memberikan tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki.
Lebih penting lagi, perhatikan dosa yang pernah kita sesali. Apakah kita benar-benar berusaha meninggalkannya atau justru kembali mengulanginya tanpa merasa takut? Jika masih terjatuh, jangan menyerah. Akui kesalahan, bertaubat, lalu kembali berusaha. Memperbaiki diri memang membutuhkan proses dan kesungguhan.
Jangan menunggu usia semakin tua untuk mulai berubah. Jangan menunggu datangnya penyakit, kehilangan, atau penyesalan besar untuk mengingat Allah. Selama masih diberi napas, berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Hari ini bisa menjadi awal untuk memperbaiki salat, menjaga lisan, membersihkan hati, memperbanyak sedekah, dan melakukan kebaikan yang mungkin selama ini terabaikan.
Pada akhirnya, manusia tidak luput dari kesalahan. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang menyikapi kesalahan tersebut. Orang yang beruntung bukanlah mereka yang tidak pernah jatuh, melainkan mereka yang mau bangkit setiap kali terjatuh.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Maka, luangkan waktu untuk bermuhasabah. Bukan untuk membenci diri sendiri, tetapi untuk mengenal kekurangan dan menemukan jalan pulang kepada Allah. Semoga setiap evaluasi diri membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih rendah hati, dan semakin dekat kepada-Nya.
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi





