PERUBAHAN sosial dan kemajuan teknologi membawa dampak signifikan terhadap pola perilaku anak. Akses informasi yang luas, pergaulan yang semakin terbuka, serta pergeseran nilai sering kali memicu kekhawatiran orang tua terhadap sikap anak yang dianggap mudah membantah atau terpengaruh lingkungan negatif.
Dalam konteks ini, peran keluarga menjadi faktor kunci dalam membentuk ketahanan karakter anak.
Menurut Bendri Jaisyurrahman, praktisi parenting Islami dan penggiat keayahan, terdapat beberapa fondasi penting yang dapat dibangun orang tua untuk membentengi anak dari pergaulan buruk.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Fondasi pertama adalah penanaman tauhid sejak dini. Nilai keimanan yang kuat membantu anak memiliki orientasi hidup yang jelas, sehingga ia mampu membedakan mana yang benar dan salah berdasarkan keyakinan, bukan semata tekanan lingkungan.
Kedua, penguatan ikatan emosional antara anak dan orang tua. Hubungan yang hangat, terbuka, dan saling percaya membuat anak merasa aman untuk berbagi cerita dan masalah.
Anak dengan kedekatan emosional yang baik cenderung tidak mudah mencari pengakuan di luar rumah melalui pergaulan yang berisiko.
Cara Membentengi Anak dari Pengaruh Pergaulan Buruk
Ketiga, membangun izzah atau harga diri dalam jiwa anak. Anak yang memiliki rasa percaya diri dan martabat diri yang sehat tidak mudah terpengaruh ajakan negatif, karena ia memiliki standar nilai pribadi yang jelas.
Keempat, melatih daya pikir anak secara kritis. Kemampuan berpikir membantu anak menganalisis situasi, mempertimbangkan konsekuensi, dan mengambil keputusan secara sadar, bukan impulsif.
Baca juga: Tips Menjadi Ayah yang Dicintai Anak dalam Perspektif Parenting Islami
Kelima, menumbuhkan otoritas diri dalam diri anak. Otoritas diri membuat anak mampu mengendalikan sikap dan perilakunya tanpa harus selalu diawasi, karena ia telah memiliki kontrol internal.
Bunda Ayah, membentengi anak dari pergaulan buruk tidak hanya bergantung pada lamanya waktu kebersamaan, tetapi pada kualitas pengaruh dan nilai yang ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.[Sdz]





