PERNAHKAH kamu merasa kesal ketika orang tua terus mengingatkan waktu salat? Atau mungkin merasa terganggu karena mereka berulang kali memanggil saat kita sedang asyik bermain ponsel? Sekilas, teguran itu terdengar seperti omelan yang melelahkan. Namun, jika direnungkan lebih dalam, bisa jadi itulah salah satu bentuk cinta yang paling tulus.
Tidak semua kasih sayang hadir melalui pelukan, pujian, atau kata-kata lembut. Ada cinta yang datang dalam bentuk perhatian, nasihat, bahkan teguran yang membuat kita merasa tidak nyaman. Orang tua sering kali memilih menjadi sosok yang mengingatkan daripada membiarkan anaknya berjalan ke arah yang keliru. Mereka rela dianggap cerewet asalkan anaknya tetap berada di jalan yang baik.
Baca Juga: Peran Penting Stasiun Cipendeuy di Jalur Selatan Pulau Jawa
Cinta Orang Tua Tak Selalu Berwujud Kata Manis
Ketika ibu marah karena kita terlambat salat, sesungguhnya ia sedang mengkhawatirkan hubungan kita dengan Allah. Ia tidak sedang mempermasalahkan lima atau sepuluh menit keterlambatan, melainkan ingin menanamkan kebiasaan mencintai ibadah sejak dini. Begitu pula saat ayah menegur karena kita terlalu lama menatap layar ponsel, mungkin yang ia rindukan bukan sekadar percakapan, tetapi kehadiran anaknya di tengah keluarga.
Di zaman sekarang, perhatian orang tua sering kalah oleh notifikasi media sosial. Kita begitu cepat membalas pesan teman, tetapi kadang menunda menjawab panggilan ibu yang hanya berjarak beberapa langkah. Padahal, ada hati yang merasa sedih ketika suaranya diabaikan. Hal-hal sederhana seperti segera menyahut panggilan atau meletakkan ponsel saat diajak berbicara adalah bentuk bakti yang sering terlupakan.
Bersyukurlah jika masih memiliki orang tua yang peduli terhadap ibadah dan akhlak kita. Tidak semua orang diberi kesempatan mendengar suara ibu yang mengingatkan salat atau ayah yang menanyakan sudah makan belum. Ada banyak orang yang justru merindukan teguran itu karena kedua orang tuanya telah tiada.
Tentu, setiap keluarga memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan kasih sayang. Ada orang tua yang hangat dan mudah mengungkapkan cinta, ada pula yang lebih sering menunjukkannya melalui tindakan. Mereka bekerja keras sejak pagi, memastikan kebutuhan anak tercukupi, lalu tetap meluangkan tenaga untuk mengingatkan hal-hal yang dianggap penting. Meski terkadang penyampaiannya terdengar keras, niat di baliknya sering kali lahir dari cinta yang mendalam.
Mulai hari ini, cobalah melihat teguran dengan sudut pandang yang berbeda. Jangan buru-buru membalas dengan nada tinggi atau memasang wajah kesal. Dengarkan, jawab panggilan mereka, dan ucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Sebab suatu hari nanti, kita mungkin akan menyadari bahwa omelan yang dulu terasa menyebalkan ternyata adalah bahasa cinta yang paling kita rindukan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Karena benar adanya, cinta sering kali hadir dalam bentuk yang tak sama. Dan salah satu wujudnya adalah orang tua yang tak pernah lelah mengingatkan kita menjadi pribadi yang lebih baik. [DW]
Sumber: Ustadzah Halimah Alaydrus





