• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 2 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Waspadai Kemunafikan di Hati Kita

04/09/2022
in Nasihat, Unggulan
Tiga Langkah Membangun Sikap Positif

Ilustrasi, foto: walldiskpaper.com

88
SHARES
675
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MUNAFIK itu adanya perbedaan antara yang ditampakkan dan yang disembunyikan. Yang di luar tampak baik, tapi dalamnya buruk.

Kemunafikan itu penyakit hati. Siapa pun bisa tertular dan terhinggapi. Masalahnya, orang yang tertular kadang tidak menyadari kalau ia sudah memiliki sifat munafik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut ada empat ciri munafik. Yaitu, kalau bicara ia berdusta, kalau berjanji ia ingkar, kalau dikasih amanah ia khianat, dan kalau berdebat ia lari dari kebenaran alias culas.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Di antara tanda munafik ada tiga: jika bicara berdusta, jika berjanji tidak ditepati, jika diberi amanat ia khianat.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, “…jika berdebat, ia berpaling dari kebenaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Memang, para ulama memisahkan antara kemunafikan besar dengan kemunafikan kecil. Kemunafikan besar adalah mereka yang menyembunyikan kekafiran dengan keimanan palsu.

Sementara kemunafikan kecil adalah kemunafikan dalam hal amal dan akhlak. Kalau sedang bersama-sama ia begitu soleh. Tapi ketika sendirian, kesolehannya luntur.

Kemunafikan kecil inilah yang kerap dikhawatirkan para sahabat radhiyallahum ajma’in. Antara lain yang pernah diungkapkan seorang juru tulis Rasulullah bernama Hanzhalah radhiyallahu ‘anhu.

Ketika sedang berkumpul bersama Nabi, ia merasa seolah melihat surga dan neraka. Tapi ketika sibuk dengan urusan pekerjaan, urusan istri dan anak-anak; ia menjadi lupa.

Boleh jadi, apa yang dirasakan seperti para sahabat Nabi itu juga dirasakan kita saat ini. Ketika bersama-sama tampak begitu soleh, tapi ketika sendiri menjadi lain lagi.

Untuk bisa mendeteksi sejauh mana penyakit munafik itu hinggap dalam hati kita, silahkan dicek ciri munafik yang disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Antara lain, seberapa sering kita berdusta? Tingkat sering dan tidaknya ini menjadi ukuran seberapa jauh penyakit munafik di hati kita.

Sekali, dua kali, dan tiga kali kita berdusta; tidak tertutup kemungkinan kita akan menjadi biasa berdusta. Mungkin seperti seorang pedagang yang memanipulasi barang dagangan dengan ucapannya: “Harga dari sananya memang sudah segitu!” Dan lainnya.

Begitu pun dengan janji. Sayangnya, masyarakat kita sudah salah kaprah dengan ucapan ‘insya Allah’. Harusnya ‘insya Allah’ itu pertanda kita serius untuk menepati janji. Tapi umumnya ‘insya Allah’ menjadi pertanda kalau kita ingin mengingkari janji.

Dalam hal amanah, sepertinya sudah sangat langka mereka yang begitu merawat amanah yang diterima. Meskipun sudah ada pernyataan sumpah resmi atas nama Allah dan Kitabullah.

Mumpung masih ada umur, baiknya tidak menyia-nyiakan peluang ini untuk taubat dan perbaikan diri. Jangan sampai kita mati dalam keadaan memiliki sifat munafik. Meskipun munafik kecil. [Mh]

 

Tags: Waspadai Kemunafikan di Hati Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kalau Tahu Sejarah Gaza, Kamu akan Sadar bahwa Ia Istimewa

Next Post

Meringankan Shalat saat Menjadi Imam

Next Post
Hukum keluar sisa air kencing

Meringankan Shalat saat Menjadi Imam

Jagalah lisan

Suami Menyebut Perilaku Istri Seperti Ibunya

Sakit Karena Pandangan Mata

Sakit Karena Pandangan Mata

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    593 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Indahnya Syiar Islam di Malam Nisfu Sya’ban

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3451 shares
    Share 1380 Tweet 863
  • Ribuan Jamaah Padati Majelis Akbar Bekasi, Salimah Bersama IKADI Ajak Umat Sambut Ramadan Berbasis Ilmu

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Salimah Kota Tangerang Siap Terjun ke Masyarakat Usai Dilantik

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • An Nahl Islamic School Gelar FunWalk 2026 Bertema One Family, One Journey

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7919 shares
    Share 3168 Tweet 1980
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4107 shares
    Share 1643 Tweet 1027
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga