• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Arti Pernikahan bagi Dua Keluarga (3)

12/06/2021
in Suami Istri, Unggulan
Arti Pernikahan bagi Dua Keluarga (3)

Ilustrasi, foto: blogs.loc.gov

75
SHARES
578
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Pernikahan itu menyatukan dua keluarga. Saling kenal dan memahami menjadi dasar agar yang menyatu tidak merenggang.

Indonesia tergolong bangsa yang unik. Keragamannya bisa dibilang super. Ada begitu banyak suku, bahasa daerah, budaya, dan selera.

Dalam perbedaan itu, pernikahan salah satu sarana yang mampu menyatukan yang sebelumnya berbeda. Berbeda dalam suku, bahasa, termasuk juga selera. Tentunya, bukan berbeda agama.

Kesempatan Belajar Berbeda

Allah menciptakan manusia itu dalam perbedaan. Beda bangsa dan negara. Beda bahasa. Beda suku dan budaya.

Dalam satu agama, perbedaan tadi juga berlaku. Karena agama Islam memang untuk menyatukan semua perbedaan alami itu. Bahkan berbeda dalam skala dunia. Dan orang yang paling mulia adalah yang paling takwa.

Pernikahan adalah sisi lain dari belajar memahami perbedaan. Ketika jodoh datang, selama shaleh dan shalehah, perbedaan menjadi sebuah tantangan dan keasyikan.

Persis seperti perjalanan di sebuah area wisata baru yang belum pernah dikunjungi. Di situlah pengalaman baru yang mengesankan akan terukir.

Dalam hal jodoh, berbeda suku dan budaya akan menyodorkan masing-masing pihak memiliki ruang belajar praktis. Tidak dengan teori, melainkan dengan aksi nyata.

Yang belajar bukan hanya suami dan istri. Melainkan juga, dua keluarga besar yang menyatu dalam tali pernikahan itu.

Menariknya, masing-masing suku dan budaya memiliki kekhasan tersendiri. Mulai dari lamaran, akad nikah, walimahan, dan belajar membangun rumah tangga. Meskipun secara nilai semua tetap sama: dalam bingkai syariah Islam.

Esensinya sama: yaitu Islam. Tapi kreasi dan hiasannya yang berbeda. Begitu pun dengan langgam dan latarnya. Dan semua aksesoris itu tidak mengurangi kesucian syariah Islam.

Tanpa mengenal dengan kenyataan dan pengalaman, sulit bisa memahami. Dan tanpa memahami, perbedaan akan tetap menjadi potensi yang memisahkan. Bahkan memecah persatuan.

Lebih detil lagi untuk suami istri. Meski niat ikhlas dan cinta telah menyatukan, tetap saja, belajar berbeda menjadi rutinitas yang menantang sekaligus mengasyikkan.

Jika dua keluarga besar momen menyatunya hanya dalam seremonial, suami istri menyatunya seumur hidup. Tantangan dan keasyikannya akan jauh lebih besar.

Keduanya saling belajar detil tentang bahasa dan budaya. Contoh, kalau orang Betawi hampir tidak mengenal tingkat bahasa. Semua kata diucapkan sama untuk siapa pun. Mengucapkan kata terhadap yang seusia dengan kalimat A, dan dengan yang jauh lebih tua pun akan diucapkan A.

Sementara di Solo, tidak semua kata bisa diucapkan untuk semua orang. Ada nilai tatakrama yang berlaku. Dan itu sebagai bagian dari adab kesopanan.

Di situlah masing-masing punya kesempatan untuk belajar tentang perbedaan. Sebuah kurikulum hidup yang tidak diajarkan detil di bangku sekolah. (Mh/bersambung)

 

 

 

 

 

Tags: arti pernikahan bagi dua keluargakeluarga sakinah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

5 Jenis Makanan Penyebab Perut Buncit

Next Post

BTS Meal, Sebuah Fenomena Fanatisme Lama yang Terbaru

Next Post
BTS Meal, Sebuah Fenomena Fanatisme Lama yang Terbaru (1)

BTS Meal, Sebuah Fenomena Fanatisme Lama yang Terbaru

Perusahaan Tambang Emas di Sangihe, Ancam Habitat Burung sampai Penolakan Masyarakat

Perusahaan Tambang Emas di Sangihe, Ancam Habitat Burung sampai Penolakan Masyarakat

pro kontra

Pro Kontra Diet Water Fasting

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    790 shares
    Share 316 Tweet 198
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8237 shares
    Share 3295 Tweet 2059
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4224 shares
    Share 1690 Tweet 1056
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3690 shares
    Share 1476 Tweet 923
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11265 shares
    Share 4506 Tweet 2816
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1158 shares
    Share 463 Tweet 290
  • Menghina Allah dalam Hati

    452 shares
    Share 181 Tweet 113
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3301 shares
    Share 1320 Tweet 825
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2059 shares
    Share 824 Tweet 515
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga