HUBUNGAN emosional antara ayah dan anak memiliki peran penting dalam pembentukan karakter serta kesehatan psikologis anak.
Dalam perspektif parenting Islami, kasih sayang, perhatian, dan sikap ayah menjadi fondasi utama terciptanya hubungan yang hangat dan penuh kepercayaan.
Bendri Jaisyurrahman, seorang praktisi parenting Islami dan penggiat keayahan, menyampaikan beberapa prinsip dasar yang dapat diterapkan ayah agar lebih dicintai oleh anak-anaknya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dilarang Kasar
Salah satu prinsip utama adalah menghindari sikap kasar, baik secara fisik maupun verbal.
Islam menekankan pentingnya kelembutan dalam mendidik, sebagaimana tercermin dalam firman Allah pada Surah Ali Imran ayat 159 yang menjelaskan bahwa sikap lemah lembut mendekatkan hati, sementara kekerasan justru membuat orang lain menjauh.
Dalam konteks keluarga, ayah yang bersikap keras cenderung menciptakan jarak emosional sehingga anak merasa tidak aman untuk mendekat atau terbuka.
Jangan Cuek
Prinsip berikutnya adalah tidak bersikap acuh tak acuh terhadap anak.
Perhatian merupakan kebutuhan emosional dasar yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
Tips Menjadi Ayah yang Dicintai Anak dalam Perspektif Parenting Islami
Ketika anak berbicara, ayah yang hadir secara penuh, mendengarkan dan merespons akan membuat anak merasa dihargai.
Sebaliknya, sikap cuek atau sering mengabaikan dapat menimbulkan perasaan tidak dianggap dan berdampak pada kepercayaan diri anak.
Jangan Pelit
Selain itu, ayah juga dianjurkan untuk tidak pelit dalam mengekspresikan kasih sayang, termasuk melalui pemberian hadiah.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan saling memberi hadiah sebagai sarana menumbuhkan rasa cinta.
Baca juga: Surat Luqman, Nasihat Ayah yang Bijak kepada Anaknya
Meski demikian, pemberian tersebut hendaknya dilakukan secara proporsional, disesuaikan dengan kemampuan orang tua dan kebutuhan anak, bukan semata-mata keinginan.
Secara keseluruhan, menjadi ayah yang dicintai bukanlah tentang kemewahan atau otoritas, melainkan tentang kelembutan sikap, kehadiran emosional, dan ekspresi kasih sayang yang bijak.
Prinsip-prinsip ini sejalan dengan nilai-nilai Islam dan dapat menjadi panduan praktis dalam membangun keluarga yang harmonis.[Sdz]


