• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 15 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Tujuan Hubungan Suami Istri setelah Menjadi Orang Tua

12/07/2023
in Suami Istri
Tujuan hubungan suami istri setelah menjadi orang tua

Foto: Canva Pro/Odua Images

82
SHARES
631
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEBAGAI pasangan, penting sekali memahami tujuan hubungan suami dan istri setelah menjadi orang tua. Setelah mempunyai anak, suami istri baru bisa memahami betapa sulitnya membesarkan anak. Dari menjadi suami dan istri, mereka menjadi orang tua dan kehidupan mereka berputar di sekitar anak mereka.

Namun, setiap pasangan perlu menyadari bahwa tanggung jawab membesarkan anak harus dibagi. Sangat penting untuk mengutamakan kerja tim dan tidak bisa mengharapkan hanya ibu yang memikul semua tanggung jawab pengasuhan anak di kepalanya.

Masyarakat kita juga beranggapan  perempuan harus memikul semua tanggung jawab rumah tangga dan anak-anak. Tetapi zaman telah berubah dan masyarakat kita juga perlu berubah.

Baca Juga: Wahai Suami Istri, Cobalah Mengerti Tujuan Pernikahan

Tujuan Hubungan Suami Istri setelah Menjadi Orang Tua

Perempuan selalu dituntut untuk pandai melakukan banyak tugas. Apakah mereka melakukan pekerjaan atau menjalankan bisnis online dan menjadi ibu rumah tangga sekaligus, mereka melakukan segalanya dengan cara terbaik dan berusaha menuntaskan pekerjaan mereka dengan baik.

Namun, untuk melakukan semuanya sendirian kadang-kadang dapat membuat mereka frustrasi dan membuat mereka gelisah. Hali ini sudah merupakan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Tradisi masyarakat kita, laki-laki harus mencari nafkah untuk keluarga dan perempuan harus di rumah mengurus pekerjaan rumah tangga dan anak-anak.

Pertanyaannya, mengapa laki-laki tidak berpartisipasi dalam kegiatan rumah tangga? Pekerjaan yang harus dipikulnya mungkin akan membuat perempuan frustrasi dan kemudian frustrasi ini berubah menjadi pertengkaran kecil antara suami dan istri.

Argumen seperti itu merusak suasana rumah yang bahagia dan sehat. Dan seorang anak tidak akan pernah bisa mendapatkan pendidikan yang baik dalam suasana seperti itu.

Ketika seorang anak tumbuh, ia belajar dengan mengamati hal-hal di sekitarnya. Jika ada pertengkaran di rumah, itu bisa memengaruhi anak-anak.

Mereka mungkin merasa sedih atau tertekan. Tetapi ketika ada cinta dan kebahagiaan di rumah, seorang anak akan tumbuh dengan baik.

Jika pasangan ingin hidup bahagia, mereka harus menghargai kebutuhan satu sama lain. Berbagi tanggung jawab dan saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga.

Membuat satu sama lain nyaman dapat membuat pasangan bahagia. Dan pasangan yang sadar akan tanggung jawab mereka pasti menjadi orang tua yang bertanggung jawab dan baik.

Mereka tahu bahwa membesarkan anak-anak bukanlah pekerjaan ibu tetapi tugas mengasuh anak harus dilakukan oleh ibu dan ayah.

Mencintai dan mendukung pasangan akan membawa cinta ke dalam rumah dan itu akan membuat anak-anak bahagia. Harus selalu diingat jika ingin menjadi orangtua yang baik maka berikan cinta, perhatian, dan saling mendukung. [Maya/Cms]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Peduli Yatim Piatu, IBF Net Bangun Jaringan Panti Asuhan Berbasis On-Chain

Next Post

Menjilati Jari-Jemari dan Tempat Makan Selesai Makan

Next Post
Menjilati Jari-Jemari dan Tempat Makan Selesai Makan

Menjilati Jari-Jemari dan Tempat Makan Selesai Makan

Suami yang hatinya seluas samudra

Menjadi Suami yang Hatinya Seluas Samudra

Penyebab Kuteks Tidak Boleh Digunakan

Tips Mengetahui Tas Branded Asli atau Palsu

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2919 shares
    Share 1168 Tweet 730
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1716 shares
    Share 686 Tweet 429
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3497 shares
    Share 1399 Tweet 874
  • Tafsir Surat Al-Alaq Ayat 6 dan 7, Manusia Benar-Benar Melampaui Batas

    234 shares
    Share 94 Tweet 59
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11157 shares
    Share 4463 Tweet 2789
  • ALPHI Desak Klarifikasi Objektif atas Tuduhan Pungli LPH dalam Sertifikasi Halal

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hukum Anak Laki-Laki Memandikan Jenazah Ibunya

    151 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4455 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • Link Download Film Fetih 1453, Kisah Penaklukan Konstantinopel

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga