SETIAP pagi kita bangun dengan daftar tanggung jawab yang panjang. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, rezeki yang perlu diusahakan, tagihan yang menunggu, dan impian masa depan yang ingin diwujudkan. Semua itu adalah bagian dari kehidupan yang juga dianjurkan dalam Islam. Mencari nafkah dengan cara yang halal merupakan ibadah, selama dilakukan dengan niat yang benar dan tidak melalaikan kewajiban kepada Allah.
Namun, ada satu hal yang sering terjadi tanpa kita sadari. Kesibukan perlahan memenuhi seluruh ruang dalam hidup hingga hati mulai jauh dari Sang Pencipta. Waktu terasa habis untuk mengejar target, tetapi semakin sedikit untuk membaca Al-Qur’an. Tenaga begitu besar dicurahkan demi pekerjaan, tetapi shalat justru dikerjakan terburu-buru. Kita sibuk membangun masa depan di dunia, namun lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal.
Baca Juga: Tiga Aspek Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Makanan Sumber Vitamin C
Jangan Terlalu Sibuk Hingga Lupa Pulang kepada Allah
Dunia memang penting, tetapi ia hanyalah tempat singgah. Jabatan, harta, dan pencapaian tidak akan kita bawa ketika kembali kepada Allah. Yang akan menemani hanyalah amal saleh, keikhlasan, dan setiap kebaikan yang pernah kita lakukan selama hidup. Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan: bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa melupakan akhirat.
Tidak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar. Tidak salah ingin memberikan kehidupan terbaik bagi keluarga atau menabung untuk masa depan. Justru semua itu bisa menjadi ladang pahala jika dijalani dengan cara yang halal dan penuh rasa syukur. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai kesibukan membuat kita merasa tidak memiliki waktu untuk berdoa, berdzikir, atau sekadar mengingat bahwa setiap nikmat berasal dari Allah.
Sesekali, berhentilah sejenak di tengah padatnya aktivitas. Ambil wudu, laksanakan shalat dengan tenang, lalu berbicaralah kepada Allah dalam doa. Lima menit yang dihabiskan untuk mengingat-Nya sering kali mampu menghadirkan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh dunia.
Ingatlah, rezeki bukan hanya hasil kerja keras kita, tetapi juga karunia Allah yang membuka pintu-pintu kesempatan. Maka, kejarlah dunia secukupnya, tetapi jangan pernah mengurangi bagian akhirat. Jadikan pekerjaan sebagai jalan menuju ridha-Nya, bukan sebagai alasan untuk melupakan-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang rajin berikhtiar, tetapi tetap rendah hati. Hamba yang giat mencari rezeki, namun tidak lalai menjaga shalat. Dan semoga setiap langkah yang kita tempuh di dunia selalu mengantarkan kita pulang kepada Allah dengan membawa bekal amal yang terbaik. [DW]


