• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 13 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Waspadai Kemunafikan di Hati Kita

04/09/2022
in Nasihat, Unggulan
Tiga Langkah Membangun Sikap Positif

Ilustrasi, foto: walldiskpaper.com

92
SHARES
708
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MUNAFIK itu adanya perbedaan antara yang ditampakkan dan yang disembunyikan. Yang di luar tampak baik, tapi dalamnya buruk.

Kemunafikan itu penyakit hati. Siapa pun bisa tertular dan terhinggapi. Masalahnya, orang yang tertular kadang tidak menyadari kalau ia sudah memiliki sifat munafik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut ada empat ciri munafik. Yaitu, kalau bicara ia berdusta, kalau berjanji ia ingkar, kalau dikasih amanah ia khianat, dan kalau berdebat ia lari dari kebenaran alias culas.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Di antara tanda munafik ada tiga: jika bicara berdusta, jika berjanji tidak ditepati, jika diberi amanat ia khianat.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, “…jika berdebat, ia berpaling dari kebenaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Memang, para ulama memisahkan antara kemunafikan besar dengan kemunafikan kecil. Kemunafikan besar adalah mereka yang menyembunyikan kekafiran dengan keimanan palsu.

Sementara kemunafikan kecil adalah kemunafikan dalam hal amal dan akhlak. Kalau sedang bersama-sama ia begitu soleh. Tapi ketika sendirian, kesolehannya luntur.

Kemunafikan kecil inilah yang kerap dikhawatirkan para sahabat radhiyallahum ajma’in. Antara lain yang pernah diungkapkan seorang juru tulis Rasulullah bernama Hanzhalah radhiyallahu ‘anhu.

Ketika sedang berkumpul bersama Nabi, ia merasa seolah melihat surga dan neraka. Tapi ketika sibuk dengan urusan pekerjaan, urusan istri dan anak-anak; ia menjadi lupa.

Boleh jadi, apa yang dirasakan seperti para sahabat Nabi itu juga dirasakan kita saat ini. Ketika bersama-sama tampak begitu soleh, tapi ketika sendiri menjadi lain lagi.

Untuk bisa mendeteksi sejauh mana penyakit munafik itu hinggap dalam hati kita, silahkan dicek ciri munafik yang disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Antara lain, seberapa sering kita berdusta? Tingkat sering dan tidaknya ini menjadi ukuran seberapa jauh penyakit munafik di hati kita.

Sekali, dua kali, dan tiga kali kita berdusta; tidak tertutup kemungkinan kita akan menjadi biasa berdusta. Mungkin seperti seorang pedagang yang memanipulasi barang dagangan dengan ucapannya: “Harga dari sananya memang sudah segitu!” Dan lainnya.

Begitu pun dengan janji. Sayangnya, masyarakat kita sudah salah kaprah dengan ucapan ‘insya Allah’. Harusnya ‘insya Allah’ itu pertanda kita serius untuk menepati janji. Tapi umumnya ‘insya Allah’ menjadi pertanda kalau kita ingin mengingkari janji.

Dalam hal amanah, sepertinya sudah sangat langka mereka yang begitu merawat amanah yang diterima. Meskipun sudah ada pernyataan sumpah resmi atas nama Allah dan Kitabullah.

Mumpung masih ada umur, baiknya tidak menyia-nyiakan peluang ini untuk taubat dan perbaikan diri. Jangan sampai kita mati dalam keadaan memiliki sifat munafik. Meskipun munafik kecil. [Mh]

 

Tags: Waspadai Kemunafikan di Hati Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kalau Tahu Sejarah Gaza, Kamu akan Sadar bahwa Ia Istimewa

Next Post

Meringankan Shalat saat Menjadi Imam

Next Post
Hukum keluar sisa air kencing

Meringankan Shalat saat Menjadi Imam

Jagalah lisan

Suami Menyebut Perilaku Istri Seperti Ibunya

Sakit Karena Pandangan Mata

Sakit Karena Pandangan Mata

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9088 shares
    Share 3635 Tweet 2272
  • HOKA Ungkap Keunggulan Sepatu dengan Maksimum Cushioning dan Pilihan untuk Beragam Aktivitas

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Tolak Bala di Akhir Bulan Safar dan Keutamaannya

    204 shares
    Share 82 Tweet 51
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    660 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1184 shares
    Share 474 Tweet 296
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4392 shares
    Share 1757 Tweet 1098
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5226 shares
    Share 2090 Tweet 1307
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4116 shares
    Share 1646 Tweet 1029
  • Bukan Hanya untuk Diet, Ini Manfaat Chia Seed untuk Kecantikan Kulit

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2417 shares
    Share 967 Tweet 604
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga