• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 1 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Resensi

Resensi Buku Api Sejarah Jilid 1

17/08/2023
in Resensi
Resensi Buku Api Sejarah Jilid 1

foto: chaerolrizal.blogspot

322
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BUKU Api Sejarah ini dapat menjadi bacaan di kala senggang bagi kamu penyuka sejarah, cocok untuk dibaca bertepatan dengan Bulan Kemerdekaan ini.

‘Sejarah itu penting karena membentuk cara pandang dan falsafah hidup’ ~ Ust. Akmal Sjafril.

Pernah dengar adagium, sejarah ditulis oleh sang pemenang, dimana unsur politis dan kekuasaan berpengaruh di dalam penulisannya.

Semakin banyak membaca sejarah, maka akan terlihat banyak sekali sudut pandang, tergantung dari konteks saat penulisan sejarah.

Sejarah Bangsa Indonesia pun mengandung unsur politis —menjadi faktor utama yang dikritisi dalam buku ini— campur tangan kolonial Belanda dalam ‘menciptakan’ sejarah.

Di sisi lain, kurang perhatiannya para ulama pada penulisan sejarah di masa tersebut, juga menjadi faktor kurang beredarnya literatur sejarah sudut pandang Islam.

“Banyak ulama sangat mengerti tentang tajwid, fiqih, hadist, tetapi kurang pemahamannya tentang sejarah. Kalau belajar tarikh, hanya belajar abu tarikh, bukan api sejarahnya. Situasi yang demikian inilah yang dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial Belanda yang mencoba mengubah opini publik rakyat Indonesia, agar tidak berkiblat lagi kepada ajaran ulama dan Islam.” Api Sejarah h.289, disadur dari Di bawah Bendera Revolusi – Ir. Soekarno.

Penulis, Ahmad Mansur Suryanegara, melihat wawasan dan literatur sejarah kemerdekaan Indonesia masih meminggirkan peran ulama dan Islam.

Baca juga: Pengingat untuk Kamu yang Ingin Menyerah, Penulis Buku Best Seller ini Pernah Sepi Penonton saat Bedah Buku

Resensi Buku Api Sejarah Jilid 1

Padahal, sejarah kebangkitan dan perjuangan melawan penjajah, tidak luput dari masa saat agama menjadi faktor pemicu imperialisme dan kearoganan, seperti masa pertentangan antara Katolik dan Protestan di Eropa.

Api Sejarah terbagi menjadi dua jilid, sementara ini saya baru menyelesaikan jilid pertama — semoga menyusul jilid keduanya.

Pada jilid pertama, perjalanan sejarah dibagi menjadi empat gerbang, Kebangkitan Islam dan Pengaruhnya di Nusantara Indonesia; Masuk dan Perkembangan Agama Islam di Nusantara Indonesia; Jawaban Kekuasaan Politik Islam Terhadap Imperialisme Barat; dan Ulama Pembangkit Gerakan Kesadaran Nasional Indonesia.

Pada gerbang pertama dan kedua, penulis memaparkan sejarah-sejarah masa Rasulullah dan seterusnya dan perang di Eropa, di masa gereja sedang berkuasa.

Sejarah keduanya kelak memiliki kaitan dengan masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara Indonesia.

Gerbang ketiga dan keempat menjadi lebih menarik karena pembahasan sudah fokus kepada Nusantara, tentang sejarah kerajaan, perang perlawanan di daerah-daerah, kebangkitan politik dan pendidikan di Indonesia.

Membacanya bisa mengingatkan sebagian pelajaran sejarah masa-masa SMP dan SMA.

Pada bab ketiga dan keempat inilah banyak dipaparkan unsur keIslaman yang dihilangkan dalam sejarah. Kasus yang sempat ramai di jagat maya adalah perkara tanggal berdirinya Budi Utomo yang dilanggengkan menjadi Hari Kebangkitan Nasional.

Penulis menilai sebelum adanya Budi Utomo, kebangkitan nasional sebenarnya sudah ada yaitu Syarikat Dagang Islam yang dipelopori Haji Samanhudi.

Kebangkitan yang dimulai dari pasar atau perekonomian kerakyatan ini, lebih meluas dibandingkan Budi Utomo yang misinya masih kejawaan.

Selain itu, simbol-simbol mata uang, kerajaan atau tokoh pahlawan yang dihilangkan unsur ke-Islam-annya.

Menarik membaca sejarah dengan sudut pandang yang baru buat saya. Namun, hal yang membuat saya kurang nyaman adalah masalah sistematik dari urutan sejarah, maju mundurnya agak membingungkan bagiku yang kurang bisa menghafalkan tahun sejarah.

Juga, ada pengulangan sebagian sejarah, yang mungkin dimaksudkan untuk penekanan, tapi karena berulang kali sempat membuat jenuh.

Selebihnya, saya sangat mengapresiasi buku ini yang memberikan sebuah pandangan dari sudut lain dan menggugah keinginan untuk mencari literatur lain untuk berkenalan dengan sejarah dari berbagai sudut pandang.

Buku ini juga berhasil membangkitkan harga diri, khususnya diriku, bahwa kemerdekaan Indonesia diraih dengan perjuangan bukan serah terima.

Terngiang perkataan Ust. Salim A Fillah, ‘Indonesia BUKAN 350 tahun dijajah, tetapi 350 tahun BERJUANG MELAWAN penjajah.’[Yayan]

 

Tags: buku api sejarah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Asmaul Husna Al-Baaits, Allah Maha Membangkitkan

Next Post

Hikmah Mahar dalam Pernikahan

Next Post
Hikmah Mahar dalam Pernikahan

Hikmah Mahar dalam Pernikahan

SPI Jakarta: Al-Quran Mengancam Umat Muslim yang Mengikuti Yahudi dan Nasrani

SPI Jakarta: Al-Quran Mengancam Umat Muslim yang Mengikuti Yahudi dan Nasrani

Kasus Sertifikat Halal untuk Minuman Keras, Maimon Herawati Bagikan Petisi Dorong BPJPH untuk Berbenah

Kasus Sertifikat Halal untuk Minuman Keras, Maimon Herawati Bagikan Petisi Dorong BPJPH untuk Berbenah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9003 shares
    Share 3601 Tweet 2251
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11647 shares
    Share 4659 Tweet 2912
  • Saudi Education Expo 2026 Buka Akses Pendidikan Tinggi Arab Saudi bagi Pelajar Indonesia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Menghafal Quran Saat Usia 40 Tahun Inilah Pengalaman Prof. DR. Ir. Kudang Boro Seminar, Msc.

    466 shares
    Share 186 Tweet 117
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4067 shares
    Share 1627 Tweet 1017
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2392 shares
    Share 957 Tweet 598
  • Saudi Education Expo 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung di Hari Pertama

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh Tutup Pendampingan Dua Tahun, Program Bidan untuk Negeri Berlanjut di Sabang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4717 shares
    Share 1887 Tweet 1179
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga